This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Biar Negara Tak Rugi, Investor Diminta Pilih Pialang Nasional


Equity World Futures  - Masyarakat diimbau berhati-hati jika ingin menanam saham ke perusahaan investasi. Pastikan bahwa perusahaan investasti yang dipilih adalah perusahaan nasional resmi yang terdaftar. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menanamkan invetasi pada perusahaan di luar negeri karena hal ini berpotensi merugikan negara. Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Agung Rihayanto menyebut saat ini banyak broker ilegal yang beroperasi. Mereka mengincar calon nasabah dan membawa dana nasabahnya ke perusahaan luar negeri.

"Broker ileggal ini merupakan perpanjangan tangan perusahaan asing. Dana nasabah mereka bawa untuk bertransaksi dengan perusahaan luar negeri," terangnya saat berbicara dalam Media workshop Peran PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia dalam Industri Perdagangan Berjangka Komoditi di Gedung Rifan Financindo Berjangka (RFB).

Dia mengatakan, jika dana masyarakat dibawa bertransaksi ke perusahaan di luar negeri, maka hal ini akan merugikan negara. Negara tidak akan mendapatkan pemasukan pajak, selain itu juga akan menutup potensi terbukanya lapangan kerja.  

"Meski demikian yang terpenting adalah masyarakat harus paham betul sebelum terjun dalam investasi di perdagangan komoditas berjangka ini. Meski potensi keuntungannya sangat tinggi namun juga high risk," 

Menurut Agung di sejumlah perusahaan investasi edukasi dan pemahaman kepada nasabah masih minim. Akibatnya banyak nasabah yang merasa rugi saat investasinya turun. Agung memberikan sejumlah tips bagi masyarakat atau calon nasabah yang ingin menginvestasikan dana di perdagangan berjangka. "Pelajari betul sistem kerjanya karena ini berisiko tinggi. Selain itu pilih perusahaan pialang nasional resmi yang sudah lama dan berpengalaman," 

Sementara itu Kepala Divisi Investasi ursa Berjangka Jakarta (BBJ) Lukas Louw juga mengajak masyarakat untuk menanamkan dananya di perdagangan berjangka yang dikelola kantor pialang nasional. Lukas mengakui bahwa invetasi di perdagangan berjangka masih belum menjadi pilihan masyarakat dan masih kalah jika dibandingkan model inventasi lainnya.

"Jumlah transaksi masih kecil, dalam enam bulan terakhir BBJ mencacat transaksi baru 700 ribuan lot. Dibanding Malaysia jumlah ini jauh, dalam sebulan mereka bisa mencatatkan 1 juta lot khusus untuk komoditas CPO saja," 

Minimnya minat masyarakat ini menurut Lukas banyak dipengaruhi oleh pemahaman di masyarakat yang kurang tentang investasi di perdagangan berjangka. Selain itu juga dipengaruhi unsur risiko yang tinggi meski sebenarnya ivestasi ini juga menawarkan sejumlah kelebihan dan keuntungan yang tinggi pula. 

Sebelumnya saat pembukaan kantor cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) beberapa waktu lalu Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang juga mengingatkan masyarakat untuk cermat dalam memilih perusahaan investasi. Menurutnya banyak perusahaan investasi ilegal yang beroperasi. Bahkan Paulus menyebut di Kota Yogya banyak pialang ilegal.  

Dalam kesempatan itu Paulus meminta masyarakat cermat jika ingin berinvestasi, memilih perusahaan yang benar-benar kredibel dan terdaftar secara resmi seperti PT RFB. Menurut Paulus, RFB berhasil menempati posisi perusahaan pialang berjangka terbaik di urutan pertama dalam Top 5 Pialang berjangka.  "Pilih perusahaan  yang legalitasnya jelas." 























Kamis, 09 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Mitra Pinasthika Mustika Catat Laba Bersih Rp4,2 Triliun


Equity World Futures - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (kode emiten: MPMX), perusahaan smart mobility Indonesia melaporkan kinerja perseroan untuk semester pertama yang berakhir 30 Juni 2018.

Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk (NPATMI) sebesar Rp4,2 triliun sepanjang paruh pertama 2018 ini, dan pertumbuhan pendapatan bersih tercatat Rp7,5 triliun, meningkat 7% dibandingkan dengan Rp7,0 triliun pada semester pertama di 2017.

Group Chief Executive Officer MPM Rudy Halim mengatakan, pencapian ini sangat tidak terduga. Dan bersyukur bahwa perseroan mencatatkan laba yang cukup baik. "Kami bersyukur melihat keseluruhan hasil pendapatan dari MPMX di semester pertama tahun ini. Selain divestasi yang sukses, bisnis inti perseroan menunjukkan kinerja yang baik dan inisiatif digital kami telah menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan," 

Hasil divestasi ini telah memperkuat neraca keuangan dan menumbuhkan bisnis dan operasi perseroan. Ditambah segmen mobilitas baru yang lebih cepat yang akan memastikan setidaknya 10% pertumbuhan year on year (Y-o-Y) dalam EBITDA Group secara keseluruhan pada tahun 2019 dan seterusnya.

"Sehingga dapat terus memberikan pengembalian kepada pemegang saham berupa pembagian dividen yang lebih baik dan secara konsisten," 

Pertumbuhan positif ini sebagian besar didukung oleh kinerja yang solid khususnya dari segmen Distribusi dan Ritel, dimana penjualan sepeda motor nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan di paruh pertama tahun ini.

Sementara, Laba Utama (laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk NPATMI setelah menyesuaikan Aktifitas di Luar Usaha dan penyesuaian atas MTM derivatif)tercatat Rp219 miliar, naik 10% dibandingkan semester pertama 2017. Segmen Distribusi dan Ritel menunjukkan pertumbuhan yang kuat, demikian pula dengan bisnis di segmen Asuransi dan Keuangan. 

Posisi kas dan rasio leverage perseroan semakin diperkuat oleh transaksi divestasi strategis. Hasil dari transaksi menunjukkan fokus perseroan untuk meningkatkan faktor-faktor utama dalam keuangan sambil tetap mempertahankan pertumbuhan bisnis.

Per 28 Juni 2018, PT Federal Karyatama (FKT) secara resmi tidak dikonsolidasi dalam laporan keuangan MPMX. Pendapatan dari FKT tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam jumlah keseluruhan grup dan keuntungan dari paruh pertama di 2018 akan dicatat dalam "operasi yang dihentikan" dalam laporan rugi laba.



















Equity World Futures

Rabu, 08 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Melemah Secara Halus


Equity World Futures - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus dijaga agar tidak melemah secara mendalam.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pelemahan mata uang Garuda dijaga secara halus supaya tidak bergejolak secara signifikan, sehingga berdampak ke stabilitas industri keuangan.

"Transisinya smooth (halus). Makanya peran pemerintah termasuk Bank Indonesia untuk bisa mengatur volatilitas supaya tidak terlalu liar," 

Wimboh menjelaskan, transisi pelemahan rupiah dibuat secara perlahan supaya berbagai industri dapat bersiap melakukan antisipasi ketika sudah melemah cukup dalam.

"Bahaya itu kalau mendadak dan tidak siap. Artinya kalau yang punya utang luar negeri, ya pelan-pelan untuk melakukan hedging. Kalau yang importir, ya sudah harus siap bagaimana mitigasinya,"

Menurutnya, nilai tukar rupiah pernah berada di bawah level Rp10.000 per USD hingga menembus di atas Rp14.000 per USD seperti sekarang. Tetapi hal tersebut dilewati dengan aman berkat volatilitas dijaga secara halus.

"Asal transisinya smooth, ya buktinya dilewati dengan aman. Kadang orang berandai-andai yang sebenarnya menakuti diri sendiri."





















Equity World Futures

Selasa, 07 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Akhirnya, Pemerintah Batal Rombak Kebijakan DMO Batu Bara


Equity World Futures - Pemerintah akhirnya membatalkan rencana mengubah kebijakan kewajiban memasok pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO) untuk batu bara. Salah satu yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah dampak perubahan kebijakan tersebut bagi keuangan PT PLN (Persero).

"Untuk DMO batu bara, arahan Presiden diputuskan sama seperti sekarang. Tidak ada perubahan," 

Jonan juga memastikan pemerintah tidak akan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) baru terkait patokan harga batu bara DMO untuk BUMN setrum tersebut. Dengan begitu, mekanisme harga masih sama seperti yang berlaku saat ini.

"Keputusan Presiden ini jalan saja seperti sekarang. DMO itu undang-undang (UU). Mandat dari UU No 4/2009 tentang Minerba. Nah besarannya diatur oleh Menteri. Kalau price cap USD70 itu diatur oleh PP. Jadi tetap sama,"

Jonan menambahkan, besaran DMO juga tetap mengikuti kebutuhan nasional yang menurut perhitungan saat ini sebesar 25%. "Ya sudah itu. Hitungan saya 25%. Masih tetap," 

Terkait efektivitas pelaksanaan DMO, Jonan mengatakan hal tersebut harus ditanyakan langsung kepada pelaku di lapangan. Dia mengatakan pemerintah hanya mewajibkan dan menerima laporan dari PLN.

"PLN kan kira-kira 20%. Kami menerima laporan siapa yang sudah jual ke PLN. Kalau memang dia kalori lebih tinggi, kan bisa saja dia beli yang kalori lebih rendah terus dicampur. Kan upayanya banyak. Bisa kok,"

Direktur Utama PLN Sofyan Basir membenarkan bahwa ketentuan DMO batu bara tetap berlaku seperti sebelumnya. Dia mengatakan, jika ketentuan itu dicabut maka alokasi subsidi untuk listrik mau tidak mau harus ditambah. "Iya harus subsidi. Subsidi besar-besaran," 

Sofyan menjelaskan, jika DMO dicabut maka jumlah yang harus dibayar PLN untuk menyediakan batu bara bagi pembangkit listriknya lebih dari Rp30 triliun. "Sekarang (harga batu bara) sudah USD120-an per ton kan ya? Berarti kan besar sekali, mungkin di atas Rp30 triliun."





















Equity World Futures

Senin, 06 Agustus 2018

PT Equity World Futures :Perusahaan Pialang Ilegal Marak di Yogya


Equity World Futures - Perusahaan investasi terus berkembang di Indonesia termasuk di Yogyakarta. Meski demikian masyarakat diminta tetap hati-hati jika ingin berinvestasi, lantaran  banyak perusahaan illegal alias belum terdaftar secara resmi.

“Pilih perusahaan yang kredibel. Yang sudah terdaftar resmi pemerintah,” terang Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stphanus Paulus Lumintang di hadapan wartawan usai peresmian kantor cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di komples ruko Malioboro City KM 8.

Menurut Paulus, di Yogyakarta marak dengan perusahaan pialang illegal tersebut. “Yogyakarta itu sarangnya (perusahaan illegal). Kita sudah berusaha merangkul beberapa menjadi member anggota kami,”

Lebih jauh Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada perusahaan yang belum memiliki legalitas. Masyarakat diminta cermat, jika ingin berinvestasi untuk memilih perusahaan yang benar-benar kredibel dan terdaftar secara resmi seperti PT RFB. 

Menurut Paulus, RFB berhasil menempati posisi perusahaan pialang berjangka terbaik di urutan pertama dalam Top 5 Pilang berjangka. “Pilih perusahaan yang legalitasnya jelas,” 

Sementara itu  Chief Businnes Officer PT RFB, Teddy Prasetya mengungkapkan Yogyakata adalah salah satu kota dengan wilayah agraris yang luas serta memilki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Selain itu, Yogyakata memiliki lebih dari 35.900 investor potensial berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia.

''RFB tertarik untuk melakukan ekspansi, karena para pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi pasar PBK di Indonesia sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda Kota Yogyakata untuk menjadi pialang handal dan profesional,''

Upaya ekpanasi RFB lewat kantor cabang terbaru ini tidak lepas dari besarnya potensi industri pilang berjangka di tanah air. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Peragangan menyenbut bahwa industri perdagangan berjangka komiditi (PBK) di Indonesia selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi sebesar 6,40% pada 2016 dan 0,48% pada 2017. 

Kemudian pada semester 1-2018 tumbuh 30,15% dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Kami menargetkan 100.000 lot transaksi dan 300 nasabah untuk tahun pertama Kantor Cabang Yogyakarta. Sementara untuk kinerja perushaan secera keseluruhan, RFB mematok penambahan 3.000 nasabah baru dengan total transaksi 1 juta lot di akhir 2018.” 


















Equity World Futures

Jumat, 03 Agustus 2018

PT Equity World Futures : The Fed Buat USD Melambung, Rupiah Limbung ke Rp14.478


Equity World Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, ditutup limbung. Mata uang NKRI di indeks Bloomberg berakhir bearish 38 poin atau 0,26% ke level Rp14.478 per USD, dibandingkan penutupan Rabu kemarin di level Rp14.440 per USD. Hari ini rupiah diperdagangkan di Rp14.442-Rp14.478 per USD.

Sementara, ini terperosok 40 poin atau 0,28% ke level Rp14.470 per USD, berbanding Rp14.430 per USD pada penutupan sehari lalu. Kamis ini rupiah diperdagangkan di Rp14.433-Rp14.475 per USD.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menetapkan rupiah pada hari ini berada di Rp14.446 per USD, lebih rendah 4 poin dari Rabu kemarin yang berada di Rp14.442 per USD.

Selain rupiah beragam mata uang Asia lainnya tidak berdaya menghadapi dolar AS yang menguat saat kekhawatiran perang dagang sedang melanda. Yuan China turun 0,2% menjadi 6,8372 per USD. 

Meski bank sentral AS The Fed tetap mempertahankan suku bunga, namun The Fed mengatakan pertumbuhan ekonomi AS telah meningkat dan pasar tenaga kerja terus menguat.

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2018 meningkat hingga 4,1%, tertinggi sejak 2014. Adapun tingkat pengangguran mencapai titik terendah sejak Desember 1969 dan upah tenaga kerja meningkat sejak tahun 2008. Pernyataan The Fed yang optimistis soal fundamental ekonomi AS membuat dolar melambung meski ada kekhawatiran perang dagang dengan China.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang, naik 0,3% menjadi 94,863, dari terendah level 3-1/2 minggu pada pekan lalu di 94,084. Alhasil, euro jatuh serendah USD1,1626 atau 0,3%, terlemah sejak 27 Juli. Poundsterling Inggris turun 0,4% menjadi USD1,3078.






















Equity World Futures

Kamis, 02 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Keputusan The Fed Kuatkan Dolar AS, Rupiah Terpukul ke Rp14.458


Equity World Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melanjutkan pelemahan di pasar spot. Rupiah di indeks Bloomberg dibuka tertekan 0,07% atau 9 poin ke level Rp14.449 per USD.

Laju rupiah semakin terpukul pada pukul 10.40 WIB, dengan terdepresiasi 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.458 per USD, dibandingkan penutupan Rabu kemarin di level Rp14.440 per USD.

Dimana mata uang NKRI terjerembab 22 poin atau 0,15% menjadi Rp14.452 per USD, berbanding Rp14.430 per USD pada penutupan sehari lalu.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menetapkan rupiah pada hari ini berada di Rp14.446 per USD, lebih rendah 4 poin dari Rabu kemarin yang berada di Rp14.442 per USD.

Dolar AS tetap berada di level terkuat terhadap mata uang uatam pada Kamis ini, setelah bank sentral AS, Federal Reserve memberika penilaian optimis terhadap ekonomi Negeri Paman Sam dan tetap pada jalur untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. 

Hasil rapat The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) di level 1,75%-2%. Otoritas moneter AS melihat peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini. Adapun investor memperkirakan langkah penaikan suku bunga terjadi pada pertemuan bulan September dan Desember.

Hasil ini membuat indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lebih tinggi menjadi 94.660, jauh dari level terendah 3-1/2-minggu di 94,084 yang dicapai pekan lalu.

"The Fed menyampaikan komentar yang agak hawkish dalam pernyataan yang menekankan kekuatan ekonomi AS sehingga secara keseluruhan dolar sedikit lebih kuat." 





















Equity World Futures

Rabu, 01 Agustus 2018

PT Equity World Futures : Harga Minyak Merosot Karena Naiknya Pasokan Minyak Mentah AS


Equity World Futures - Harga minyak jatuh pada perdagangan, setelah data industri menunjukkan pasokan minyak mentah AS meningkat. Ini menjadi penurunan bulanan terbesar dalam dua tahun. 

Harga minyak Brent International turun 29 sen atau 0,4% menjadi USD73,92 per barel pada pukul 00:44 GMT, menambah kerugian 1,8% pada sesi sebelumnya. Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 44 sen atau 0,6% menjadi USD68,32 per barel, setelah turun hampir 2% pada Selasa.

Alhasil, Brent telah turun lebih dari 6% selama bulan Juli, sedangkan minyak mentah WTI merosot sekitar 7%. Ini menjadi penurunan bulanan terbesar untuk kedua benchmark sejak Juli 2016.

Data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat naik 5,6 juta barel pada pekan lalu. Sementara, data resmi dari Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis pada hari Rabu waktu AS atau Kamis waktu Indonesia.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters menunjukkan, harga minyak kemungkinan akan terus stabil tahun ini dan tahun depan karena peningkatan produksi dari OPEC dan Amerika Serikat untuk memenuhi meningkatnya permintaan dari Asia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah berjanji untuk meningkatan produksi, demi mengimbangi pasokan minyak yang menurun karena sanksi ekspor terhadap Iran, negara produsen minyak terbesar ketiga di OPEC.

Sanksi ekspor AS terhadap Iran sudah mulai memangkas ekspor Iran, dimana pembeli dan pelanggan terbesarnya dari Asia. Ekspor minyak Iran pun kian turun ke level terendah tujuh bulan pada Juni kemarin.





















Equity World Futures

Selasa, 31 Juli 2018

PT Equity World Futures : Produk Sarung Tangan Laris, Pendapatan MARK Naik 46,9%

Equity World Futures - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan pendapatan sebesar Rp155,45 miliar di semester I/2018, naik 46,9% dari Rp105,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Naiknya pendapatan perseroan didorong tingginya permintaan produk sarung tangan kesehatan dunia.

P‎residen Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan mengatakan, permintaan pasar terhadap produk sarung tangan kesehatan secara global sangat tinggi dan berdampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan perusahaan. 

"Hal tersebut s‎ejalan dengan permintaan yang tinggi, kami optimistis bisa menjaga kesehatan kinerja jangka panjang yang baik untuk bisa dipertahankan," 

Ridwan menjelaskan, porsi terbesar berasal dari ekspor sebanyak 97%, dan sisanya 3% masih dari lokal ekspor yang besar karena posisi perusahaan‎ sebagai salah satu produsen hand former dengan pangsa pasar 35%. "Karena itu, pasar ekspor masih menjadi tujuan utama pasar perusahaan," 

Peningkatan pendapatan ini berdampak ke laba bersih perusahaan yang melonjak 132,1% dari Rp15,74 miliar di semester I/2017 menjadi Rp36,54 miliar pada semester I/2018. Sementara, lanjut Ridwan, laba kotor perusahaan tumbuh 91,8% dari Rp33,76 miliar semester I/2017 kini menjadi Rp64,76 miliar di semester I/2018

Dia menambahkan, untuk tingkat beban operasional tercatat sebesar Rp14,24 miliar dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan sebesar ‎9,2% ditopang penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah.

"Laba bersih kurs sebesar Rp914,56 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya rugi kurs Rp514,61 juta."





















Equity World Futures

Senin, 30 Juli 2018

PT Equity World Futures : Semester I/2018, Pendapatan Bersih Krakatau Steel Naik 34,75%


Equity World Futures - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat peningkatan kinerja yang signifikan pada semester I/2018. Pendapatan bersih Krakatau Steel meningkat 34,75% dengan kenaikan keuntungan sebesar 7,82%. Di semester I/2018 Krakatau Steel juga membukukan laba operasi yang meningkat sebesar 110,19%.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, perseroan mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 24,44% menjadi 1.046.661 ton. Hal ini diikuti dengan kenaikan pendapatan 34,75% menjadi USD854,27 juta yang berakibat pada peningkatan laba operasi sebesar 110,19% menjadi USD9,34 juta.

"Salah satu faktor yang mendukung peningkatan pendapatan di Semester I/2018 ini adalah adanya peningkatan harga jual dari produk baja HRC (Hot Rolled Coil)," 

Dia melanjutkan, harga jual HRC meningkat dari USD640-USD680 per ton pada triwulan I/2018 menjadi USD740 per ton di awal Juni 2018. Harga jual rata-rata HRC meningkat 12,52% year on year (yoy) menjadi USD660 per ton dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar USD587 per ton.

"Penjualan produk tertinggi pada semester ini adalah HRC, peringkat kedua adalah CRC (Cold Rolled Coil) dan peringkat ketiga adalah long product. Produk HRC mengalami peningkatan volume penjualan 47,10% dengan total penjualan sebesar 576.652 ton, CRC meningkat 9,71% sejumlah 288.608 ton dan long product sebesar 4,27% dengan total penjualan 141.824 ton," 

Sementara Direktur Pemasaran Purwono Widodo mengatakan, perseroan terus memacu volume penjualan di tengah gempuran impor produk baja dan unfair trade yang tengah dihadapi saat ini. Dia mengungkapkan, pada triwulan I/2018 telah terjadi peningkatan volume impor baja paduan dari China sebesar 59% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Peningkatan impor tersebut hanya terjadi pada Indonesia. Sementara pada negara ASEAN lainnya hal tersebut tidak terjadi," 

Dia melanjutkan, penyalahgunaan kategori pos tarif baja paduan, praktek circumvention yang dilakukan oleh eksportir China, dan kebijakan pemerintah untuk menghapus ketentuan Pertimbangan Teknis melalui Permendag sangat berdampak pada industri baja dalam negeri. 

"Kami harap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali permendag tersebut dan mendukung industri baja domestik."
















Equity World Futures

Jumat, 27 Juli 2018

PT Equity World Futures : Laba Bersih Naik 60%, United Tractor Selamatkan Kinerja Astra


Equity World Futures - Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester I tahun ini terselamatkan oleh kinerja entitas usahanya di sektor alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Sektor itu berhasil menyumbang laba bersih yang naik 60% menjadi Rp 3,28 triliun.

Melansir keterangan resmi perseroan,  anak usaha ASII, PT United Tractors Tbk (UT) melaporkan peningkatan laba bersih 60% menjadi Rp5,5 triliun. Kenaikan itu terutama disebabkan peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, sebagai dampak dari peningkatan harga batu bara.

Pada bisnis mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu meningkat 37% menjadi 2.400 unit. Catatan itu juga diikuti dengan peningkatan pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan yang juga meningkat. 

Sementara anak usaha UT kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) mencatat peningkatan produksi batu bara sebesar 8% menjadi 56 juta ton dan kenaikan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 23% menjadi 445 juta bank cubic metres. 

PAMA melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 22% menjadi 4,4 juta ton. Lalu anak usaha lainnya PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), perusahaan berhasil mencatat penjualan batu bara sebanyak 342.000 ton.

Lalu, PT Acset Indonusa Tbk yang 50,1% sahamnya dimiliki UT, melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 14% menjadi Rp 73 miliar. Hal itu lantaran adanya kenaikan pendapatan dari proyek yang sedang berjalan, yang bertambang Rp 300 miliar.

Sebelumnya kinerja PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang 6 bulan pertama tahun ini kembali meningkat. Tercatat laba bersih ASII pada semester I-2018 sebesar Rp 10,38 triliun. Angka itu naik 11% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,34 triliun.























Equity World Futures

Kamis, 26 Juli 2018

PT Equity World Futures : Rupiah Ditutup Stabil di Zona Hijau Saat Pounds Jatuh


Equity World Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan,  ditutup stabil di zona hijau untuk melanjutkan sinyal perbaikan sejak kemarin. Membaiknya mata uang Garuda mengiringi kejatuhan poundsterling di tengah potensi kenaikan suku bunga acuan. 

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore tertahan di level Rp14.455/USD atau tidak berubah dari sebelumnya. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.408 hingga Rp14.470/USD 

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah berbalik menguat menjadi Rp14.463/USD dari penutupan kemarin Rp14.475/USD. Posisi tersebut lebih baik dari dengan pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.431-Rp14.471/USD.

Rupiah sore ini juga stagnan pada posisi Rp14.455/USD yang tidak beranjak dari kemarin. Meski begitu posisi ini menunjukkan perbaikan rupiah tetap berjalan setelah sempat terpuruk sangat dalam. 

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur perbaikan di level Rp14.443/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai mencoba pulih dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.515/USD.

Di sisi lain, Poundsterling masih berjuang untuk mencoba stabil baik terhadap dolar maupun euro pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya ketidakpastian atas negosiasi Brexit. Perkiraan Bank of England bakal menaikkan suku bunga pada pekan depan yang mencuat, belum mampu mendongkrak pounds. 

Pada pergerakannya pounds sempat menanjak naik ke level 1,3213 versus USD terhadap dolar yang lebih lemah dan menjadi level terkuatnya sejak 17 Juli. Akan tetapi pounds menyerah untuk kemudian selanjutnya berbalik ke zona merah. Pounds diperdagangkan turun 0,1% pada posisi 1,3180 terhadap USD

Poundsterling yang jauh lebih tidak stabil terhadap euro, hampir tidak berubah di level 88,91. Sedangkan Euro naik 0,1% menjadi 1,1738 versus USD hingga memperpanjang kenaikan setelah mendapatkan tambahan 0,4% pada hari sebelumnya. Di tempat lain, indeks dolar bertahan di posisi terendah dua pekan terhadap enam mata uang utama atau turun 0,25% menjadi 94.131.






















Equity World Futures

Rabu, 25 Juli 2018

PT Equity World Futures : IHSG Berakhir Lanjutkan Tren Positif, Bursa Jepang Melesat


Equity World Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan,  tertahan di zona hijau, meski kenaikannya tidak terlalu besar. IHSG ditutup menguat 2,05 poin atau 0,03% ke level 5.933,89.

Bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I berada dalam jalur positif dengan tambahan 4,77 poin atau 0,08% menjadi 5.936,61. Sedangkan pada sesi pembukaan bursa saham Tanah Air turun 6,790 poin setara 0,114% di posisi 5.925,05 poin dari penutupan sebesar 5.931,84 poin. 

Sektor saham hingga perdagangan sore mayoritas berada dalam jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor aneka industri dengan tambahan 2,67% diikuti pertambangan dengan lompatan 1,44% dan pelemahan terdalam terjadi pada infrastruktur anjlok 1,87%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,48 triliun dengan 10,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp13,60 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,61 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,62 triliun. Tercatat sebesar 197 saham menguat, 199 melemah dan 121 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp225 menjadi Rp6.875, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp100 di posisi Rp4.460 dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) meningkat Rp85 menjadi Rp1.540.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp800 ke level Rp70.550, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp250 menjadi Rp21.500 serta PT Xl Axiata Tbk (EXCL) berkurang Rp110 menjadi Rp2.870.

Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan, Rabu saat indeks patokan Jepang dan Hong Kong melompat tinggi. Sebagian pasar saham di wilayah Asia mengikuti jejak membaiknya Wall Street di tengah penguatan laporan perusahaan. 

Tercatat indeks Nikkei Jepang berakhir meningkat 0,46% atau 103,77 poin ke level 22.614,25 ditopang kinerja positif sektor produsen baja dan logam. Di antaranya JFE Holdings melesat naik 2,98% dan Nisshin Steel rally 2,21%. Di sisi lain Mitsubishi Motors jatuh sangat dalam mencapai 2,91%. 

Pasar saham China menyelesaikan sesi perdagangan hari ini dengan kecenderung mendatar, saat komposit Shanghai lebih rendah 0,04% menjadi 2.904,37 untuk menghentikan tren penguatan dalam tiga sesi beruntun. Sedangkan komposit Shenzhen yang lebih kecil menyusut 0,07% di posisi 1.624,72.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng hingga perdagangan sore bertambah 258,33 poin setara 0,90% di level 28.920,90 dengan keseluruhan perolehan indeks berada dalam jalur zona hijau dipimpin lonjakan tertinggi sektor pelayanan serta energi.

Sementara pelemahan terjadi pada bursa Korea Selatan, Kospi tergelincir 0,31% ke poisi 2,273.03 untuk menjadi sinyal kebangkitan usai sebelumnya saham teknologi melemah. Penuruan juga terlihat pada bursa saham Australia dengan kehilangan mencapai 0,29% serta berakhir di 6.247,60.























Equity World Futures