This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : IHSG Anjlok karena Harga Premium Batal Naik?


EquityWorld Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali terjungkal. Hingga jeda sesi I saja sudah anjlok 1,82% ke level 5.714,496. Adakah kaitan IHSG anjlok dengan penundaan kenaikan harga BBM Premium?

Menurut Analis Paramita Alfa Sekuritas William Siregar, anjloknya IHSG lebih disebabkan karena pelemahan indeks global. Penyebabnya lantaran kenaikan yield obligasi di AS.

"Yield obligasi menguat yang mengindikasikan perpindahan arus dari pasar modal ke aset yang lebih safety di obligasi AS. Oleh karena itu Wall Street merah semua kemarin," 


Indeks Dow Jones hari ini jatuh 1% ke level 25.264. Lalu Indeks Nikkei 225 turun 4,75% ke 22.549, indeks Hang Seng turun 3,76% ke 25.207, Shanghai Composite Index turun 4,34% ke 2.607 dan Strait Times Index Singapura turun 2,64 ke 3.048.


"Apalagi IMF baru cut pertumbuhan global kan kemarin, karena meningkatnya tensi global. Jadi investor memilih untuk save asetnya sementara di aset dengan resiko minimal, dan kebetulan yield-nya juga naik. Jadi menarik buat Investor," 

Hari ini memang investor asing juga melakukan aksi jual di pasar modal Indonesia. Tercatat net sell asing di seluruh pasar sebesar Rp 606,64 miliar.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali juga memiliki pandangan yang sama. Pasar modal Indonesia terpengaruh dengan anjloknya pasar saham global.

Dia memprediksi hari ini IHSG bergerak dalam rentang support 5.660 dan resistance 5.782. "Support 5.782 tapi sudah lewat, jadi support baru di level 5.660. Resistance yang baru pakai support sebelumnya 5.782," 

Jadi, analis berpendapat, anjloknya IHSG lebih disebabkan karena pelemahan indeks bursa global.


























EquityWorld Futures

Rabu, 10 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Ini Agenda Hari Ketiga Pertemuan IMF-WB di Bali


EquityWorld Futures - Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang membahas ekonomi dunia hingga ekonomi Indonesia. 

Pada hari ketiga ini, dari daftar agenda yang diterima detikFinance, mulai dari pertemuan Gubernur BI dengan Gubernur The Fed, seminar pertumbuhan ekonomi hingga tema pembangunan masih jadi topik pembahasan. 

Bank Indonesia (BI) juga akan menggelar pertemuan dengan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve. Bertema BI-Fed NY Central Banking Forum yang akan membahas tentang sistem moneter internasional. Pertemuan ini berlangsung di Conrad Hotel, Benoa. Mulai pukul 08.30 WITA - 11.00 WITA.

Selanjutnya seminar bertajuk Inclusive Economic Growth: Reducing Porverty and Inequality ini diorganisir oleh Bappenas. Sebagai pembicara akan hadir Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur The SMERU Reserach Institute Asep Suharyadi, Menteri Sosial dan Digital Ekonomi Thailand Pichet Durongkaverote, Menteri Ekonomi Malaysia Dato' Seri Mohamed Azmin bin Ali, Mantan menteri keuangan Chatib Basri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Seminar ini digelar pukul 08.30 WITA - 17.30 WITA di Anvaya Hotel & Resort.

Kemudian juga ada seminar Tri Hita Karana Sustainable Development Forum. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan memberikan sambutan dalam acara ini. Kemudian turut hadir President World Bank Group Jim Kim dan Chairman Unilever Group Paul Polman. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga dijadwalkan hadir, Menteri Kominfo Rudiantara dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Seminar yang digelar pukul 08.30 WITA - 18.30 WITA di Sofitel, Nusa Dua ini akan membahas tentang penerbitan greend bond hingga pariwisata.

Selain mengikuti rangkaian acara, peserta dan delegasi juga bisa menikmati paviliun Indonesia yang kemarin diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Art Bali yang diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
























EquityWorld Futures

Selasa, 09 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Bulog Sudah Realisasi Impor Beras Sebanyak 1,8 Juta Ton


EquityWorld Futures - Perum Bulog telah merealisasi seluruh kontrak impor beras sebanyak 1,8 juta ton. Realisasi tersebut dari kuota izin yang diberikan pemerintah sebanyak 2 juta ton.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan saat ini pengiriman beras tahap terakhir telah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya. Beras tersebut sedang dalam proses pembongkaran untuk dimasukkan ke dalam gudang.

Adapun, jumlah beras dalam pengiriman tahap terakhir sebanyak 200 ribu ton dan berasal dari India dan Pakistan.

"Yang 200 ribu ton itu sudah masuk, sudah di pelabuhan sekarang lagi proses pembongkaran. Jadi setiap malam dibongkar 100 kontainer, dimasukin ke gudang di Kelapa Gading sama yang di Surabaya,"


"Ini sudah selesai ya izinya juga sampai dengan Oktober saja. Asalnya dari India dan Pakistan," paparnya.

Tri mengungkapkan saat ini beras impor tersebut belum semuanya masuk ke dalam gudang Bulog karena masih ada beberapa yang berada di pelabuhan. Sedangkan beras yang berada di gudang hari ini berjumlah 2,5 juta ton.

"Realisasi memang segitu tapi belum masuk semua ke gudang. Pokoknya yang digudang sekarang baru 2,4 sampai 2,5 juta ton,"


Sekadar informasi, pemerintah menugaskan Bulog untuk mengimpor guna memastikan pasokan beras aman dan juga untuk mendorong harga beras di dalam negeri turun.
























EquityWorld Futures

Senin, 08 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : IHSG Menanjak Naik 31,230 Poin di Awal Sesi, Bursa China Ambruk


EquityWorld Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini,  dibuka menanjak naik ketika kebanyakan bursa Asia memerah. Pagi ini, IHSG meningkat 31,230 poin atau setara 0,545% ke level 5.763,16. 

Posisi tersebut terlihat lebih baik dibandingkan penutupan Jumat, kemarin yang terpaku di 5.731,93. Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan H.M. Sampoerna Tbk (HMSP).

Hingga pukul 09.09 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR naik 1,93% jadi Rp43.500 per unit. Adapun harga saham BBCA naik 0,65% ke Rp23.200, HMSP naik 0,80% jadi Rp3.770, BMRI naik 0,40% ke Rp6.300, dan BBRI naik 0,67% jadi Rp3.000 per unit.

Di sisi lain, pasar saham Asia secara luas terlihat mengalami penurunan setelah Bank Sentral China memangkas persyaratan cadangan perbankan selama akhir pekan. Pada daratan China, indeks Hang Seng di Hong Kong tergelincir 0,62% dalam aksi perdagangan awal. 

Pasar saham China mulai kembali diperdagangkan pertama kalinya sejak liburan Golden Week berakhir. Terpantau komposit Shanghai turun 2,57% di awal sesi sementara komposit Shenzhen turut menurun sekitar 2,54%.

Dalam catatan pagi, Mizuho Bank mengatakan keputusan bank sentral "meningkatkan kapasitas bank untuk membiayai investasi infrastruktur, membantu mendukung pertumbuhan. Bahkan ketika sektor yang berorientasi ekspor terpukul oleh tarif baru bea impor yang diterapkan AS. 

Pasar Australia mencoba pemulihan, meskipun sebagian besar masih lebih rendah hingga membuat ASX 200 diperdagangkan turun 1,01% pada pagi hari, dengan mayoritas sektor cenderung lebih rendah. Sektor keuangan menjadi beban terberat usai diperdagangkan lebih rendah mencapai 1,05%. 

Saham perbankan Australia dan Banking Group (ANZ) turun 2,4% serta Commonwealth Bank of Australia lebih rendah 0,69%. Pergerakan saham ANZ muncul setelah mengumumkan bahwa laba tunai tahun 2018 secara penuh akan "dipengaruhi oleh biaya tambahan untuk kompensasi pelanggan, mempercepat amortisasi perangkat lunak. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi diperdagangkan 0,21% lebih rendah pagi ini, sementara industri kelas berat Samsung Electronics mencetak kenaikan 0,56%. Saham Lotte naik 2,32% menyusul berita bahwa Ketua Lotte Group Shin Dong-bin dibebaskan dari penjara Jumat lalu setelah pengadilan menangguhkan hukuman penjara. Sedangkan Pasar Jepang ditutup karena libur umum.





















EquityWorld Futures

Kamis, 04 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Geliat Industri Otomotif Makin Ngebut di Tengah Tekanan Global


EquiyWorld Futures - Industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan geliat positif dalam upaya meningkatkan kinerjanya di tengah tekanan dinamika perekonomian global. Sektor strategis ini semakin memperdalam struktur manufakturnya sehingga diyakini akan lebih berdaya saing global serta mampu memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan ekspor.

“Salah satunya kami memberikan apresiasi kepada Mitsubishi Motors atas komitmennya menambah investasi di Indonesia, dengan meningkatkan kapasitas produksinya, tenaga kerjanya, dan ekspornya,” 

Menurutnya langkah Mitsubishi tersebut sebagai wujud nyata semangat dan kepercayaan diri pelaku industri di dalam negeri untuk terus melakukan ekspansi. “Mereka juga akan mendirikan pabrik mesin Xpander di Indonesia sehingga dapat mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Ini bagus untuk mengurangi ketergantungan impor,” 

Airlangga menegaskan, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya karena disiapkan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri keempat. Hal ini sesuai dengan inisiatif peta jalan Making Indonesia 4.0.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian aktif mendorong terciptanya penambahan investasi baru maupun perluasan usaha, serta mengajak pelaku industri otomotif untuk mengadopsi teknologi terkini. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk merealisasikan target produksi mobil sebanyak 1,5 juta unit pada tahun 2020.

Selanjutnya, pada triwulan I tahun 2018, industri alat angkutan tumbuh sebesar 6,33% di atas pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06%. Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, juga masuk dalam lima besar investasi sektor manufaktur pada kuartal pertama tahun ini dengan nilai sebesar Rp3,35 triliun. “Industri otomotif merupakan sektor andalan yang berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional,” 

Hal ini tercermin dari sumbangsihnya kepada PDB yang mencapai 10,16% pada tahun 2017serta mampu menyerap tenaga kerja langsung sekitar 350 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

Sementara itu, Masuko menyampaikan, pihaknya mengakui bahwa Indonesia sebagai salah satu negara tujuan utama investasi dan menjadi pasar penting untuk penjualan. “Dengan mengembangkan bisnis di Indonesia, MMC berkomitmen untuk memberikan kontribusi signifikan secara berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tuturnya.

Bahkan, Indonesia dijadikan production hub MMC selain Jepang dan Thailand untuk melakukan ekspor ke seluruh dunia. “Saat ini, Xpander produksi Indonesia, telah diekspor ke Vietnam, Filipina, Thailand Bolivia, dan akan dilanjutkan ke negara-negara lain,” 

Guna memenuhi sasaran tersebut, pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Bekasi akan melakukan peningkatan kapasitas produksi Xpander. Kapasitas produksi tahunan saat ini mencapai 160.000 unit, dan akan ditingkatkan menjadi 220.000 unit pada tahun 2020. 

“Pengembangan ini juga tentunya merupakan hasil dari komitmen investasi sebesar 4 miliar Yen (sekitar Rp540 miliar) dan akan memberikan tambahan lapangan kerja bagi 800 orang di pabrik Bekasi untuk melengkapi total karyawan menjadi 4.100 orang,”

Perakitan Xpander otomatis akan meningkat dari 115.000 unit menjadi 160.000 unit pada tahun 2020. Ekspor juga ikut melonjak dari 30.000 menjadi 50.000 unit. Xpander telah membukukan 100.000 angka pemesanan di Indonesia sejak diperkenalkan bulan Agustus 2017 hingga akhir September 2018.

Di samping itu, Masuko menambahkan, mesin Xpander akan diproduksi di Nissan Motor Indonesia (NMI), anak perusahaan Nissan Motor Co., Ltd di Indonesia, mulai tahun 2020. Hal ini akan meningkatkan rasio penggunaan suku cadang lokal pada Xpander dari 71% menjadi 80% yang tentunya akan membawa manfaat ekonomi bagi rantai pasokan lokal. Pengembangan di fasilitas NMI akan mampu memproduksi 160.000 unit mesin per tahun.





















EquityWorld Futures 

Rabu, 03 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Pelemahan Rupiah Diprediksi Terbatas


EquityWorld Futures - Rupiah pada hari ini berpeluang kembali melemah. Belum adanya kejelasan upaya mengurangi gejolak ekonomi dan politik di Italia memberikan imbas negatif pada euro yang dapat berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah.


"Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," 


Di perkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.100-Rp15.029/USD. Sementara, adanya imbas kenaikan USD seiring dengan pelemahan euro pasca kondisi ekonomi dan politik yang kembai bergejolak membuat laju rupiah terpaksa tidak mampu melanjutkan kenaikannya.


"Bahkan pelemahan rupiah kali ini dinilai lebih dalam sejak tahun 1998 dan memimpin pelemahan dibandingkan sejumlah mata uang negara-negara berkembang."
























EquityWorld Futures

Selasa, 02 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Rupiah Melemah 86 Poin Menjadi Rp14.997 per USD


EquityWorld Futures  - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melanjutkan pelemahan. Mata uang NKRI di indeks Bloombergdibuka melemah 35 poin menjadi Rp14.945 per USD berbanding Senin di Rp14.910 per USD. Laju rupiah semakin lesu pada pukul 10.38 WIB, dengan terdepresiasi 86 poin atau 0,58% menjadi Rp14.997 per USD.

Hal senada juga tercatat dimana rupiah terjerembab 90 poin atau 0,60% ke posisi Rp14.995 per USD, berbanding level Rp14.905 per USD di Senin kemarin.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menyatakan, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.988 per USD, terdepresiasi 83 poin dari Rp14.905 per USD di hari sebelumnya.

Dolar menguat mengambil untung dari kesepakatan perdagangan baru Amerika Serikat dengan Kanada sebagai pengganti NAFTA. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke level 95,310.

Kesepakatan perdagangan baru antara Amerika Serikat-Meksiko-Kanada yang baru saja diumumkan, memberi peluang nilai perdagangan sebesar USD1,2 triliun. Selain itu, kenaikan USD didorong kekhawatiran berkepanjangan akan defisit anggaran Italia.

Hal ini membuat euro merosot 0,30% terhadap greenback menjadi USD1,1576. Dan yen Jepang melemah ke 113,99 per USD, setelah di sesi sebelumnya jatuh serendah 114,06 per USD, level terlemah sejak November 2017.


























EquityWorld Futures

Senin, 01 Oktober 2018

PT EquityWorld Futures : Pelemahan Rupiah Diprediksi Berlanjut


EquityWorld Futures - Meski laju rupiah cenderung masih berpeluang melanjutkan pelemahannya, namun pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung kembali turun dapat berimbas positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri.


Pergerakannya pun diperkirakan masih berpeluang melanjutkan pelemahan. Terutama jika ditopang dengan rilis data-data makroekonomi dalam negeri yang positif dapat menambah peluang kenaikan.


"Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," 


Sementara, pergerakan rupiah akhir pekan lalu yang kembali melemah tidak menghalangi laju pasar obligasi dalam negeri untuk kembali menguat.


"Pelaku pasar masih kembali melakukan aksi belinya seiring dengan imbas masih melemahnya laju imbal hasil obligasi AS. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek 1-4 tahun."

























EquityWorld Futures

Jumat, 28 September 2018

PT EquityWorld Futures : Rupiah Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan Terdampak Fed Rate


EquityWorld Futures - Pergerakan nilai tukar rupiah untuk sementara diperkirakan berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya seiring masih adanya sentimen dari dampak dinaikannya suku bunga The Fed atau Fed rate. Dolar Amerika Serikat (USD) berpeluang menguat setelah data memperkuat pandangan optimis tentang ekonomi AS dan mendukung sinyal The Fed untuk kenaikan suku bunga yang stabil selama tahun depan.


"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah,"


Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.945 hingga Rp14.929/USD. Sementara, imbas dari dinaikannya suku bunga The Fed yang membuat Bank Indonesia ikut menaikan BI 7 Days Reverse Repo Rate nya sebanyak 25 bps tampaknya tidak serta merta membuat laju rupiah menguat.


"Terlihat dalam perdagangan antar valas, pergerakan rupiah berbalik melemah. Pelaku pasar lebih merespon dampak dari kenaikan suku bunga The Fed yang berpeluang memberikan sentimen positif bagi kenaikan USD." 



















EquityWorld Futures

Kamis, 27 September 2018

PT EquityWorld Futures : Kadin Gelar Pameran Bisnis Waralaba dan Kafe Tebesar di Indonesia


EquityWorld Futures - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) beserta Reez Panorama Exhibitions menggelar pameran bisnis waralaba dan kebutuhan kafe terbesar di Indonesia yang diikuti lebih dari 22 negara dengan 450 brand.Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita Supit mengatakan, perkembangan brand waralaba lokal sangat baik. 

Hal ini didukung kemajuan teknologi seperti digital marekting yang membantu para pengusaha mempromosikan bisnisnya. "Melelalui penyelenggaraan acara ini kami optimis mampu menghadirkan satu wadah yang tepat bagi para pelaku usaha waralaba untuk bisa bertemu langsung dengan calon franchisee-nya," 

Acara yang diberinama Indonesia's Biggest Expo 2018 ini merupakan gabungan dari tiga pameran bisnis yaitu Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2018, Cafe & Brasserie Indonesia (CBI) 2018 dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2018.

General Manager Reed Panorama Exhibitions, Steven Chwee menjelaskan acara ini turut dihadiri sekitar 22 negara dengan mengusung 450 brand dari industri waralaba, kebutuhan usaha kafe dan peluang usaha lainnya. "Melalui penyelenggaraan acara ini kami berharap dapat memberikan satu platform terbaik bagi industri untuk saling bertemu dan berdiskusi guna menghasilkan solusi terbaik demi perkembangan bisnis waralaba dan kafe di Indonesia,"

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin, Benny Soetrisno menambahkan, Kadin Indonesia berkomitmen untuk mendorong dan menciptakan iklim usaha yang positif bagi industri waralaba dan kafe sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara tersebut akan diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2018 di Hall A & B Jakarta Convention Center, mulai pukul 10.00 - 21.00 WIB. Acara ini didukung oleh berbagai asosiasi, lembaga dan komunitas di industri terkait. Selain itu juga didukung oleh Kadin, HIPMI, Kementerian Perindustrian, Bekraf, Kemenkop dan UKM, dan pemangku kepentingan lainnya.
























EquityWorld Futures

Rabu, 26 September 2018

PT EquityWorld Futures : IHSG Pulang Merugi 0,13%, Bursa Asia Ditutup Negatif


EquityWorld Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,92 poin atau 0,13% menjadi 5.874,30. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 7,06 poin atau 0,12% ke level 5.875,16. Sepanjang Selasa ini, indeks diperdagangkan di 5.850,75-5.895,02.

Tidak ada sentimen positif dalam negeri dan seluruh indeks sektoral yang memerah menjadi penekan IHSG. Empat indeks sektoral malah jatuh lebih dari 2%, dengan aneka industri -3,07%, infrastruktur -2,50%, industri dasar -2,49% dan manufaktur -2,24%.

Dari 508 saham yang diperdagangkan, 186 tertekan, 148 tetap dan 174 menguat. Nilai transaksi saham Rp5,13 triliun dari 8,41 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp46,02 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,41 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,37 triliun.

Senada, pasar Asia juga ditutup negatif pada perdagangan Selasa (25/9/2018), imbas kekhawatiran atas percekcokan dagang AS dengan China. Melansir dari CNBC, indeks Shanghai ditutup lebih rendah 0,58% menjadi 2.781,14 dan Shenzhen tergelincir 0,54% menjadi 1.473,31.

Di Australia, indeks ASX 200 ditutup turun 1 poin ke level 6.185,90, karena saham keuangan rugi 0,67%. Saham bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia melemah 1,08% dan Westpac Banking Corp merosot 1,17%.

Hanya Nikkei 225 Jepang yang melawan tren pelemahan dengan naik 0,29% menjadi 23.940,26, berkat kenaikan saham produsen semikonduktor Tokyo Electron sebesar 2,42%. Sedangkan pasar saham Hong Kong dan Korea Selatan ditutup hari libur nasional.






















EquityWorld Futures

Selasa, 25 September 2018

PT EquityWorld Futures : Asosiasi Pengusaha IT Malaysia Antusias Masuk ke Pasar Indonesia




EquityWorld Futures - Global Acceleration and Innovation Network (GAIN) merupakan program inisiatif dari Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), yang membawahi kegiatan GAIN Connex Indonesia dan diselenggarakan melalui kerja sama dengan International Data Corporation (IDC) ASEAN.

Program GAIN yang memudahkan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia pun langsung mendapat respon positif, baik dari pihak pengusaha IT Malaysia maupun Indonesia yang berpartisipasi program ini.

Country Director of CXS Analytics Sdn Bhd, Melissa Teh, mengatakan, ini pertama kalinya pihaknya mengikuti event ini di Indonesia dan banyak keuntungan yang didapatkan dari acara di bawah program tersebut. Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi sorotan bahwa perusahaaan IT Malaysia juga bisa bersinergi dengan pengusaha yang ada di Indonesia.

"Jumlah penduduk yang besar menjadi keunggulan dari Indonesia sehingga para pengusaha IT dari luar ingin bersinergi dengan Indonesia. Kami banyak belajar dari program ini dan berkesempatan bertemu dengan calon reseller dan konsumen. Kami akan mendukung program ini karena kami bertujuan memperluas bisnis ke seluruh Asia Tenggara. Indonesia kami lihat sebagai negara yang punya ekosistem teknologi yang berkembang pesat,"

Jeffrey Fok Boon Hung, Director of Finexus Jakarta Group, mengungkapkan program GAIN sangat membantu bisnisnya. Selain itu, program ini menunjukkan dan sekaligus menyediakan channel-channel yang sangat membantu, terutama dalam hal-hal prosedural, seperti perpajakan, dan tentu saja cara-cara yang tepat untuk membangun bisnis di Indonesia.

"Kami perusahaan Malaysia sangat terbantu dengan adanya program ini. Tentu menjadi hal yang positif dari berbagai aspek. Di mana program GAIN menyediakan channel-channel yang sangat membantu terkait prosedural, seperti pajak dan cara-cara yang tepat untuk bangun bisnis di Indonesia. Sehingga para pengusaha baru juga cepat beradaptasi dan bisa fokus mengembangkan perusahaannya," 

Jeffrey pun menambahkan jika program GAIN ini sudah dari awal muncul maka akan memudahkan dia dalam membangun bisnis di Indonesia. "Jika ada dari awal maka kami mungkin akan lebih solid dalam berbagai hal fundamental membangun bisnis di Indonesia," 

Sebelumnya, Vice President of Enterprise Development MDEC, Gopi Ganesalingam mengatakan, program yang telah memilih 17 perusahaan untuk berpartisipasi ini membuka potensi kerja sama antara Indonesia dan Malaysia sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi antarnegara.

"Kerja sama dengan IDC ASEAN untuk GAIN Connex Indonesia memberikan pengetahuan yang memberikan akses penghubung antara perusahaan Malaysia yang berpartisipasi dengan pemangku kepentingan di Indonesia. Kami harap masing-masing pihak mendapatkan manfaat dari kerja sama ini, yang nantinya berdampak bagi perekonomian Indonesia."






















EquityWorld Futures

Senin, 24 September 2018

PT EquityWorld Futures : Rupiah Berdiri Kokoh di Akhir Sesi, USD Menuju Kejatuhan Terbesar


EquityWorld Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir sesi perdagangan, berdiri kokoh di zona hijau untuk memberikan sinyal positif menyambut pekan depan. Kebangkitan mata uang Indonesia terjadi ketika USD menuju pelemahan terbesar mingguan dalam tujuh bulan. 

Rupiah di sesi perdagangan sore melompat tinggi ke level Rp14.813/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.840/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.790 hingga Rp14.840/USD.

Rupiah sore ini menjaga tren perbaikan dengan berada pada level Rp14.816/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah terus melaju positif dibanding penutupan kemarin Rp14.845/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah menguat menjadi Rp14.816/USD. Posisi tersebut perkasa dari tengah pekan kemarin Rp14.849/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp14.800-Rp14.837/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pemulihan di level Rp14.824/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah berbalik melawan USD dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.839/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar melemah terhadap sebagian besar rivalnya pada hari Jumat, ketika ada pembatasan mata uang Inggris, karena pasar ekuitas yang lebih kuat dan meningkatnya imbal hasil obligasi memicu pembelian aset berisiko.

Pada awal perdagangan, dolar merosot 0,1% menjadi 93,82 atau menjadi terendah dalam hampir tiga bulan dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak awal Februari. Aksi jual dalam dolar dimulai pada akhir sesi perdagangan Eropa, kemarin ketika investor meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve AS akan menghentikan tren kenaikan suku bunga.

Tekanan juga menimpa Pounds, usai jatuh dari posisi tertinggi dua bulan setelah para pemimpin Uni Eropa memperingatkan Perdana Menteri Theresa May bahwa mereka siap mengantisipasi akhir negosiasi Brexit tanpa kesepakatan. Pound jatuh 0,4% menjadi 1,3218 terhadap USD untuk menjauhi posisi tertinggi dua bulan 1,3295.
























EquityWorld Futures

Jumat, 21 September 2018

PT EquityWorld Futures : Dolar Lesu di Tengah Pasang Surut Perang Dagang, Rupiah Dibuka Naik


EquityWorld Futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, dibuka terus melaju di zona hijau untuk meneruskan tren positif sejak kemarin. Mata uang Indonesia yang tampil perkasa mengiringi pergerakan dolar yang masih terbebani terhadap enam mata uang utama lainnya. 

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah kembali menanjak naik menjadi Rp14.824/USD. Posisi ini tercatat semakin membaik dari posisi kemarin yang terparkir di level Rp14.839/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah pagi ini melompat tinggi ke posisi Rp14.820/USD untuk semakin nyaman di tren positif. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai memberikan sinyal pemulihan dari sesi penutupan sebelumnya  Rp14.849/USD dengan kisaran pergerakan Rp14.805-Rp14.837/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka di level Rp14.836/USD hingga terus menghijau ketika sebelumnya sempat tertekan. Rupiah terus menguat dari sebelumnya Rp14.840/USD lewat pergerakan harian Rp14.800 hingga Rp14.840/USD


Rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp14.830/USD. Posisi ini kokoh untuk terus berbalik melawan terhadap USD dari penutupan tengah pekan kemarin pada Rp14.845/USD. 

Di sisi lain, dolar pada sesi perdagangan Jumat hari ini seperti dilansir Reuters, masih terus berjuang di dekat posisi terendah dalam dua bulan. Sedangkan Yen Jepang juga melorot seiring surutnya risiko pasar hingga mengurangi permintaan mata uang safe haven di tengah perubahan pandangan investor terhadap perang dagang Amerika Serikat (AS) versus China. 

Perang dagang yang ditakutkan bakal menggerus pertumbuhan ekonomi global, perlahan mulai memudar. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya berdiri di level 93.910 setelah menyentuh sempat menyentuh level terendah sejak 9 Juli yakni 93.829. 

Terpantau indeks USD sudah mengalami kejatuhan lebih dari 1% sepanjang pekan ini, ketika investor mulai mengalihkan minat untuk menjauh dari greenback ke mata uang lainnya seperti mata uang emerging market. Kondisi ini terjadi di tengah pasang surutnya kekhawatiran atas perang perdagangan Washington dan Beijing. 

Selanjutnya Euro juga menjadi salah satu penerimaan manfaat dari pergeseran arus mata uang. Mata uang tunggal itu stabil pada posisi 1,1777 terhadap USD, usai meningkat tipis 0,9 persen pada hari sebelumnya. Bahkan euro telah mencapai puncak dalam tiga bulan dari 1,1785.

Dolar Australia yang dilihat sebagai pengukur sentimen risiko, berdiri di dekat posisi tertinggi tiga minggu pada level 0,7293 saat melawan USD di sesi semalam. Mata uang Aussie sudah melompat hampir 1,9% dalam pekan ini. Sedangkan dolar berada di posisi 112,48 versus Yen Jepang setelah naik semalam ke level tertinggi dua bulan di 112,585.






















EquityWorld Futures