Selasa, 14 April 2015

"Carok" berlatar asmara kembali terjadi di Sampang, Madura

Sampang (ANTARA News) - "Carok" atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit kembali terjadi di Madura, Jawa Timur, Senin (13/4) malam, dan menyebabkan satu orang meninggal.

Kali ini carok terjadi di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

"Peristiwanya terjadi sekitar pukul 18.15 WIB tadi, dan kini korban tewas telah dirujuk ke Puskesmas Sokobanah," kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hari Siswo.

Ia menjelaskan, korban carok yang meninggal dunia itu bernama Asari (58) warga Dusun Pongkarep, Desa Sokabanah Daja, Kecamatan Sokobanah.

"Kami belum bisa memastikan apa yang menjadi motif pembunuhan ini, tapi kabar yang berkembang di masyarakat karena asmara," kata Hari Siswo.

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan polisi menyebutkan, kejadian bermula ketika korban sedang nonton televisi di rumah istri mudanya yang bernama Mastiah (38).

Saat itu, tiba-tiba seorang warga bernama Safik (40) yakni warga Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daja, datang ke rumah itu.

Safik merupakan mantan suami Mastiah. Keduanya telah bercerai setahun lalu.

"Si Safik ini, masuk ke rumah Mastiah yang saat itu ada suami si Asari ini, melalui pintu samping," tutur Kasat Reskrim.

Setelah itu, katanya, Safik langsung mengarahkan celurit yang ia bawa ke tubuh Asari.

Asari berupaya menghindar sembari mengambil senjata miliknya, sehingga duel antara Asara dan Safik terjadi.

Namun, naas, Asari akhirnya terkena sabetan senjata tajam Safik, hingga akhirnya korban roboh bersimbah darah.

"Setelah berhasil mengalahkan si Asari itu, si pelaku ini langsung kabur. Saat ini kami mengerahkan tim reskrim untuk mencari si pelaku itu," terang Kasat Reskrim AKP Hari Siswo.

Saat ini, situasi di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah tegang, karena keluarga korban tidak terima dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Safik itu.

Kasus carok di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang yang terjadi Senin (13/4) malam itu, merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir ini.

Pada 11 Agustus 2014, kasus carok juga terjadi di desa ini. Dua orang tewas dalam peristiwa itu, masing-masing bernama Samiran dan Muswar. Penyebabkan, karena selingkuh.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar