Jumat, 22 Desember 2017

Realisasi pajak 2017 diproyeksikan 89 persen | EquityWorld Samarinda

EquityWorld Samarinda- Pengamat perpajakan Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji memproyeksikan realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun maksimum hanya mencapai kisaran 89 persen dari target.


"Hingga akhir tahun, uang pajak yang bisa dikumpulkan hanya berkisar antara Rp1.126,6 triliun hingga Rp1.145,0 triliun, yaitu antara 87,8 persen hingga 89,2 persen dari target," kata Bawono dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Bawono mengatakan proyeksi itu telah mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak yang hingga pertengahan Desember 2017 sebesar Rp1.061 triliun atau sekitar 82,6 persen dari target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar Rp1.283,6 triliun.

Untuk itu, ia memperkirakan hingga akhir tahun terdapat kekurangan penerimaan pajak (shortfall) hingga Rp147 triliun atau lebih rendah dari kekurangan pada 2016 sebesar Rp250 triliun.

"Walau angka ini jauh lebih baik, tapi risiko fiskal masih tetap ada," katanya.

Dengan proyeksi tersebut, tambah dia, berarti realisasi 2017 hanya tumbuh dua hingga empat persen dari realisasi 2016, dengan target tax ratio 15 persen masih jauh dari harapan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan kekurangan pajak (shortfall) di 2017 mencapai kisaran Rp110 triliun-Rp130 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBNP.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih berupaya untuk mengejar realisasi penerimaan pajak agar "shortfall" tidak terlampau jauh dari target.

Ia menambahkan upaya yang dilakukan mencakup pemeriksaan lanjutan terhadap wajib pajak orang pribadi dan badan serta sektor ekonomi yang menikmati keuntungan dari naiknya harga komoditas.

"Kita juga akan melihat data dari program `tax amnesty` kemarin dan mencari potensi penerimaan dari harta yang belum dilaporkan," katanya.

Meski terdapat "shortfall" pajak, defisit anggaran diperkirakan mencapai 2,67 persen terhadap PDB, karena Penerimaan Negara Bukan Pajak mengalami surplus Rp34 triliun dari proyeksi.

Selain itu, defisit anggaran masih terjaga karena penyerapan belanja negara pada akhir tahun diproyeksikan hanya mencapai kisaran 94 persen-95 persen. 

Hingga 15 Desember 2017, penerimaan pajak nonmigas tercatat mencapai 81,2 persen dari target, atau sekitar Rp1.008,8 triliun, yang berarti masih terdapat kekurangan pajak sekitar Rp233 triliun. 


EquityWorld Samarinda

0 komentar:

Posting Komentar