This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 17 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas Hadapi Resisten $1.780, Tembaga Kembali Turun Gegara COVID China

Equityworld Futures - Harga emas turun dari level resisten utama kala permintaan safe haven untuk logam ini menurun di tengah berkurangnya kekhawatiran atas eskalasi konflik Rusia-Ukraina, sementara harga tembaga juga turun lebih jauh akibat kekhawatiran terhadap penyebaran wabah COVID di China.

Harga emas juga mengalami aksi ambil untung pasca kantongi kenaikan kuat dalam empat dari lima sesi terakhir, dan masih diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga bulan.

Emas spot turun 0,32% di $1.768,12/oz, sementara emas berjangka tidak turun 0,34% di $1.770,80 menurut data Investing.com. Berkurangnya kekhawatiran akan potensi eskalasi dalam konflik Rusia-Ukraina juga melemahkan permintaan safe haven untuk logam tersebut, setelah anggota NATO mengatakan sebuah rudal yang menewaskan dua orang di Polandia kemungkinan ditembakkan oleh pasukan Ukraina yang mempertahankan diri dari rentetan rudal Rusia.

Harga logam kuning naik di sesi terakhir tatkala dolar melemah dalam ekspektasi Federal Reserve yang kurang hawkish, utamanya karena data inflasi AS yang lemah dari perkiraan menyiratkan berkurangnya tekanan harga.

Banyak anggota Fed juga mengatakan mereka mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk menghindari potensi resesi. Pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dengan nilai yang relatif lebih kecil 50 basis poin pada bulan Desember.

Kenaikan suku bunga adalah beban terbesar untuk harga emas tahun ini, karena imbal hasil yang tinggi mendorong biaya peluang untuk memiliki logam kuning. Tetapi para analis mengatakan bahwa logam tersebut kemungkinan mendapat prospek yang lebih baik berkat melandainya inflasi AS.

“Pelemahan minimal, dan tekanan tetap ke atas. Penembusan $1.780 bisa menjadi katalis untuk lonjakan lainnya dan mengurangi keraguan soal keberlanjutan reli dalam prosesnya. Dengan asumsi kedua rilis inflasi AS belum selesai," tulis analis di Oanda dalam sebuah catatan.

Dolar stabil pada hari Kamis dan mempertahankan kisaran ketat saat investor menunggu lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS.

Di antara logam industri, harga tembaga kembali turun pada hari Kamis setelah turun 1,6% di sesi sebelumnya, di tengah berlanjutnya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi negara konsumen utama China. Sementara nikel anjlok 11,62% hingga dini hari tadi, timah melonjak 6,16% di ICE London pada penutupan Selasa, dan tembaga jatuh 1%.

Tembaga berjangka turun 0,67% di $3,7320, dan tetap tertekan oleh kekhawatiran bahwa wabah COVID-19 baru di China akan semakin mengurangi aktivitas ekonomi.

Rilis data ekonomi China lebih lemah dari perkiraan, pasalnya negara itu bergulat dengan wabah COVID-19 terburuk dalam enam bulan.

Hal ini sebagian besar mengimbangi tanda-tanda pengetatan pasokan tembaga, yang disebabkan oleh gangguan di negara produsen utama Chili dan Peru.

Adapun, karet mencapai 130,90 di Singapura, batubara Newcastle ICE London di 326,80, kakao AS naik 0,32. Serta, kopi robusta di London jatuh 1,49% dan gas alam turun 0,10%.

Dari mata uang, USD/JPY turun tipis 0,01%, GBP/JPY turun 0,20%, GBPUSD turun 0,19%, EURUSD turun 0,13%, dan AUD/USD turun 0,38%.

Kripto bitcoin turun 2,97% BTC/USD dan ethereum turun 5,15% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD turun 5,39%.

 

 

Equityworld Futures

Senin, 14 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas Turun dari High 2 Bulan Imbas Aksi Profit Taking & Retorika Hawkish Fed

Equityworld Futures - Harga emas turun dari level tertinggi 2,5 bulan pada hari Senin saat komentar dari beberapa anggota Federal Reserve menyiratkan bahwa bank akan terus bertindak keras terhadap inflasi, sementara harga tembaga turun sedikit karena investor mengunci profit dari kenaikan pesatnya minggu lalu.

Harga emas mencatat minggu terbaik dalam 30 bulan setelah inflasi AS tercatat turun dari estimasi untuk bulan Oktober, meningkatkan harapan bahwa The Fed akan melunakkan sikap hawkishnya dalam beberapa bulan mendatang dan mengurangi tekanan pada pasar logam dari kenaikan suku bunga.

Ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin yang lebih kecil pada bulan Desember tumbuh substansial setelah hasil data tersebut, dengan pasar memperkirakan peluang hampir 81% dari kenaikan yang lebih kecil.

Tetapi Gubernur Fed Christopher Waller menyatakan pada hari Minggu bahwa meski bank sentral sedang mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat, itu tidak boleh dilihat sebagai lunaknya tindakan dalam pertempuran melawan inflasi.

Kendati angka inflasi bulan Oktober lebih rendah dari yang diharapkan, itu masih jauh di atas target tahunan 2% Fed. Hal ini kemungkinan akan membuat bank terus menaikkan suku bunga, sampai terlihat tanda-tanda yang jelas bahwa inflasi menurun. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan membebani pasar logam dalam waktu dekat.

Harga emas spot turun 0,4% di $1.764,24/oz, sementara emas berjangka turun dalam jumlah yang sama di $1.766,95/oz. Kedua instrumen tersebut melonjak lebih dari $90 dalam sepekan terakhir, sementara dolar melemah.

Tetapi logam kuning masih turun terhadap dolar tahun ini, di mana harga turun secara substansial dari level puncak tahunannya lebih dari $2.000. Logam ini kehilangan status safe haven-nya, dan juga sebagian besar gagal sebagai lindung nilai inflasi tahun ini akibat kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya memiliki aset yang tidak menghasilkan yield.

Di antara logam industri, harga tembaga juga turun dari level tertinggi hampir lima bulan, saat investor mengumpulkan keuntungan dari reli besar minggu lalu.

Tembaga berjangka turun 0,1% di $3,9322/oz setelah reli lebih 12% dalam dua minggu terakhir. Sentimen terhadap logam merah sangat didorong oleh China, negara importir terbesar di dunia, mengurangi beberapa langkah anti-COVID untuk pertama kalinya.

Pasar kini berharap ada potensi pembukaan kembali di China pada tahun 2023, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan tembaga. Pasokan logam merah juga diperkirakan akan mengetat dalam beberapa bulan mendatang karena gangguan di negara produsen utama Chili dan Peru.

Sementara nikel naik 5,70% hingga Sabtu lalu, timah naik 4,88% di ICE London pada penutupan Jumat, dan tembaga turun 1,15%. Sedangkan, karet naik 3,37% pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle di ICE London mencapai 326,80, kakao AS di 2.518,00. Serta, kopi robusta di London mencapai 1.833,00 dan gas alam naik 2,15%.

Dari mata uang, USD/JPY naik 0,41%, GBP/JPY turun 0,18%, GBPUSD turun 0,61%, EURUSD turun 0,39%, dan AUD/USD turun 0,34%.

Di Indonesia, IHSG turun 0,65% dan rupiah turun 0,03% di 15.494,5 per dolar AS.

Adapun kripto hari ini bitcoin turun 5,66% BTC/USD dan ethereum turun 7,25% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD jatuh 8,57%.

 

 

Equityworld Futures

Selasa, 08 November 2022

PT Equityworld Futures : Tembaga Turun di Tengah Kesengsaraan China, Emas Turun dari High 1 Bulan

 

Equityworld Futures - Harga tembaga turun lagi pada hari Selasa setelah negara importir utama China menegaskan kembali komitmennya terhadap pembatasan COVID-19, sementara harga emas bertahan di dekat level tertinggi satu bulan saat dolar turun karena ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dari Federal Reserve.

Otoritas China menepis spekulasi baru ini bahwa negara itu akan menarik kebijakan nol-COVID yang merusak secara ekonomi, saat negara itu bergulat dengan wabah terburuknya sejak Mei. Tetapi ini juga menunjukkan gangguan ekonomi yang berkelanjutan di negara itu, yang telah menurunkan minat komoditasnya.

Tembaga turun 0,7%, memperpanjang kerugian ke sesi kedua berturut-turut. Harga logam merah telah turun tajam tahun ini di tengah kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi akan menghambat permintaan dalam penggunaan industri.

Tembaga dan beberapa logam industri lainnya menguat drastis pekan lalu di tengah harapan pembukaan kembali China. Tetapi komentar dari Beijing mungkin akan membalikkan kenaikan tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Namun, pelemahan dolar AS membantu membatasi kerugian harga logam, saat investor memposisikan untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve pada bulan Desember. Greenback turun 0,6% pada hari Selasa, memperpanjang kerugian ke sesi ketiga berturut-turut.

Beberapa pejabat dari bank sentral menyuarakan dukungan untuk laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat untuk mencegah kehancuran ekonomi, bahkan ketika inflasi AS mengamuk di dekat tertinggi 40 tahun.

Dolar AS tergelincir ke level terendah hampir dua minggu pada hari Senin. Fokus minggu ini yakni data Inflasi IHK AS yang akan dirilis untuk isyarat lebih lanjut tentang bagaimana ekonomi terbesar di dunia menangani tekanan harga.

Emas mendapat dukungan paling besar dari dolar yang lebih lemah, dengan harga mendekati level tertinggi sejak pertengahan Oktober. Prospek kenaikan suku bunga yang lebih kecil menawarkan banyak kelegaan bagi investor emas, pasalnya kenaikan suku bunga menyeret harga emas dari level tertinggi tahunannya dengan meningkatkan biaya peluang memiliki emas.

Emas spot turun 0,3% setelah mencatat kenaikan kuat minggu lalu, sementara emas berjangka turun 0,46%.

Tetapi mengingat bahwa Fed baru ini mengisyaratkan bahwa suku bunga AS kemungkinan akan mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, prospek emas tetap redup dalam waktu dekat.

 

 

Equityworld Futures

Senin, 07 November 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas & Tembaga Tergelincir, Kegelisahan China Dorong Dolar

Equityworld Futures - Harga emas dan tembaga turun pada hari ini, membalikkan beberapa kenaikan tajam dari sesi sebelumnya karena komitmen ulang China terhadap kebijakan nol-COVID meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi dan mendorong dolar.

Spot gold melemah 0,4% ke $1,674,12 per ounce, sementara emas berjangka turun 0,5% ke $1,677,30 per ounce di awal perdagangan Asia. Harga logam kuning rally tajam setelah data nonfarm payrolls AS terbaca lebih kuat dari yang diharapkan untuk bulan Oktober, sementara dolar jatuh.

Tetapi greenback menahan penurunan baru-baru ini pada hari senin, dengan indeks dolar meningkat 0,2%. Pejabat kesehatan China mengatakan selama akhir pekan bahwa negara itu tetap “tidak tergoyahkan” berkomitmen pada kebijakan nol-COVID yang ketat, menghancurkan harapan poros yang memicu reli pasar saham pekan lalu.

Langkah ini menandai lebih banyak rantai pasokan dan gangguan ekonomi yang berasal dari negara itu, yang prospeknya mendorong dolar. Greenback sebagian besar telah mengambil alih emas sebagai tempat yang aman, karena kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk menahan logam kuning.

Emas juga diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan mendatang, mengingat Federal Reserve mengisyaratkan akan terus menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Pembacaan pekerjaan yang kuat minggu lalu memberi bank sentral lebih banyak ruang kepala untuk menaikkan suku bunga.

Fokus minggu ini adalah pada data inflasi AS untuk bulan Oktober, yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa tekanan harga tetap berada di dekat level tertinggi 40 tahun. Pembacaan seperti itu kemungkinan akan mengundang lebih banyak gerakan hawkish dari The Fed.

Harga tembaga turun tajam pada hari Senin di tengah prospek melemahnya permintaan di China, yang merupakan importir logam industri terbesar di dunia. Tembaga berjangka anjlok 2% ke $3,6235 per ounce, juga membalikkan reli tajam yang terlihat pada hari Jumat.

Kebijakan nol-COVID China menghentikan aktivitas ekonomi di negara itu tahun ini, membebani selera untuk impor komoditas. Dengan negara yang sekarang menegaskan kembali komitmennya terhadap kebijakan tersebut, pasar komoditas kemungkinan akan melihat kelanjutan dari tren pelemahan ini.

Namun, harga tembaga diperkirakan akan sedikit diuntungkan dari pengetatan pasokan dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena produksi melambat di Chili, produsen tembaga terbesar dunia.

Sanksi AS terhadap eksportir Rusia dan peningkatan permintaan di industri kendaraan listrik juga diperkirakan akan memperketat pasokan.

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 04 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 1,08%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.618,30 dan resistance pada USD1.673,10.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,34% dan diperdagangkan pada USD112,42.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember naik 1,53% dan diperdagangkan pada USD19,73 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember naik 2,09% dan diperdagangkan pada USD3,50 per pon. 

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 03 November 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas dan Tembaga Turun, Powell Pupus Harapan Poros Fed

Equityworld Futures - Harga emas turun, membalikkan kenaikan baru ini dari komentar hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell memupus harapan bahwa kenaikan suku bunga akan segera berakhir, sementara harga tembaga juga terpukul oleh ketidakpastian atas China untuk menarik kebijakan nol COVID-nya.

Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) seperti yang diharapkan, dan mengatakan bahwa "sangat prematur" untuk mempertimbangkan jeda kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Meski Powell mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan mungkin lebih kecil, bank sentral tampaknya semakin jauh dari akhir siklus pengetatannya daripada yang diperkirakan sebelumnya. Powell mengatakan bahwa suku bunga AS kemungkinan akan mengakhiri siklus lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Ini mendorong dolar dan yield Treasury AS, dan membebani pasar logam.

Emas spot turun 0,2% di $1,632.45/oz, dan emas berjangka turun hampir 1% di $1,634.60/oz.

Kerugian dalam logam kuning mencerminkan yang terlihat di sebagian besar pasar yang didorong oleh sentimen risiko, pasalnya komentar Powell menunjukkan bahwa tekanan dari dolar yang kuat dan imbal hasil yang tinggi kemungkinan akan menurunkan minat risiko lebih lama dari yang diharapkan.

Namun, kerugian minggu ini agak diredam oleh ekspektasi yang berkembang bahwa Fed akan melakukan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember. Trader memperkirakan 62% peluang kenaikan 50 bps pada rapat Fed berikutnya.

Harga emas anjlok tahun ini dan baru ini mencapai level terendah lebih dari dua tahun karena kenaikan imbal hasil menaikkan biaya peluang memiliki emas. Logam ini sebagian besar telah kehilangan statusnya sebagai safe-haven tahun ini, dan juga tampaknya telah gagal sebagai lindung nilai inflasi.

Dengan inflasi AS yang tetap tinggi tahun ini, kenaikan suku bunga diperkirakan akan menekan harga emas dalam waktu dekat.

Di antara logam industri, tembaga juga tertekan oleh kenaikan dolar, turun 1% dan diperdagangkan di sekitar $3,4337 pada hari Kamis. Komoditas lainnya, nikel naik 1,74% hingga dini hari tadi, timah naik 1,92% di ICE London, dan tembaga naik 0,55%. Adapun, karet naik 4,26% di Singapura, batubara Newcastle di ICE London naik 0,56%, kakao AS naik 1,62% pada dini hari tadi. Serta, kopi robusta di London mencapai 1.878,00 dan gas alam turun 1,9%.

Meski logam merah didorong minggu ini oleh rumor bahwa importir utama China berencana untuk mencabut pembatasan COVID yang ketat, kurangnya komentar resmi tentang langkah tersebut menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Selain China, pasar tembaga juga harus bersaing dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, lantaran inflasi dan suku bunga terus meningkat. Gagasan ini sangat membebani logam merah tahun ini.

Namun, pengetatan pasokan dapat meningkatkan harga tembaga pada tahun 2023, terutama jika tekanan dari suku bunga tinggi akhirnya mereda.

Di Indonesia, IHSG naik 0,25% dan rupiah turun 0,24% di 15.682,0 per dolar AS.

Sementara dari mata uang, USD/JPY turun 0,42%, GBP/JPY turun 0,19%, GBPUSD naik 0,22%, EURUSD naik 0,16%, dan AUD/USD naik 0,28%.

Untuk kripto, bitcoin turun 0,8% BTC/USD dan ethereum turun 2,24% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD turun 0,67%.

 

 

Equityworld Futures

Rabu, 02 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas Stabil sebelum Keputusan Fed, Tembaga Naik dalam Harapan COVID China

Equityworld Futures - Harga emas mempertahankan kenaikannya baru ini pada hari Rabu kala dolar AS stabil sebelum rapat Federal Reserve berakhir, sementara harga tembaga naik oleh spekulasi atas China yang berpotensi melonggarkan kebijakan ketat nol-COVID.

Harga emas spot stabil di sekitar $1,648.23/oz, sementara harga emas berjangka naik 0.1% di $1,650.80/oz. Kedua instrumen melonjak dari level terendah 10 hari, karena dolar menghentikan reli terbarunya.

Indeks dolar stabil di sekitar 111, di mana fokus beralih pada kesimpulan rapat Federal Reserve dini hari nanti. Kendati bank sentral ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps), pasar akan mengawasi indikasi apa pun dari The Fed tentang kapan bank berencana untuk mengurangi nada kebijakan hawkish-nya.

Namun, data ekonomi AS yang kuat minggu ini menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan memiliki ruang yang cukup untuk terus menaikkan suku bunga besar - sebuah skenario yang negatif untuk emas.

Harga emas telah turun tajam dari level tertinggi 2022 saat Fed mulai menaikkan suku bunga, yang menaikkan biaya peluang memiliki logam kuning, mengingat bahwa emas tidak menawarkan imbal hasil.

Pasar logam lain juga tertekan oleh kenaikan suku bunga tahun ini.

Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada hari Kamis, tatkala sebagian besar ekonomi negara di dunia berjuang melawan kenaikan inflasi.

Di antara logam industri, harga tembaga stabil setelah reli hampir 3% pada hari Selasa. Logam merah ditopang oleh rumor bahwa China berencana untuk mengurangi kebijakan nol-COVID yang ketat, yang merupakan jantung dari kesengsaraan ekonomi negara itu tahun ini.

Tembaga naik sedikit di $3,4677. Pasar China juga menguat karena rumor tersebut, seperti halnya harga minyak.

Harga logam merah anjlok tahun ini karena pertumbuhan ekonomi China melambat, mengurangi permintaan negara itu terhadap tembaga. China merupakan negara importir tembaga terbesar di dunia.

Tetapi pelonggaran aturan COVID di negara ini kemungkinan akan memacu pemulihan ekonomi yang besar, pasalnya Beijing telah meluncurkan beberapa langkah stimulus untuk membantu mendukung perekonomian.

Hal ini dapat menambah keuntungan besar di pasar komoditas, mengingat dominasi China sebagai pasar. Tetapi Beijing tidak mengeluarkan komentar resmi tentang masalah ini. Presiden Xi Jinping baru-baru ini juga menegaskan kembali komitmen negara terhadap kebijakan nol-COVID.

Tembaga juga harus bersaing dengan perlambatan aktivitas ekonomi di seluruh dunia di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga. Namun, logam merah diperkirakan akan mendapat bantuan dari pasokan yang lebih ketat dalam jangka menengah.

 

 

Equityworld Futures

Selasa, 01 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas Capai Low 10 Hari, Tembaga Turun saat Dolar Rebound

Equityworld Futures - Harga emas mencapai titik terendah 10 hari, dan pasar logam lain kehilangan lebih banyak kekuatan saat dolar rebound menjelang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan luas.

Harga emas spot turun 0,1% ke $1.631,70/oz, sementara emas berjangka turun 0,4% di $1.634,75/oz. Kedua instrumen diperdagangkan di level terendah 10 hari, setelah jatuh selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Oktober,

Harga emas akan kehilangan lebih banyak kekuatan saat kehati-hatian menjelang rapat Federal Reserve akan berakhir. Bank sentral ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps).

Tetapi prospek The Fed untuk kebijakan moneter akan diawasi dengan ketat, di tengah beberapa ekspektasi bahwa bank sentral akan melunakkan sikap hawkish-nya. Pasar beragam merespons  kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps oleh Fed pada bulan Desember, terutama dalam ekspektasi bahwa suku bunga yang tinggi kemungkinan akan mengikis pertumbuhan ekonomi.

Namun, suku bunga AS berada pada level tertinggi sejak krisis keuangan 2008, dan diperkirakan akan membuat dolar tetap optimis dan emas melemah dalam beberapa bulan mendatang. Meningkatnya yield Treasury menambah biaya peluang memiliki emas tahun ini, yang membuat investor keluar dari logam kuning.

Sebagian besar logam mulia lainnya mencatat kerugian serupa, dan juga diperkirakan akan melemah lebih lanjut seiring kenaikan suku bunga.

indeks dolar AS menguat 0,8%, melanjutkan pemulihannya ke sesi keempat berturut-turut tatkala investor memposisikan untuk kenaikan suku bunga. Kekuatan greenback juga sangat menekan pasar logam.

Di antara logam industri, harga tembaga datar di $3,3812 setelah jatuh 1,5% di sesi sebelumnya.

Data manufaktur China lemah dari perkiraan, negara importir tembaga terbesar di dunia, menimbulkan kekhawatiran baru atas melambatnya permintaan di negara tersebut.

Wabah COVID baru di negara tersebut juga diperkirakan akan mengganggu aktivitas ekonomi, yang selanjutnya dapat membebani permintaan komoditas.

Harga tembaga turun tajam tahun ini, baru-baru ini mencapai level terendah dua tahun akibat kekhawatiran atas China, kenaikan inflasi dan suku bunga menurunkan prospek permintaan.

Tetapi harga logam merah diperkirakan akan mendapat dorongan dari pengetatan pasokan dalam beberapa bulan mendatang, di tengah output yang lebih rendah dari Chili dan sanksi AS terhadap produsen Rusia.

 

 

Equityworld Futures