Jumat, 27 Februari 2015

Tukang jagal ISIS, Jihadi John sudah diidentifikasi

Jakarta (ANTARA News) - Laki-laki dengan aksen kental Inggris yang tampil dalam empat video pemenggalan ISIS telah diidentifikasi sebagai Mohammad Emwazi, seorang laki-laki kelahiran Kuwait yang besar di London. Dia diberi nama sebutan perang (nom de guerre) Jihadi John selama ini. 

Laman berita CNN, dikutip di Jakarta, Kamis, menyatakan, nama asli Johadi John itu dikonfirmasi kepada Washington Post dan Reuter melalui telefon seorang teman dekatnya. Satu kelompok pejuang HAM Inggris yang bisa menghubungi Emwazi sebelum dia berangkat ke Suriah juga menyatakan mereka yakin Jihadi John itu adalah Emwazi.

Akan tetapi, Kepolisian Metropolitan London menolak mengonfirmasi bahwa laki-laki itu Emwazi sebagaimana dilaporkan Reuters dan Washington Post.

"Kami sebelumnya meminta media massa jangan berspekulasi tentang rincian investigasi kami karena ada manusia lain yang hidupnya tengah menghadapi resiko besar," kata Komandan Komando Kontra Terorisme Kepolisian Metropolitan London, Richard Walton, sebagaimana dinyatakan www.cnn.com.

"Kami tidak akan mengonformasi identitas seseorang pada tahapan ini atau memberi pembaruan perkembangan penyelidikan kontra terorisme kami," kata Walton.

Jihadi John diketahui telah muncul sebagai laki-laki yang mengenakan pakaian hitam-hitam dengan gantungan pistol kulit di bahu serta penutup muka dan kepala yang juga berwarna hitam. Sudah enam warga negara-negara Barat yang telah dieksekusi dia memakai belati. 

Dalam empat video yang diluncurkan ISIS itu, dia selalu memegang belati itu memakai tangan kirinya dan berdiri di sisi kiri korban yang diposisikan berdiri di atas lututnya. Korban Jihadi yang dipublikasikan adalah Abdul-Rahman Kassig (Amerika Serikat), John Foley (Amerika Serikat), David Haines (Inggris), dan Alan Henning (Inggris).

Mereka berempat bernasib sama dengan korban lain ISIS, yaitu Herve Gourdel (Prancis), John Cantle (Inggris), dan Steven Sotloff (Amerika Serikat). 

Daftar itu masih ditambah warga negara Jepang, Kenji Goto dan seorang rekannya. Dialah yang berkata-kata dalam video korban dari Jepang itu tentang tebusan 200 juta dolar Amerika Serikat untuk menyelamatkan keduanya. Semua korban ISIS itu memakai baju yang sama, baju coverall berwarna oranye.

Emwazi diketahui berasal dari keluarga menengah dan meraih gelar sarjana pada bidang program komputer, diyakini pergi ke Suriah pada 2012 di mana dia akhirnya bergabung dengan ISIS. Oleh laman www.cnn.com, dia dilaporkan sebagai laki-laki yang wajah, perawakan, dan suaranya sangat "sudah dikenal".

Seorang petinggi Yayasan Asia Pasifik, Sajjan Gohel, menyatakan, sudah menjadi rahasia terbuka bahwa intelijen Amerika Serikat dan Inggris sudah paham bahwa John Jihadi itu adalah Mohammed Emwazi, yang memiliki bentuk mata sayu dengan bulu mata lebat. 

Akan tetapi, seorang bekas petinggi CIA menyatakan, sekali identitas asli seorang teroris diungkap maka sangat besar kemungkinan dia akan bersembunyi permanen untuk kemudian menghilang. Laman www.cnn.com mendeskripsikan Jihadi sebagai seorang laki-laki yang lebih suka menghindari kontak mata dengan perempuan dalam percakapan. 
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar