This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Terus Turun Jelang Pertemuan OPEC+ Bahas Produksi

Equityworld Futures - Harga minyak terus turun di Asia dan akan mencatatkan kerugian bulanan terbesar sejak Oktober 2020. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) diperkirakan akan meningkatkan produksi lebih lanjut kala bertemu pada pekan ini. Produksi minyak mentah Pantai Teluk AS juga perlahan pulih setelah Badai Ida menerjang wilayah tersebut selama akhir pekan silam.

Harga minyak Brent kian turun 0,53% di $71,85 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI terus turun 0,53% ke $68,84 per barel.

OPEC+ akan menggelar pertemuan pada hari Rabu, di mana diperkirakan akan meningkatkan pasokan sebanyak 400.000 barel per hari seiring  terus membaiknya prospek permintaan bahan bakar.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Makin Naik, Investor Tunggu Laporan Pekerjaan AS

Di Teluk Meksiko, meskipun produsen minyak mentah diperkirakan akan melanjutkan layanan secara bertahap setelah Badai Ida, kilang lokal diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) AS, yang akan dirilis hari ini.

Bulan ini telah menjadi bulan penuh gejolak untuk cairan hitam pasalnya investor bereaksi terhadap wabah COVID-19 global yang melibatkan varian Delta dan volatilitas yang sama dalam dolar AS.

Namun, “gelombang telah berubah dalam beberapa minggu terakhir, lantaran pasar jauh lebih nyaman karena pemulihan permintaan tidak terganggu oleh varian Delta COVID-19,” ahli strategi komoditas senior Grup Australia & New Zealand Banking Group (OTC :ANZBY) Ltd. Daniel Hynes mengatakan kepada Bloomberg.

"Namun, pasar akan mengamati pertemuan OPEC+ untuk mencari tanda-tanda mereka melihat permintaan tidak rebound sekuat yang mereka harapkan,"

OPEC+ telah memulihkan sekitar 45% dari volume yang terkena dampak penyebaran COVID-19 pada musim semi 2020. Di bawah rencana yang diluncurkan oleh Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, kelompok akan mengembalikan volume yang tersisa dengan peningkatan bulanan sebanyak 400.000 barel per hari hingga akhir 2022.

 

 

Equityworld Futures

Senin, 30 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Beragam, Badai Ida Picu Berhentinya Kegiatan Produksi

Equityworld Futures - Harga minyak Brent naik tapi WTI beranjak turun pada Senin (30/08) pagi di mana Badai Ida menyebabkan penutupan anjungan minyak lepas pantai di Amerika Serikat.

Harga minyak Brent naik tipis 0,07% di $71,75 per barel setelah naik lebih dari 11% minggu lalu lantaran adanya prediksi penghentian produksi minyak. Harga minyak WTI turun 0,355 di $68,50 per barel setelah mengalami lonjakan lebih dari 10% minggu lalu.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Awal Pekan Pasca Komentar Dovish Fed

91% dari produksi minyak mentah, atau senilai 1,65 juta barel per hari, dihentikan saat Badai Ida menuju fasilitas produksi minyak di Teluk Meksiko AS, menurut Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan.

Pada Sabtu tengah hari setempat, ada 290 fasilitas lepas pantai dievakuasi dan 11 kapal pengeboran dipindahkan. Ida menghantam pantai dekat Port Fourchon, Louisiana pada hari Minggu dengan mendarat sebagai badai Kategori 4 yang sangat berbahaya.

Ratusan mil tanggul baru yang dibangun di sekitar New Orleans setelah Badai Katrina sekarang akan diuji.

"Ini adalah salah satu badai terkuat yang mendarat di sini di zaman modern," Gubernur Louisiana John Bel Edwards menyatakan pada konferensi pers.

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 27 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Investor Pantau Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Menguat

 

Equityworld Futures - Dolar AS menguat pada penutupan perdagangan karena pelaku pasar mencerna data ekonomi terbaru.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,25 persen pada 93,0530.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1753 dolar AS dari 1,1771 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3695 dolar AS dari 1,3761 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7238 dolar AS dari 0,7279 dolar. 

Baca Juga: PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi selama sesi AS

Dolar AS dibeli 110,02 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,97 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9181 franc Swiss dari 0,9135 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2684 dolar Kanada dari 1,2598 dolar Kanada.

Departemen tenaga Kerja AS, Kamis melaporkan, pengangguran awal AS, untuk mengukur PHK secara kasar , meningkat 4.000 menjadi 353.000 dalam pekan yang berakhir 21 Agustus. 

Sementara itu pandangan ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru akan berjumlah 350.000.

Para investor juga menunggu pidato Jerome Powell karena kepala Fed itu akan berbicara pada hari Jumat selama simposium ekonomi Jackson Hole tahunan Federal Reserve Bank of Kansas City

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 26 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : PP Presisi Dapat Pinjaman Rp200 Miliar untuk Modal Kerja

Equityworld Futures - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendapat fasilitas pinjaman non cash loan atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan cash loan trade dari Bank DKI dengan plafon sebesar Rp200 miliar. Hasil pinjaman akan digunakan perseroan untuk modal kerja.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menjelaskan, dana hasil dari pinjaman tersebut akan digunakan perseroan sebagai alternatif fasilitas pembiayaan dan jaminan keamanan pembayaran sebagai kontraktor jasa pertambangan nikel. Sejauh ini, perseroan diketahui sedang mengerjakan dua jasa pertambangan nikel yakni sebagai jasa pertambangan (mining contractor) pada pertambangan nikel Morowali dan jasa pengembangan tambang (mining development) di Weda Bay Nickel.

Selain itu, perseroan juga tengah menggarap beberapa prospek tambahan jasa tambang nikel lainnya. Benny menambahkan, di samping keberhasilan perseroan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan di tengah pandemi, Bank DKI juga tertarik pada rencana bisnis PP Presisi yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai salah satu mitigasi risiko bisnis konstruksi sekaligus sebagai sumber recurring income.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Jelang Pertemuan Jackson Hole Fed

“Hal ini, mendorong Bank DKI memberikan fasilitas perbankan kepada PP Presisi,”

Hingga akhir Juli 2021, PP Presisi berhasil membukukan kontrak baru sebanyak Rp3,4 triliun, lebih tinggi di atas rata-rata kontrak baru yang diperoleh entitas anak perusahaan konstruksi lainnya, di samping kemampuan PPRE untuk meningkatkan kinerja keuangan serta menjaga kesehatan keuangan. 

Dengan demikian, PPRE laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 91% menjadi Rp 35,9 miliar sepanjang semester pertama 2021, dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yakni Rp18,8 miliar. EBITDA yang diraih juga mencapai sebesar Rp 463 miliar.

“Di samping itu, kami masih memiliki ruang untuk melakukan leveraging yang cukup besar, mengingat rasio net debt to equity masih di 0,78X,” kata Benny Pidakso.

Sementara Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar mengatakan, mengacu kepada trend pertumbuhan permintaan nikel yang diikuti oleh tren peningkatan harga komoditas nikel, serta kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki perseroan. Pihaknya, optimis bahwa lini bisnis jasa pertambangan akan berkontribusi sebesar 20% terhadap target pendapatan di tahun 2021.

“Perolehan fasilitas pembiayaan berupa SKBDN dan cash loan trade dari Bank DKI, menandakan bahwa PP Presisi masih memperoleh kepercayaan besar dari perbankan di tengah kinerja industri konstruksi yang belum membaik akibat pandemi.”

 

 

Equityworld Futures

Rabu, 25 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Kenapa Harga BBM Pertamina Tak Naik di Tengah Lonjakan Minyak Dunia?

Equityworld Futures - Tren harga minyak dunia terus mengalami peningkatan. Jika pada sekitaran Agustus 2020, harga minyak dunia masih berada di kisaran USD42-45 per barel, namun sekarang di level USD70-an per barel pada 2021.

Sebut saja harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) pada Juli 2021 rata-rata mencapai USD 72,17 per barel, naik USD 1,94 per barel dari USD 70,23 per barel pada Juni 2021.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, pada Selasa (24/8/2021) pagi WIB tercatat melonjak USD3,57 atau 5,5 persen, menjadi USD68,75 per barel, setelah menyentuh level terendah sejak 21 Mei di USD64,60 selama sesi tersebut.

Adapun patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober pada waktu yang sama juga melejit USD3,50 atau 5,6 persen, menjadi menetap di USD65,64 per barel.

Mengikuti kenaikan tersebut, sejak awal tahun 2021, penyalur bahan bakar minyak (BBM) swasta seperti Shell, BP, Vivo telah merevisi harga jual BBM Public Service Obligation (PSO) alias BBM non-subsidi yang dijualnya. 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Berjangka Naik di Tengah Kekhawatiran Varian Delta

Namun, tidak demikian dengan BBM non-PSO Pertamina yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero). Hingga saat ini harga BBM non-PSO Pertamina belum dikoreksi.

Pengamat Energi Sofyano Zakaria menilai, seharusnya Pertamina sudah lama menaikkan harga BBM non-subsidi yang dijualnya.

"BBM seperti Pertalite, Pertamax Series bukanlah merupakan BBM PSO. Jika koreksi harga tidak segera dilakukan, dikhawatirkan Pertamina akan merugi,"

Berdasarkan aturan, kata dia, harga BBM non-PSO produk Pertamina seharusnya selalu dikoreksi naik atau turun berdasarkan harga minyak dunia.

"Ini sama hal nya dengan harga BBM non-PSO Jenis HSD yang selama ini dijual ke industri dan marines yang dijual Pertamina dan badan badan usaha niaga umum lainnya yang harganya dikoreksi setiap tanggal 1 dan 15 pada setiap bulan,"

Sekadar informasi, Presiden Jokowi telah menerbitkan aturan baru soal harga eceran hingga pendistribusian BBM. Aturan yang tertuang dalam Perpres No 69/2021 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM ini memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga BBM mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

"Tapi lagi-lagi, terbitnya aturan ini tidak serta merta membuat pemerintah merestui kenaikan harga BBM Pertamina." 

 

 

Equityworld Futures

 

Selasa, 24 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Kembali Naik, Prospek Permintaan Cerah Pasca Persetujuan Vaksin

Equityworld Futures – Harga minyak kembali naik di Asia usai Amerika Serikat memberikan persetujuan penuh global pertamanya untuk vaksin COVID-19, dan perkiraan peningkatan tingkat vaksinasi akan mengikuti hal tersebut sehingga meningkatkan harapan atas kenaikan permintaan bahan bakar yang lebih tinggi.

Harga minyak Brent kembali naik 0,12% ke $68,45 per barel dan harga minyak WTI juga naik 0,12% di $65,72 per barel. Baik Brent dan WTI berjangka melonjak lebih dari 5% pada hari Senin setelah mencatat kerugian minggu terbesarnya selama lebih dari sembilan bulan dalam seminggu terakhir.

FDA menindaklanjuti otorisasi penggunaan darurat yang diberikan kepada vaksin dua dosis buatan Pfizer (NYSE:PFE) Inc/BioNTech SE pada Desember 2020 lalu dengan memberikan persetujuan penuh untuk digunakan bagi orang yang berusia 16 tahun ke atas.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun di Tengah Ekspektasi Penundaan Tapering Fed

Harapan meningkat bahwa persetujuan regulator tersebut akan meningkatkan dorongan vaksinasi AS dengan meyakinkan orang Amerika yang tidak divaksinasi terkait keamanan dan kemanjuran suntikan. Dengan lebih banyak pemerintah negara bagian dan lokal, serta pengusaha swasta, yang cenderung mengamanatkan vaksinasi, tujuannya adalah untuk mendorong pemulihan dan pembukaan kembali ekonomi, yang juga akan meningkatkan permintaan bahan bakar.

"Keraguan vaksin di beberapa warga minoritas kemungkinan berakhir sekarang karena FDA telah memberikan sinyal yang jelas. Dengan banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang cenderung menegakkan aturan vaksin, kembali ke perjalanan kantor akan meningkat secara dramatis di musim gugur,"

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) AS, yang akan dirilis hari ini. Di India, negara importir minyak terbesar ketiga di dunia, produksi minyak mentah penyulingan pada Juli mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pasalnya rebound permintaan bahan bakar mendukung harga.

Namun, kenaikan cairan hitam itu dibatasi setelah Departemen Energi AS mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya akan menjual hingga 20 juta barel minyak mentah dari cadangan minyak darurat. Penjualan ini dilakukan untuk mematuhi undang-undang yang disahkan dalam beberapa tahun terakhir, dan pengiriman diharapkan berlangsung antara 1 Oktober dan 15 Desember.

 

 

Equityworld Futures

PT Equityworld Futures : Dolar AS Melemah Imbas Lesunya Data Ekonomi

Equityworld Futures - Dolar AS melemah pada akhir perdagangan pada Senin karena pelaku pasar mencerna data ekonomi terbaru.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,58 persen menjadi 92,9582.

Pada akhir perdagangan di New York, euro meningkat menjadi 1,1748 dolar AS dari 1,1695 dolar pada hari sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3729 dolar dari 1,3622 dolar AS pada hari sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7216 dolar AS dari 0,7136 dolar. 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Kian Naik, Berlanjutnya Dampak COVID-19 Kurangi Minat Risiko

Dolar AS dibeli 109,68 yen Jepang, lebih rendah dari 109,80 yen Jepang pada hari sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9124 franc Swiss dari 0,9176 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2645 dolar Kanada dari 1,2844 dolar Kanada. 

Reaksi pasar di atas muncul setelah data menunjukkan ekspansi sektor swasta AS melambat tajam di tengah keterbatasan kapasitas dan penyebaran virus varian Delta.

Indeks Output Gabungan PMI (Indeks Pembelian Manajer) AS mencatat 55,4 pada Agustus, turun tajam dari 59,9 pada Juli, perusahaan data yang berbasis di London IHS Markit melaporkan pada hari Senin.

Data IHS Markit terbaru mengenai indeks aktivitas bisnis PMI AS tercatat 55,2 pada Agustus, turun dari 59,9 pada Juli, yang menandakan kenaikan paling lemah dalam output sejak Desember 2020, sementara PMI manufaktur AS berada pada 61,2, turun dari 63,4 pada Juli. 

 

 

Equityworld Futures

Senin, 23 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Dunia Terus Anjlok, Kini di Level Terendahnya Sejak Mei

Equityworld Futures - Harga minyak dunia merosot ke level terendahnya sejak bulan Mei. Ini merupakan pelemahan untuk sesi keenam berturut-turut.

Pelemahan ini dipicu oleh investor yang Khawatir potensi perlambatan permintaan global seiring melonjaknya kasus Covid-19.

Pasar minyak reli sepanjang paruh pertama 2021, tetapi kehilangan sekitar 15 persen sejak awal Juli. Gelombang infeksi virus corona baru-baru ini di seluruh dunia melemahkan aktivitas perjalanan global dan mengancam kegiatan ekonomi, tepat ketika produsen minyak utama bersiap-siap untuk meningkatkan pasokan.

"Tampaknya ada banyak orang yang terjepit dari long position," 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi pada masa dagang Eropa
 

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, anjlok 1,78 dolar AS atau 2,6 persen menjadi menetap di 66,45 dolar AS per barel, setelah menyentuh 65,57 dolar AS per barel, level terendah sejak 21 Mei.

Kontrak teraktif untuk minyak mentah berjangka West Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, ditutup merosot 1,71 dolar AS atau 2,6 persen menjadi 63,50 dolar AS per barel. Di awal sesi, WTI menyusut jadi 62,41 dolar AS per barel, level terendah sejak 21 Mei.

Kedua tolok ukur itu melorot selama enam hari berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2020.

Volume Brent berada di atas 330.000 kontrak, sementara volume untuk kontrak WTI teraktif lebih dari 450.000, tertinggi sejak 20 Juli.

Varian Delta virus corona di daerah di mana tingkat vaksin yang relatif rendah mendorong penularan Covid-19, kata Organisasi Kesehatan Dunia. Kematian terkait virus korona melonjak di Amerika Serikat selama sebulan terakhir.

Dolar AS mencapai level tertinggi sembilan bulan, Kamis, sehari setelah risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve menunjukkan penyusun kebijakan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi stimulus era pandemi tahun ini.

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 19 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.781,15 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,18%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.753,00 dan resistance pada USD1.797,60.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas Turun Tipis, Kemungkinan Tapering Fed Mendorong Dolar

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,32% dan diperdagangkan pada USD93,442.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 0,96% dan diperdagangkan pada USD23,198 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September jatuh 0,50% dan diperdagangkan pada USD4,0938 per pon. 

 

 

Equityworld Futures

Rabu, 18 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Erick Thohir Pastikan PTPN III Akan Melantai di Bursa

Equityworld Futures - Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) akan mencatatkan asetnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO).

Meski begitu, Erick enggan merinci kapan langkah go publik dimulai manajemn BUMN sektor pangan tersebut. Saat meresmikan produk baru PTPN III, Nusakita, Erick membeberkan tiga terobosan baru yang nantinya dilakukan manajemen kedepannya. IPO menjadi salah satunya. Alasannya, agar sumber pendanaan perusahaan semakin luas atau besar.

"Saya mengapresiasi juga terobosan-terobosan yang akan dilakukan. Ada tiga, ini bagian dari restrukturisasi, kita gak mau perusahaan ini kolaps setuju? kita juga bisa go publik-kan agar bisa terjadi ekonomi yang lebih besar lagi,"

Terobosan lain terkait dengan benchmarking kelapa sawit antara PTPN III dan swasta. "Kita harus kembali dengan tulang punggung PTPN tentu tidak meninggalkan swasta," 

Baca Juga :  PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Asia

PTPN sendiri tengah memperkuat produknya di pasar ritel dalam negeri. Saat ini, perseroan baru saja merilis brand baru yang dinamai sebagai 'Nusakita'. Nusakita hadir dalam varian produk minyak goreng, gula, kopi, dan teh. 

Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menyebut, Holding Perkebunan Nusantara secara serius memasuki industri hilir dengan memproduksi minyak goreng yang bermutu. Langkah hilirisasi tersebut dinilai untuk menjaga ketahanan pangan dan mendorong peningkatan nilai tambah bagi perusahaan.

Penguatan bisnis perseroan di pasar ritel pun sejalan dengan Indonesia sebagai negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia.

"PTPN Group sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan produk turunan CPO, sudah saatnya PTPN Group serius memasuki industri hilir dengan memproduksi minyak goreng yang bermutu."

 

 

Equityworld Futures

Senin, 16 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Dolar AS Melemah Tipis, tapi Bertahan di Dekat Level Tertinggi Empat Bulan

Equityworld Futures - Dolar Amerika Serikat terus melemah, tetapi tetap mendekati level tertinggi empat bulan di tengah kenaikan tingkat inflasi dan pemulihan pasar tenaga kerja bisa mengindikasikan Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneter yang besar dalam waktu dekat.

Indeks dolar AS 0,07% ke 92,977, atau tepat di bawah level tertinggi empat bulan Rabu di 93,195, dan menunjukkan kenaikan mingguan sebesar 0,2%.

USD/JPY turun tipis 0,08% di 110,29, EUR/USD menguat tipis 0,08% ke 1,1737, GBP/USD naik tipis 0,03% ke 1,3807 dan AUD/USD naik tipis 0,08% di 0,7340. Dari Indonesia, rupiah kian beranjak turun 0,10% di 14.395,0 per dolar AS.

Rilis data hari Kamis menambah ekspektasi yang berkembang untuk pengumuman pengurangan aset dari Federal Reserve pada akhir 2021.

indeks harga produsen tumbuh 1% bulan ke bulan di bulan Juli, naik 7,8% setahun, peningkatan tahunan terbesar lebih dari satu dekade. Data harga konsumen hari Rabu kemungkinan mengindikasikan inflasi mungkin mencapai puncaknya, tetapi data harga grosir ini menunjukkan tekanan inflasi tetap ada.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Tipis Pasca Anjloknya Sentimen Konsumen AS

Selain itu, data Kamis menunjukkan 375.000 klaim pengangguran awal diajukan sepanjang minggu, yang lebih rendah dari 387.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya, dan menunjukkan pasar tenaga kerja bertahap membaik.

Sejumlah pejabat Fed dalam beberapa hari terakhir mendukung pengurangan pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang, dan ketua Fed Jerome Powell tetap konsisten meminta lebih banyak waktu seiring meningkatnya tekanan.

"Fed kemungkinan berusaha untuk terus berargumen bahwa ekspektasi inflasi berposisi dengan baik'," kata analis di ING dalam catatan, dan kemungkinan "The Fed akan melakukan diskusi publik yang semakin meningkat tentang pengurangan, dan ada kemungkinan pengumuman di pertemuan 22 September.”

USD/TRY menguat 0,22% di 8,5685 setelah bank sentral Turki mempertahankan suku bunga acuannya stabil sebesar 19% pada hari Kamis selama lima bulan seiring melonjaknya inflasi konsumen memberikan sedikit ruang penurunan.

USD/MXN turun 0,13% di 19,9192 setelah bank sentral Meksiko menaikkan suku bunga utamanya menjadi 4,5% pada hari Kamis dalam upaya untuk memerangi inflasi yang jauh di atas target bank sebesar 3%.

 

 

Equityworld Futures

Sabtu, 14 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Equityworld Futures - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan hari Kamis, setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan penyebaran varian Delta virus corona akan memperlambat pemulihan permintaan minyak global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 13 sen menjadi 71,31 dolar AS per barel. Sebelumnya, Brent melesat setingginya 71,90 dolar AS per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berkurang 16 sen menjadi menetap di 69,09 dolar AS per barel.

Laporan bulanan pengawas energi internasional itu mengatakan peningkatan permintaan minyak berbalik arah pada Juli, dan akan berlanjut lebih lambat untuk sisa tahun ini setelah gelombang terbaru infeksi Covid-19 mendorong banyak negara untuk memberlakukan pembatasan lagi.

"Pertumbuhan untuk paruh kedua 2021 telah diturunkan lebih tajam, karena pembatasan Covid-19 terbaru yang diberlakukan di beberapa negara konsumen minyak utama, terutama di Asia, tampaknya akan mengurangi mobilitas dan penggunaan minyak," 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi selama sesi AS

"Kami sekarang memperkirakan permintaan turun pada Juli karena penyebaran cepat varian Delta Covid-19 mengganggu pengiriman di China, Indonesia, dan bagian lain di Asia," tambahnya.

IEA menempatkan penurunan permintaan bulan lalu di 120.000 barel per hari (bph) dan memperkirakan pertumbuhan akan menjadi setengah juta bph lebih rendah pada semester kedua dari ekspektasi bulan lalu, mencatat beberapa perubahan disebabkan oleh revisi data.

"Laporan IEA itu tampaknya menunjukkan kita akan melihat permintaan sedikit melemah karena wabah Covid dan karena itu akan mengurangi kemungkinan yang disebut siklus super dalam minyak," kata Phil Flynn, analis Price Futures Grup di Chicago.

Dalam laporan bulanannya yang juga dirilis Kamis, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) tetap berpegang pada prediksi pemulihan yang kuat dalam permintaan minyak dunia pada 2021 dan 2022, meski ada kekhawatiran tentang penyebaran virus tersebut.

Itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat mendesak OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, untuk meningkatkan produksi guna mengatasi kenaikan harga bensin, yang dilihatnya sebagai ancaman bagi pemulihan ekonomi global.

OPEC setuju pada Juli untuk meningkatkan produksi setiap bulan sebesar 400.000 bph dibandingkan bulan sebelumnya, mulai Agustus, hingga sisa pemotongan 10 juta bph, sekitar 10% dari permintaan dunia, yang dibuat pada 2020 dihapuskan.

"Pemerintahan Joe Biden mengatakan peningkatan produksi yang baru-baru ini disepakati tidak akan sepenuhnya mengimbangi pengurangan produksi sebelumnya yang diberlakukan selama pandemi."

 

 

 Equityworld Futures

Jumat, 13 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Indeks Dolar AS Menguat Jelang Pengumuman Data Ekonomi

Equityworld Futures - Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa. Indeks dolar menguat karena pelaku pasar menunggu pengumuman data ekonomi utama.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,12% pada 93,0569. 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Tipis, Rilis Data AS Tenangkan Kegelisahan Tapering Fed

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1721 dari USD1,1741 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3839 dari USD1,3852 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7349 dari USD0,7335.

Dolar AS dibeli 110,57 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,28 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9228 franc Swiss dari 0,9200 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2526 dolar Kanada dari 1,2572 dolar Kanada.

Indeks harga konsumen AS dan indeks harga produsen, dua ukuran utama inflasi, masing-masing dijadwalkan diumumkan pada Rabu dan Kamis. 

 

 

Equityworld Futures

 

 

 

Selasa, 10 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Equityworld Futures - Harga minyak anjlok lebih dari 2 persen ke level terendahnya sehingga memperpanjang penurunan tajam minggu lalu.

Selain itu dukungan penguatan dolar AS dan kekhawatiran bahwa pembatasan baru terkait virus corona di Asia, terutama China, dapat memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot 1,66 dolar AS atau 2,4 persen menjadi 69,04 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 1,80 dolar AS atau 2,6 persen menjadi menetap di posisi 66,48 dolar AS per barel.

Itu adalah penutupan terendah bagi kedua benchmark tersebut sejak 19 Juli. Dalam perdagangan intraday, WTI jatuh ke level terendah sejak Mei.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Minyak Terus Naik, Peningkatan Kasus COVID-19 Hantui Prospek Permintaan

Sejumlah bank Wall Street, Goldman Sachs, JPMorgan dan Morgan Stanley, semuanya memangkas perkiraan pertumbuhan China, setelah pertumbuhan ekspor melambat secara tak terduga dan di tengah kekhawatiran bahwa virus korona yang bangkit kembali dapat menghambat aktivitas ekonomi.

China melaporkan 125 kasus baru Covid-19, naik dari 96 sehari sebelumnya. Di Malaysia dan Thailand, infeksi mencapai rekor harian.

Pertumbuhan ekspor China melambat lebih dari ekspektasi pada Juli setelah meningkatnya kasus Covid-19 dan banjir besar, sementara pertumbuhan impor juga lebih lemah dari perkiraan.

Impor minyak mentah China merosot pada Juli dan turun tajam dari level rekor Juni 2020.

Reli Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mencapai level tertinggi hampir tiga pekan terhadap sekeranjang mata uang lainnya, juga membebani harga minyak setelah laporan ketenagakerjaan Amerika, Jumat, yang lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat bergerak lebih cepat untuk memperketat kebijakan moneter.

Apresiasi dolar AS membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Presiden Federal Reserve Bank Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan ekonomi Amerika membaik lebih cepat dari ekspektasi dan inflasi sudah pada titik yang dapat memenuhi satu langkah ujian utama untuk awal kenaikan suku bunga.

Permintaan bahan bakar di India, sementara itu, naik pada Juli ke level tertinggi sejak April karena pelonggaran pembatasan pandemi dan penguncian di sebagian besar negara bagian, meningkatkan aktivitas industri dan mobilitas.

Analis mengatakan pasar minyak sedang mencari arah dari data bulanan yang akan dirilis pekan ini - Badan Informasi Energi Amerika pada Selasa, serta Organisasi Negara Eksportir Minyak dan Badan Energi Internasional. 


 

 Equityworld Futures

Senin, 09 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Pertahankan Produksi, Pertamina Ngebor 661 Sumur di Blok Rokan

Equityworld Futures- PT Pertamina (Persero) bakal mengebor 661 sumur minyak di Blok Rokan, Provinsi Riau, Upaya ini dilakukan untuk mencapai target produksi minyak mentah 1 juta barel per hari pada 2030.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya akan mengebor 161 sumur hingga akhir tahun 2021 ini, kemudian dilanjutkan mengebor 500 sumur pada 2022.

"Pertamina berkomitmen untuk mempertahankan produksi pascaalih kelola," 

Baca Juga :  PT Equityworld Futures : Harga Emas Kian Turun, Data Positif Ketenagakerjaan AS Indikasi Tapering Fed

Terhitung sejak, 9 Agustus 2021, operasional Blok Rokan resmi beralih dari sebelumnya dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan yang merupakan anak usaha Pertamina.

Perseroan akan mengelola wilayah kerja seluas 6.264 kilometer persegi dengan 10 lapangan utama, yakni Minas, Duri, Bangko, Bekasal, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Peger. 

Lebih lanjut Nicke menambahkan bahwa pihaknya telah menetapkan anggaran investasi guna mendorong produksi migas senilai lebih dari 2 juta dolar AS hingga 2025. Menurutnya, wilayah Blok Rokan juga memiliki potensi tidak konvensional yang dapat menunjang peningkatan produksi migas nasional.

Blok Rokan merupakan salah satu wilayah kerja strategi yang telah menghasilkan lebih dari 11 miliar barel minyak sejak tahun 1951 hingga 2021. Pada akhir Juli 2021, rata-rata produksi wilayah kerja tersebut sekitar 160,5 ribu barel per hari atau sekitar 24% dari produksi nasional dan 41 juta kaki kubik per hari untuk gas bumi. 

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 06 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah selama sesi AS

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.807,55 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,38%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.799,85 dan resistance pada USD1.835,90.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Tipis, Fed Indikasi Pengurangan Aset Bisa Lebih Cepat

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,02% dan diperdagangkan pada USD92,252.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 1,03% dan diperdagangkan pada USD25,198 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,35% dan diperdagangkan pada USD4,3475 per pon.

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 05 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.816,35 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,12%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.808,20 dan resistance pada USD1.837,50.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Lanjut Naik, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,09% dan diperdagangkan pada USD92,007.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September naik 0,44% dan diperdagangkan pada USD25,695 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,22% dan diperdagangkan pada USD4,3902 per pon.

 

 

Equityworld Futures

Rabu, 04 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Peran Penting Erick Thohir dalam Karier Greysia Polii, dari Olimpiade 2012 hingga Raih Emas

Equityworld Futures - Menteri BUMN Erick Thohir mempunyai peran penting dalam karier atlet bulutangkis Greysia Polii. Erick Thohir terus memberi semangat kepada Greysia Polii dari Olimpiade 2012, Olimpiade 2016 hingga akhirnya mendapat emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Pada Olimpiade London 2012, Erick Thohir merupakan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, sementara Greysia adalah peserta yang bertanding di cabang olahraga bulutangkis. Dia berpasangan dengan Meiliana Jauhari.

Namun, Greysia dan Meiliana harus menelan pil pahit lantaran didiskualifikasi. Perkaranya, keduanya dinilai melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak Grup C cabor bulutangkis saat menghadapi Ha Jung-eun dan Kim Min-jung dari kontingen Korea Selatan (Korsel). 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Makin Turun, Investor Tunggu Laporan Pekerjaan AS

"Mengenang kembali saat saya menjadi Chef de Mission Tim Indonesia di Olimpiade London 2012. Saat itu Greysia Polii dengan pasangannya Meiliana Jauhari harus mundur dari ajang Olimpiade,

Kendati demikian, persoalan diskualifikasi tidak membuat pemimpin kontingen Indonesia murka. Erick justru memberikan dukungan dan semangat terhadap Greysia dan Meiliana, di mana keduanya tidak bisa menyerah begitu saja.

"Sebagai CDM tidak ada waktu untuk kecewa, saya harus mengangkat kembali semangat Greysia,

Erick Thohir menyebut diskualifikasi di Olimpiade London 2012 dan upaya Greysia Polii untuk memutuskan pensiun dini sejak 2017 lalu, akhirnya terbayar di Olimpiade Tokyo 2020. 

 

 

Equityworld Futures

Senin, 02 Agustus 2021

PT Equityworld Futures : Bangga dan Haru! Cerita Erick Thohir Hentikan Kegiatan saat Greysia/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo

Equityworld Futures - Ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mengalahkan pasangan dari China, Chen Qingchen dan Jia Yifan pada final 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sports Plaza.

Kemenangan kontingen Indonesia itu membuat haru Menteri BUMN, Erick Thohir. Melalui akun Instagramnya, Erick menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan kedua perwakilan Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis.

"Tak ada kata dan rasa yang cukup yang dapat mengungkapkan betapa bahagia, haru, dan bangga atas kerja keras @greysiapolii dan @r.apriyanig siang ini," 

Erick mengakui, sebelum detik-detik kemenangan Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, dia menghentikan sejenak kegiatannya untuk menyaksikan kemenangan kedua srikandi Tanah Air. 

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Awal Pekan, Investor Nantikan Data Pekerjaan AS

Kemenangan tersebut adalah buah dari perjuangan yang tak kenal lelah untuk memperoleh medali emas dalam ajang bergensi dunia. Mantan Bos Inter Milan itu juga menilai diskualifikasi di Olimpiade London dan upaya Greysia Polii untuk memutuskan pensiun dini pada 2017 lalu, akhirnya terbayar sudah. 

"@greysiapolii dan @r.apriyanig izinkan saya dan seluruh bangsa Indonesia mengucapkan terima kasih dan selamat telah mempersembahkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Kemenangan ini pasti membawa semangat untuk kita semua,"

Dalam proses bertanding, Greysia dan Apriyani tampil menggebrak di awal game pertama. Pasangan peringkat enam dunia itu bahkan sempat unggul 4-1.

Hebatnya, mereka bisa mempertahankan konsistensi dan memperlebar jarak menjadi 7-4. Greysia dan Apriyani akhirnya memimpin saat interval 11-8.

 

 

Equityworld Futures