This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 08 Juni 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Sesi Pagi Dibuka Tertekan di Level Rp13.873/USD






Equity World Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan dibuka kembali tertekan di kisaran level Rp13.873/USD. Penyusutan mata uang Garuda saat euro menjaga tren positif. 

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.868/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.875/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.878/USD atau berbalik menyusut dari posisi perdagangan kemarin Rp13.854/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.860-Rp13.879/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan penurunan di awal sesi untuk kehilangan tipis ke level Rp13.873/USD dan menjadi sinyal negatif. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin Rp13.851/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp13.873/USD  atau tergelincir dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.852/USD. Pergerakan harian rupiah menjelang akhir pekan berada pada level Rp13.843-Rp13.876/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, euro menjaga raihan positif ketika tetap mendekati level tertinggi dalam dua pekan terhadap beberapa mata uang rival lainnya. Hal ini seiring meningkatnya harapan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan untuk mengakhiri program stimulusnya pada akhir tahun. 

Sentimen tersebut mendorong euro ke level tertinggi dua minggu di posisi 1,17955 terhadap USD, pada perdagangan Rabu, kemarin. Sementara pada perdagangan hari ini, euro dalam sesi sebelumnya diperdagangkan pada posisi 1,1781 versus USD untuk memperpanjang kenaikannya sepanjang pekan ini menjadi 1,0%.

Euro juga menguat terhadap mata uang lainnya, dengan mencapai tertinggi dua minggu seperti saat melawan franc Swiss di level 1,1640 dan terhadap Yen Jepang, menjadi  129,83. Yen melemah terhadap banyak mata uang karena meredanya kekhawatiran atas politik Italia dan reli berbasis teknologi di saham global meningkatkan sentimen risiko.

Dolar memperpanjang pemulihan dari level terendah lima minggu menjadi 108,115 terhadap Yen yang disentuh pada 29 Mei . Dalam sesi terakhir mencapai 110,15 yen, setelah mencapai tertinggi dua minggu di level 110,27 pada akhir perdagangan AS.










Equity World Futures

Kamis, 07 Juni 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Ditutup Berangsur Pulih Saat Euro Sentuh Level Tertinggi







Equity World Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore,berangsur kembali pulih, untuk melanjutkan tren positif sejak kemarin. Kenaikan mata uang Garuda mengiringi penguatan euro yang belum terbendung hingga menyentuh level tertinggi sepuluh hari. 

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.852/USD atau mencoba membaik di zona hijau dibanding penutupan sebelumnya Rp13.876/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp13.835-Rp13.883/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.854/USD atau menghijau dari penutupan kemarin Rp13.880/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.839-Rp13.887/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada pada level Rp13.851/USD untuk memperlihatkan sinyal penguatan dibandingkan sebelumnya. Posisi ini menanjak dibandingkan kemarin Rp13.905/USD.
 
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur perbaikan dengan berada pada level Rp13.875/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah berbalik menguat dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada pada level Rp13.887/USD. 

Seperti dilansir Reuters, Euro naik ke level tertinggi sepuluh hari pada hari Rabu setelah pejabat Bank Sentral Eropa mengatakan mengakhiri program pembelian obligasi bank pada akhir 2018. Menurutnya hal ini masuk akal ketika inflasi naik kembali ke targetnya.

Komentar pejabat Bank Sentral Eropa mendorong euro naik 0,4% ke level tertinggi sepuluh hari di posisi 1,17580 saat berhadapan dengan USD. Euro sendiri telah mengalami penguatan sekitar 0,8% sepanjang pekan ini dengan naik sekitar dua sen sejak menyentuh level terendah 10 bulan di posisi 1,1510 terhadap USD pada 29 Mei.










Equity World Futures

Rabu, 06 Juni 2018

PT Equity World Futures : Negara-negara Kaya Masih Subsidi Bahan Bakar Fosil






Equity World Futures - Negara-negara maju menghabiskan sedikitnya USD100 miliar (Rp1.387 triliun) per tahun untuk subsidi konsumsi minyak, gas, dan batubara. Dana itu dikucurkan meski negara-negara industri maju itu berjanji mengakhiri subsidi bahan bakar fosil pada 2025. 

Laporan itu dirilis Overseas Development Insitute (ODI) Inggris kemarin menjelang konferensi tingkat tinggi G7 di Kanada. Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) sebagai anggota Grup Tujuh (G7) berjanji pada 2016 untuk mengakhiri dukungan pada bahan bakar fosil pada 2025. Namun, studi yang dipimpin ODI menemukan mereka menghabiskan sedikitnya USD100 miliar per tahun untuk mendukung bahan bakar fosil di dalam dan luar negeri pada 2015 dan 2016.

"Pemerintah sering menyatakan mereka tidak memiliki sumber daya publik untuk mendukung transisi energi bersih," ungkap kepala penulis studi ODI Shelagh Whitley pada Thomson Reuters Foundation. "Apa yang kita ingin coba lakukan ialah menyoroti bahwa sumber daya itu di sana, tapi digunakan secara tidak efisien. G7 berjanji mengakhiri subsidi bahan bakar fosil, tapi mereka tidak memiliki sistem apa pun untuk akuntabilitas memenuhi janji itu. Mereka tidak memiliki peta jalan atau rencana," . 

Para peneliti menyelidiki setiap negara dengan melihat berbagai indikator, seperti transparansi, janji dan komitmen, serta perkembangan mereka untuk mengakhiri penggunaan, dukungan, dan produksi bahan bakar fosil. Prancis berada di rangking tertinggi dengan skor 63 dari 100 poin, diikuti Jerman 62 poin, Kanada 54 poin, dan Inggris 47 poin. AS memiliki skor terendah 42 dari 100 poin karena dukungan pada produksi bahan bakar fosil dan penarikan dari pakta global perubahan iklim 2015.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan setahun lalu dia mundur dari kesepakatan iklim yang ditandatangani 200 negara. Kesepakatan Paris 2015 meminta komitmen berbagai negara mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga naiknya suhu global di bawah 2 derajat celsius di atas era praindustri. Inggris memiliki skor terendah pada transparansi karena menyangkal bahwa pemerintah memberikan subsidi bahan bakar fosil meski mendukung pelonggaran pajak untuk eksplorasi gas dan minyak Laut Utara.

Kami tidak menyubsidi produksi atau konsumsi bahan bakar fosil. Kami mendukung negara-negara lain menghentikan subsidi bahan bakar fosil sebagai bagian komitmen kami pada janji G20 dan G7.









Equity World Futures

Selasa, 05 Juni 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Awal Bulan Juni Dibuka Mulai Pulih, USD Naik Lawan Yen






Equity World FuturesNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, dibuka berangsur mulai membaik, ke kisaran level Rp13.870/USD. Sinyal positif mata uang Garuda terjadi saat dolar masih menjaga tren penguatan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. 

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.872/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak naik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.951/USD .

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.870/USD atau berbalik menguat dari posisi perdagangan kemarin sebelum libur panjang Rp13.896/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.860-Rp13.880/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan perbaikan di awal sesi untuk sedikit membaik ke level Rp13.870/USD dan menjadi sinyal positif.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp13.868/USD atau meningkat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.889/USD. Pergerakan harian rupiah ada pada level Rp13.843-Rp13.890/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, dolar menguat terhadap Yen Jepang pada awal pekan setelah rilis laporan pekerjaan AS menumbuhkan semangat optimistis. Meski begitu ketidakpastian atas potensi risiko politik membuat prospek jangka pendek mata uang akan tertekan. 

USD bertambah 0,15% menjadi 109.660 saat melawan Yen untuk melanjutkan tren kenaikan sebesar 0,6% pada hari Jumat, kemarin. Hal ini terimbas hasil positif pertumbuhan pekerjaan AS dan kenaikan upah pada bulan Mei. 

Laporan pekerjaan AS yang kuat membantu mengimbangi faktor yang membebani dolar pada awal pekan lalu, seperti meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang mereka dari Eropa. 

Tercatat greenback merosot terhadap enam mata uang utama, terbebani oleh lonjakan euro terhadap greenback. Indeks dolar tergelincir 0,15% menjadi 94,029 setelah naik sekitar 0,2% pada akhir pekan kemarin. Sedangkan euro meningkat 0,2 persen menjadi 1,1685 untuk memulihkan sebagian besar kerugian sebelumnya.








Senin, 04 Juni 2018

PT Equity World Futures : Harga Minyak Mentah Dunia Menyusut Dua Hari Beruntun

Equity World Futures - Harga minyak mentah Amerika Serikat melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan, ketika mendapatkan tekanan dari catatan produksi minyak Negeri Paman Sam -julukan AS-. Sementara di sisi lain ekspektasi output Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) tercatat lebih tinggi. 

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS telah mengalami penurunan 13 sen atau setara 0,2% menjadi USD66,91 per barel pada pukul 02.10 GMT setelah jatuh hampir 2% pada Kamis, kemarin. Sedangkan harga minyak mentah Brent mengalami sedikit perubahan pada sesi sebelumnya usai lebih rendah 6 sen atau 0,1% di level USD77,50 per barel.

Produksi minyak mentah AS semakin meningkat hingga menyentuh rekor tertinggi sejak akhir tahun lalu. Terpantau pada Maret, produksi minyak AS telah melonjak 215.000 barel per hari (bpd) menjadi 10,47 juta barel per hari untuk menjadi rekor baru selama satu bulan berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA). 

"Produksi AS terus tumbuh, bila melihat garisnya terus menanjak. Meningkatnya penyebaran antara Brent dan WTI. Maka secara finansial masuk akal bagi pembeli untuk mengambil WTI karena harganya sangat murah," ujar Manajer Risiko Minyak Mitsubishi Corp yakni Tony Nunan. 

Sebelumnya pada Kamis, kemarin terlihat premi untuk Brent atas WTI melampaui USD11 per barel, terbesar sejak awal 2015. Hal itu telah berlipat ganda dalam waktu kurang dari sebulan, karena kurangnya kapasitas pipa di Amerika Serikat telah menjebak banyak output. "Penurunan inventaris di AS dibayangi oleh output AS yang melonjak ke tingkat rekor tertinggi," kata ANZ dalam sebuah catatan.

Minyak Brent mencapai posisi terendah tiga minggu di bawah USD75 per barel pada hari Senin, setelah OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, mengindikasikan mereka dapat menyesuaikan kesepakatan mereka untuk membatasi pasokan dan meningkatkan produksi. Sepanjang pekan ini, WTI turun 1,4% sementara Brent naik 1,4%.










Equity World Futures

Sabtu, 02 Juni 2018

PT Equity World Futures : BI 7-Day Repo Rate Naik, Pendanaan Lewat IPO Jadi Alternatif





Equity World Futures - Kenaikan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) dari 4,5% menjadi 4,75% yang dilakukan Bank Indonesia (BI), menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira bakal membuat kredit melemah. Sebab, kredit semakin mahal untuk kedepannya hingga membuat pelaku usaha mencari pendanaan alternatif lewat IPO. 



"Bagi bank tentu dampaknya bunga deposito dan kredit semakin mahal. Beberapan bank buku 3 dan 4 langsung respons dengan naikan bunga deposito 25 bps. Untuk bunga kredit lag nya 1-3 bulan," 


Untuk itu, menurutnya langkah yang harus dilakukan bagi perbankan adalah meningkatkan pendanaanan dari dalam seperti melakukan IPO, right issue hingga penerbitan obligasi


"Dengan kondisi permintaan kredit yang masih lemah, naiknya bunga kredit pasti berefek negatif ke pertumbuhan kredit bank. Untuk menekan cost of fund, pelaku usaha cenderung cari opsi alternatif pendanaan misalnya lewat IPO, right issue atau penerbitan obligasi. Proyeksi tahun ini kredit hanya tumbuh 8,5-9% (yoy)".








Equity World Futures

Kamis, 31 Mei 2018

PT Equity World Futures : Harga Minyak Bervariasi Karena Kekhawatiran Meningkatnya Pasokan








Equity World Futures Harga minyak mentah dibuka bervariasi pada perdagangan di Asia pada , karena kekhawatiran bahwa Arab Saudi dan Rusia akan memompa lebih banyak minyak mentah yang dapat membebani pasar.


Melansir dari Reuters, Arab Saudi dan Rusia telah membahas peningkatan produksi minyak, setelah sejak 2017, OPEC dan produsen non-OPEC seperti Rusia memangkas produksi. OPEC dan Rusia akan meningkatkan produksi 1 juta barel per hari untuk mengisi kekurangan pasokan dari Venezuela dan Iran yang terkena sanksi.



Harga minyak mentah Brent Internasional turun 1 sen menjadi USD75,38 per barel pada pukul 00:15 GMT. Dan harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 13 sen atau 0,2% menjadi USD66,86 per barel. 



Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu di Wina, Austria pada 22 Juni 2018, membahas kemungkinan peningkatan produksi.









Rabu, 30 Mei 2018

PT Equity World Futures : Efek Domino Nilai Dolar AS ke Daya Beli Masyarakat




Equity World Futures - Nilai dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai melemah ke level Rp 13.900 masih memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat di Indonesia.

Peneliti dari Institute dor Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan daya beli masyarakat pada puasa dan Lebaran tahun ini dikarenakan beberapa kebutuhan pokok dipenuhi oleh impor.

"Efek domino dari mahalnya bahan baku plus jasa angkutan impor membuat inflasi merangkak naik.
.

Efek domino dari nilai tukar ini dikarenakan pendapatan masih dalam bentuk rupiah, namun biaya memenuhi kebutuhan harus menggunakan dolar. Sehingga, biaya operasionalnya pun menjadi lebih tinggi.


Adapun, sebagian kebutuhan pokok yang diimpor mulai dari beras, gula, garam, gandum, kedelai, daging, bahkan sampai singkong.


"Ujungnya kalau ada kenaikan harga kebutuhan pokok, daya beli bisa menurun," jelas dia.


Selain itu, tingginya nilai dolar AS juga berpengaruh terhadap kenaikan biaya transportasi. Sebab, biaya minyak mentah masih tinggi belum lagi ditambah biaya impor.


"Besar kemungkinan harga BBM non subsidi termasuk Pertaliter akan terus dinaikkan, imbasnya bisa kemana-mana salah satunya ke kenaikan biaya transportasi.








Equity World Futures

Selasa, 29 Mei 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Menguat 125 Poin ke Level Rp14.000/USD

Equity World Futures -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan terus memulih. Awal perdagangan, rupiah di pasar spot dibuka menguat 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.095 per USD. 

Laju rupiah semakin menguat pada pukul 10.50 WIB di indeks Bloomberg, dengan terapresiasi 125 poin atau 0,88% ke Rp14.000 per USD dibandingkan akhir pekan lalu di Rp14.125 per USD.

Sementara itu, kurs rupiah di data Yahoo Finance terpantau menguat 138 poin alias 0,95% ke level Rp13.975 per USD pada Senin ini. Sementara Jumat akhir pekan lalu, mata uang NKRI berada di level Rp14.113 per USD.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Senin ini berada di level Rp14.065 per USD, terapresiasi 101 poin dari level Rp14.166 per USD di Jumat akhir pekan.

Rupiah menguat seiring sentimen domestik, dimana pemerintah dan Bank Indonesia menyatakan berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menjaga disiplin APBN, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan.

Dari faktor eksternal, indeks USD terhadap enam mata uang utama melemah 0,149 atau 0,16% ke level 94,104. Sebelumnya, USD naik ke 94,248 pada hari Jumat, tertinggi sejak 14 November 2017.

Melansir dari Reuters, Senin (28/5), melemahnya USD karena pasar mengamati  kembali terbukanya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un. Sikap Trump yang pada akhir pekan lalu membatalkan pertemuan dengan Kim Jong Un membuat ketidakpastian geopolitik di Asia Pasifik.

Dolar juga tertekan oleh membaiknya euro, yang merangkak dari level terendah 6-1/2 bulan, setelah kekhawatiran politik di Italia mereda. Euro dibuka lebih tinggi 0,35% menjadi USD1,1693 per EUR setelah jatuh pada hari Jumat ke USD1,1646 per EUR, level terendah sejak pertengahan November 2017.

"Euro telah berhasil bangkit, melalui sedikit konsolidasi. Tetapi pada dasarnya, ini masih bisa mempengaruhi mata uang euro," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo.







Senin, 28 Mei 2018

PT Equity World Futures : Anggaran THR Naik Drastis Bisa Ganggu Penerimaan Negara




Equity World FuturesKenaikan berlebih tunjangan hari raya (THR) pada tahun ini, bisa mengakibatkan pola yang tidak proporsional antara pengeluaran dengan penerimaan negara. Akibatnya ketika lonjakan THR bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak lantas mengangkat konsumsi rumah tangga, maka beban beralih kepada penerimaan pajak tahun depan. 


"Jika alokasi THR terlalu besar, sementara tidak semua ternyata dibelanjakan ke masyarakat dan ditabung. Maka kenaikan THR hanya memberatkan APBN dalam jangka panjang karena THR yang naik sekarang akan dibebankan ke penerimaan pajak tahun depan.



Seperti diketahui pemerintah menggelontorkan dana Rp35,76 triliun untuk membayar keseluruhan THR dan gaji ke-13 atau naik 68,92% dibandingkan pembayaran THR pada 2017 lalu. Menurut Bhima, uang THR biasanya tidak lantas langsung dibelanjakan melainkan ditabung sehingga tidak serta merta mengangkat konsumsi masyarakat.  

"Tidak semua uang THR langsung dibelanjakan. Bagi pensiunan misalnya ada preferensi yang berbeda, terutama bagi yang baru pensiun. Uang tambahan THR disimpan jadi tabungan. Prediksinya justru ada kenaikan DPK bank paska Lebaran. Sebagian PNS juga menggunakan THR untuk membiayai uang masuk sekolah saat tahun ajaran baru," paparnya. 

Tidak hanya itu, sambung dia secara umum masyarakat kelas menengah dalam beberapa bulan terakhir cenderung lebih banyak menyimpan uangnya karena khawatir kondisi ekonomi di tahun politik, pelemahan kurs rupiah, dan ekspektasi kenaikan harga energi. "Ini tercermin dari IKK Bank Indonesia yang menurun dari Januari hingga bulan April 2018 yakni 126,1 ke 122,2.










Jumat, 25 Mei 2018

PT Equity World Futures : Global Bond PLN 2018 Kelebihan Permintaan 3,65 Kali




         Equity World Futures - PT PLN (Persero) pada tanggal 15 Mei 2018 (waktu New York) atau tanggal 16 Mei 2018 (waktu Jakarta) menerbitkan Global Bond senilai USD2 miliar. Obligasi Global tersebut diterbitkan dalam 2 tenor yaitu senilai USD1 miliar dengan tenor 10 tahun dan senilai USD1 miliar dengan tenor 30 tahun, serta dengan tingkat bunga  masing-masing sebesar 5,45% dan 6,15%. 

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka memgatakan, keberhasilan PLN menerbitkan Global Bond tahun 2018 ini kembali membuktikan bahwa di tengah gejolak pasar global. "Surat utang PLN tetap diminati oleh qualified investors sehingga orderbook mengalami oversubscribe sekitar 3,65 kali.

Made menjelaskan, tujuan penerbitan Global Bond kali ini adalah untuk proses liability management dan sekaligus debt reprofiling. Uang yang didapat dari penerbitan sebesar USD2 miliar tersebut digunakan untuk membeli kembali (buy back) atau melunasi secara dini beberapa Global Bond PLN yang telah ada (penerbitan tahun 2007 dan 2009 yang sedianya akan jatuh tempo pada Agustus 2019, Januari 2020 dan  Juni 2037). 

Obligasi Global yang telah ada tersebut, dulu diterbitkan dengan tingkat bunga yang mahal yaitu masing-masing sebesar 8%, 7,75% dan 7,875%. Proses penerbitan Global Bond PLN dan pembelian kembali sebagian Global Bond lama tersebut menurutnya dilakukan secara simultan sehingga praktis tidak ada uang yang keluar dari kas PLN. Selain tidak mengeluarkan uang kas, imbuh Made, pada aksi korporasi kali ini, PLN sekaligus akan mendapatkan minimal dua manfaat.

Manfaat pertama, yakni untuk manajeme likuiditas (mengurangi refinancing risk) pada pertengahan tahun 2019 dan awal 2020, karena kewajiban pelunasan jatuh tempo sebesar USD750 juta (Global Bond due 2019) dan sebesar USD1,25 miliar (Global Bond due 2020) hampir seluruhnya sudah tidak ada, dan diganti dengan Global Bond baru yang baru akan jatuh tempo pada tahun 2028 dan 2048.

Yang kedua, sambung dia, untuk penghematan berjalan, karena obligasi lama dengan tingkat bunga 8%, 7,75%, dan 7,875% diganti dengan obligasi baru dengan tingkat bunga 5,45% dan 6,15%.

Selain itu, dengan aksi korporasi PLN kali ini juga sekaligus mengurangi risiko adanya tingkat bunga yang lebih mahal di masa yang akan datang karena sudah hampir pasti bahwa Fed Fund Rate akan terus dinaikan pada tahun 2018 dan 2019. Proses settlement transaksi tersebut di atas telah terjadi pada tanggal 21 Mei 2018 dan Global Bond PLN terdaftar pada Singapore Stock Exchange (SGX).








Equity World Futures 

Kamis, 24 Mei 2018

PT Equity World Futures : Charoen Pokphand Bagi Dividen Rp 918 Miliar


Equity World Futures - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyetujui rencana perseroan membagikan dividen tunai. Selain itu para pemegang saham sepakat mengangkat kembali anggota direksi dan komisaris.

Melansir keterangan resmi perusahaan, CPIN memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 36,76% dari laba bersih 2017. Nilainya mencapai Rp 918,28 miliar atau setara Rp 56 per lembar saham.

Selain pembagian dividen tunai, pemegang saham Perseroan, antara lain juga telah menyetujui laporan keuangan untuk tahun buku 2017.

Seperti diketahui per 31 Desember 2017, total aset Perseroan adalah Rp 24,5 triliun sedangkan total penjualan pada tahun 2017 adalah Rp 46,4 triliun. Laba tahun berjalan pada tahun 2017 adalah Rp 2,50 triliun. 

Rapat kali ini juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan hingga tahun buku 2022. Sehingga susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan masih sebagai berikut:

Direksi
Presiden Direktur: Tjiu Thomas Effendy
Wakil Presiden Direktur: Peraphon Prayooravong
Wakil Presiden Direktur: Vinai Rakphongphairoj
Direktur: Ong Mei Sian
Direktur: Jemmy
Direktur: Eddy Dharmawan Mansjoer
Direktur: Ferdiansyah Gunawan Tjoe

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Hadi Gunawan Tjoe
Wakil Presiden Komisaris: Rusmin Ryadi
Komisaris Independen: Suparaman S









Equity World Futures

Rabu, 23 Mei 2018

PT Equity World Futures : Ada Aksi Jual Dolar AS, Rupiah Punya Peluang Menguat





Equity World Futures
- Mulai adanya pergerakan positif pada rupiah memberikan peluang untuk kenaikan lanjutan. Meski demikian, kenaikan tersebut harus kembali diuji ketahanannya. 


"Adapun rencana Bank Indonesia yang akan meningkatkan frekuensi lelang FX Swap menjadi 3 kali seminggu setelah sejak awal Mei telah dinaikan menjadi 2 kali seminggu dengan tujuan memperkuat likuiditas rupiah yang mulai mengetat selama sebulan terakhir diharapkan dapat mengangkat nilai tukar rupiah.




Rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran level support Rp14.141 per dolar AS (USD) dan resisten Rp14.120 per per USD.




Sementara, pergerakan rupiah kemarin mampu berbalik positif. Adanya penilaian meredanya potensi perang dagang antara China dan AS seiring dengan rencana Negeri Panda itu untuk memangkas tarif produk-produk automotif dan suku cadangnya mampu memberikan sentimen positif bagi rupiah. 




"Di sisi lain, pergerakan USD juga cenderung berbalik melemah setelah terkena aksi jual pascapenguatan beberapa minggu sebelumnya. Pelaku pasar menahan diri jelang pertemuan FOMC untuk melihat bagaimana view The Fed terhadap ekonomi AS.









Selasa, 22 Mei 2018

PT Equity Word Futures : Sillo Maritime Berencana Private Placement Rp174,88 Miliar


Equity World FuturesPT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) berencana melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement sekitar Rp174,88 miliar.

Direktur Utama Sillo Maritime Perdana, Herjati mengatakan pada aksi korporasi ini, perseroan maksimal akan menawarkan saham sebanyak 219,7 juta lembar diharga Rp796 per saham. Dananya akan digunakan untuk ekspansi dan memperkuat struktur modal anak usaha.

Dia juga menjelaskan, dana private placement tersebut akan dipergunakan untuk mendanai belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan pada tahun ini yang disiapkan sebesar USD57 juta.

"Dana capex tersebut, selain berasal dari private placement juga bersumber dari pinjaman perbankan seperti Bank BNI dan KEB Hana Bank Korea,"

Menurut dia, dana private placement akan digunakan untuk penyertaan modal pada anak usaha yakni PT Suasa Benua Sukses (SBS) untuk memperkuat struktur permodalan.

Untuk capex, Herjati merincikan, sebesar USD45 juta untuk membeli kapal floating storage dan offloading (FSO) untuk perusahaan migas Petrochina. Selain itu, perusahaan juga membeli kapal tanker LPG untuk mendukung kontrak PT Pertamina (Persero).

"Jadi hingga akhir tahun ini, kapal yang kami punya akan ada 15 dari saat ini 13 kapal," kata dia.

Dengan aksi korporasi tersebut, Sillo Maritime menargetkan pendapatan sebesar USD62,52 juta pada tahun 2018, atau meningkat 35% dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya, USD46,31 juta.

Direktur Independen Sillo Maritime Perdana, Sumanto Hartanto mengaku, kinerja perusahaan pada 2017 ditopang kenaikan harga minyak mentah dunia. Tahun lalu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) rata-rata USD51,91 per barel atau naik 27% dari ICP 2016 di level USD40,13 per barel.

"Tahun ini, kami optimistis harga minyak dan gas stabil dan cenderung naik. Ini akan berkontribusi positif pada aktivitas produksi hulu migas,"

Sebagai informasi, Sillo Maritime Perdana berhasil mencetak pendapatan sebesar USD12,33 juta pada kuartal I 2018, atau naik 33% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, USD9,29 juta. Hal itu mendorong laba bersih perusahaan menjadi USD2,03 juta.

"Seluruh pendapatan perseroan diperoleh dari bisnis charter atau jasa penyewaan kapal dari klien terbesar yakni CNOOC SES Ltd dan Petrochina International Jabung Ltd,"








Senin, 21 Mei 2018

PT Equity World Futures : Tingkatkan Impor, China Bantah Menyerah pada Tekanan AS



Equity World Futures - Media pemerintah China melontarkan pujian atas mulai cairnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, media tersebut membantah bahwa Beijing menyerah pada tekanan AS.

Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa perang dagang antara AS dan China "ditunda". AS juga telah membatalkan ancaman pengenaan tarifnya dengan adanya pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan yang lebih luas. 

Sementara, sehari sebelumnya, Beijing dan Washington menyatakan akan terus melakukan pembicaraan mengenai langkah-langkah di mana China akan mengimpor lebih banyak komoditas energi dan agrikultur dari Negeri Paman Sam itu untuk mempersempit defisit perdagangan barang dan jasa AS senilai USD335 miliar per tahun dengan China.

Dalam editorialnya, China Daily menyebutkan bahwa semua pihak kini dapat merasa lega, dan mengutip Kepala Negositor China, Wakil PM Liu He, yang menyebutkan bahwa pembicaraan yang telah berlangsung antara kedua negara sangat positif, pragmatis, konstruktif dan produktif.

"Terlepas dari semua tekanan yang ada, China tidak menyerah, seperti yang dilihat Presiden AS Donald Trump. Sebaliknya, China berdiri teguh dan terus menyatakan keinginannya untuk berbicara," 

"Bahwa AS akhirnya berbagi kesediaan ini, berarti kedua pihak telah berhasil menghindari konfrontasi langsung yang pada satu titik tampaknya tak terelakkan," tambahnya.

Selama putaran awal pembicaraan bulan ini di Beijing, Washington menuntut China mengurangi surplus perdagangannya sebesar USD200 miliar. Namun, tidak ada angka yang disebutkan dalam pernyataan bersama mengenai kesediaan China menambah impor dari AS.

Harian itu menegaskan kembali bahwa China tidak dipaksa untuk meningkatkan impornya sebagai cara untuk menangkal ketegangan perdagangan antara kedua negara. 

Kesediaan itu diklaim karena China secara alami perlu mengimpor lebih banyak untuk memenuhi permintaan dari rakyatnya yang semakin makmur. "Perang dagang tidak memiliki pemenang,"








Equity World Futures