Rabu, 02 November 2022

PT Equityworld Futures : Emas Stabil sebelum Keputusan Fed, Tembaga Naik dalam Harapan COVID China

Equityworld Futures - Harga emas mempertahankan kenaikannya baru ini pada hari Rabu kala dolar AS stabil sebelum rapat Federal Reserve berakhir, sementara harga tembaga naik oleh spekulasi atas China yang berpotensi melonggarkan kebijakan ketat nol-COVID.

Harga emas spot stabil di sekitar $1,648.23/oz, sementara harga emas berjangka naik 0.1% di $1,650.80/oz. Kedua instrumen melonjak dari level terendah 10 hari, karena dolar menghentikan reli terbarunya.

Indeks dolar stabil di sekitar 111, di mana fokus beralih pada kesimpulan rapat Federal Reserve dini hari nanti. Kendati bank sentral ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps), pasar akan mengawasi indikasi apa pun dari The Fed tentang kapan bank berencana untuk mengurangi nada kebijakan hawkish-nya.

Namun, data ekonomi AS yang kuat minggu ini menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan memiliki ruang yang cukup untuk terus menaikkan suku bunga besar - sebuah skenario yang negatif untuk emas.

Harga emas telah turun tajam dari level tertinggi 2022 saat Fed mulai menaikkan suku bunga, yang menaikkan biaya peluang memiliki logam kuning, mengingat bahwa emas tidak menawarkan imbal hasil.

Pasar logam lain juga tertekan oleh kenaikan suku bunga tahun ini.

Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada hari Kamis, tatkala sebagian besar ekonomi negara di dunia berjuang melawan kenaikan inflasi.

Di antara logam industri, harga tembaga stabil setelah reli hampir 3% pada hari Selasa. Logam merah ditopang oleh rumor bahwa China berencana untuk mengurangi kebijakan nol-COVID yang ketat, yang merupakan jantung dari kesengsaraan ekonomi negara itu tahun ini.

Tembaga naik sedikit di $3,4677. Pasar China juga menguat karena rumor tersebut, seperti halnya harga minyak.

Harga logam merah anjlok tahun ini karena pertumbuhan ekonomi China melambat, mengurangi permintaan negara itu terhadap tembaga. China merupakan negara importir tembaga terbesar di dunia.

Tetapi pelonggaran aturan COVID di negara ini kemungkinan akan memacu pemulihan ekonomi yang besar, pasalnya Beijing telah meluncurkan beberapa langkah stimulus untuk membantu mendukung perekonomian.

Hal ini dapat menambah keuntungan besar di pasar komoditas, mengingat dominasi China sebagai pasar. Tetapi Beijing tidak mengeluarkan komentar resmi tentang masalah ini. Presiden Xi Jinping baru-baru ini juga menegaskan kembali komitmen negara terhadap kebijakan nol-COVID.

Tembaga juga harus bersaing dengan perlambatan aktivitas ekonomi di seluruh dunia di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga. Namun, logam merah diperkirakan akan mendapat bantuan dari pasokan yang lebih ketat dalam jangka menengah.

 

 

Equityworld Futures

0 komentar:

Posting Komentar