Selasa, 23 Juni 2015

Menko Maritim dorong penggunaan kapal dalam negeri

Batam (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman akan mendorong dan merumuskan solusi jangka pendek yang bisa diimplementasikan menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk penggunaan kapal dalam negeri bagi seluruh instansi pemerintah.

"Kami bakal mendorong persyaratan wajib membeli kapal di dalam negeri bagi seluruh kementerian, lembaga dan BUMN, dalam setiap penyusunan APBN untuk sektor maritim termasuk kebutuhan kapal nasional," kata Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo didampingi Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja saat mengunjungi Pulau Nipah Batam, Senin.

Salah satu langkah yang mungkin bisa ditempuh adalah, setiap tender-tender kontrak BUMN atau pemerintah yang ada di APBN harus disisipkan persyaratan harus beli atau buat di dalam negeri selagi sudah mampu dibangun di dalam negeri.

"Lembaga non kementerian serta BUMN yang membutuhkan kapal bisa menyisipkan persyaratan lelang proyek wajib dibangun atau dibeli di dalam negeri sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo tersebut. Dengan begitu, calon peserta lelang yang tidak punya lokasi industri di Indonesia secara otomatis tereliminir," kata dia.

Meski begitu, Indriyono mengatakan keinginan Presiden agar pemerintahan memanfaatkan utilisasi industri galangan kapal dalam negeri khususnya dari Batam tidak membutuhkan regulasi pendukung termasuk Peraturan Menteri Keuangan.

Apalagi selama ini pemerintah sudah memberikan insentif mulai dari bebas PPN hingga bea masuk komponen ditanggung pemerintah bagi industri galangan di luar Batam.

"Insentif sudah diberikan. Jadi saya rasa tidak membutuhkan peraturan menteri," kata Indriyono.

Saat ini secara keseluruhan sekitar 70 persen galangan kapal dalam neeri berada di Batam. Produksi kapal di dalam negeri tetap menjadi pusat perhatian mengingat biaya produksi yang murah sehingga Presiden berharap Batam menjadi salah satu pusat produksi untuk kebutuhan nasional.

Rencana tersebut, diharapkan membuat industri galangan kapal dalam negeri makin bergeliat dengan biaya produksi yang kian murah dan bisa diserap kebutuhan nasional.

"Industri galangan kapal nasional semakin menarik karena sudah diberikan insentif dan kemudahan. Saya kira semua orang bakal membeli kapal buatan dalam negeri," kata dia.

Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja mengatakan dengan intruksi Presiden agar seluruh lembaga dan kementerian membeli kapal dari dalam neggeri khususnya Batam akan semakin menggairahkan galangan kapal Batam.

"Saat ini memang tengah sedup sebagai dampak dari kebijakan larangan ekspor bahan tambang mentah. Khususnya bagi pembuat tongkang. Namun apa yang disampaikan Presiden saat berada di Batam, tentu akan menggairahkan kembali galangan kapal Batam," kata dia.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Batam, Minggu (21/6) Presiden Joko Widodo menyatakan semua lembaga pemerintah, kementerian, BUMN harus memesan kapal buatan dalam negeri setelah dinilai galangan kapal dalam negeri sudah maju.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar