Kamis, 12 Februari 2015

Kaltim perlu bangun pabrik pengolahan karet

Samarinda (NTARA News) - Anggota DPRD Kalimantan Timur Muhammad Samsun mengatakan Provinsi Kaltim perlu membangun pabrik pengolahan karet untuk menghindari monopoli harga karet oleh produsen olahan hasil perkebunan tersebut.

Ditemui di Samarinda, Rabu, Samsun mengatakan saat ini ribuan petani karet di Kaltim dipusingkan dengan anjloknya harga komoditas perkebunan itu, dari sebelumnya berkisar Rp10.000-Rp12.000 menjadi Rp7.000-Rp8.000 per kilogram.

Menurut ia, anjloknya harga karet tersebut disebabkan harga yang dipatok pabrik di Jawa dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hanya berkisar Rp6.000-Rp8.000 per kilogram.

"Untuk menjawab keresahan petani karet akibat anjloknya harga tersebut, perlu dibangun pabrik karet di Kaltim. Dengan memiliki pabrik sendiri, petani di Kaltim tidak perlu menjual karet mentah ke luar daerah," katanya.

Selain itu, pabrik karet memang sangat dibutuhkan, sebab saat ini produksi karet semakin meningkat setiap tahun. Namun, komoditas karet di Kaltim belum memiliki sentra pengolahan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, luas lahan perkebunan karet di Kaltim pada 2013 mencapai lebih dari 103.000 hektare dengan produksi sekitar 59.963 ton atau produktivitas tanaman ini lebih kurang 1.191 kilogram per hektare.

Kabupaten Kutai Barat menjadi daerah penghasil karet terbesar di Kaltim dengan produksi mencapai 35.278 ton dari luas lahan 34.421 hektare. Produktivitas karet di daerah ini juga tercatat yang paling tinggi, yakni 1.620 kilogram per hektare.

Meski secara statistik menunjukkan tren positif, hingga saat ini pengolahan karet di Kaltim masih bergantung pada daerah lain, bahkan negara lain.

"Kami berharap pemerintah dapat turun tangan mengatasi keresahan ribuan petani karet ini. Caranya bisa melalui kerja sama dengan investor. Jadi, pemerintah daerah membantu menyiapkan lahan, investor yang membangun pabrik pengolahan karet," ujar Samsun.

Selain membantu petani, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, keberadaan pabrik pengolahan karet juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

"Jadi, selain menyejahterakan petani karet, pabrik itu juga ikut mendukung menggerakkan perekonomian daerah, ditambah lagi banyak tenaga kerja yang terserap," katanya.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar