Kamis, 23 Januari 2014

Harga Emas Makin Murah Gara-gara China

Harga Emas Makin Murah Gara-gara China

Posted: 21/01/2014 12:17
TOPIK #Harga Emas
Harga Emas Makin Murah Gara-gara China
(cnbc.com)

Liputan6.com, Beijing : Volume impor emas China tampaknya akan meredup di 2014. Padahal tahun lalu, China merupakan satu-satunya wilayah yang berkilau untuk pembelian emas mengingat banyak investor kabur dari pasar logam mulia tersebut tahun lalu.

Prediksi para analis terhadap penurunan pembelian emas di China dinilai dapat menambah tekanan pada harga logam mulia tersebut di 2014. Bahkan adanya perayaan tahun baru China (Imlek) dinilai tidak dapat mendorong pembelian emas di sana.

Seperti dikutip dari CNBC, Selasa (21/1/2014), sepanjang 2013, saat harga emas turun, terjadi aksi borong dari para investor dan pembeli di China. Khususnya pada April saat para pembeli emas di China menimbulkan antrian panjang di sejumlah wilayah.

Dalam 11 bulan pertama 2013, impor emas di China meningkat dua kali lipat hingga lebih dari 1.060 ton dan setara dengan sepertiga pembelian logam mulia global.

Sayangnya, tahun ini, tiga analis mengatakan, impor emas China dari Hong Kong akan merosot sekitar 10% sementara satu lainnya mengatakan, pembelian emas akan berada di level yang sama dengan tahun lalu.
"Saya rasa akan ada penurunan sebesar 10%-15% dari tahun lalu untuk impor emas. Terdapat level saham yang baik dan dapat diluncurkan ke pasar perhiasan," ungkap Head of Precious Metals Research di Credit Suisse, Tom Kendall.

Sepanjang 2013, harga emas terus merosot hingga 28%, kondisi ini membuat pemerintah India membatasi impor ke negaranya. Dengan aksi tersebut, India saat ini hanya menempati posisi kedua sebagai konsumen emas terbesar kedua setelah China.

Tetapi dengan pasar yang lebih tenang dan pasokan yang tinggi, para pengamat pasar juga memprediksi adanya perlambatan laju pembelian di China.

"Tahun ini, permintaan emas di China pada 2014 akan merosot, tak akan sama dengan peningkatan pembelian tahun lalu," ujar analis logam Societe Generale, Robin Bhar.

Bank terbesar ketiga di Australia, ANZ, memprediksi China hanya akan mengimpor 900 ton emas pada 2015, sementara VTB Capital juga memperkirakan angka pembelian di bawah 1.000 ton. Sementara Standar Banks memprediksi pembeliannya akan stagnan.

Perlambatan impor emas China sebenarnya sudah mulai terlihat sejak November tahun lalu, saat jumlahnya merosot 40% dari bulan sebelumnya menjadi sekitar 75 ton. Sebelum itu, impor emas China selalu melampaui 100 ton.

"Banyak yang bergantung pada China untuk menyokong harga emas, tapi saya tak yakin permintaan akan menguat dibandingkan tahun baru China sebelumnya," ungkap salah seorang investor emas di Hong Kong.
Dia menjelaskan, jika pembelian penduduk China tak cukup kuat, maka harga-harga emas akan semakin turun.

"Tentu saja karena China merupakan pembeli kelas kakap," tandasnya. (Sis/Ndw)

0 komentar:

Posting Komentar