Kamis, 25 Juni 2015

TV Belanda nekad tayangkan kartun Nabi Muhammad

Den Haag (ANTARA News) - Politisi anti Islam dari Belanda Geert Wilders, Rabu waktu setempat, akhirnya menyiarkan kartun Nabi Muhammad di televisi nasional seraya mengklaim "kebebasan berbicara harus selalu menang terhadap kekerasan."

Sekitar 10 kartun Nabi ditayangkan televisi nasional Belanda, NOS, dalam slot dua menit untuk partai politik, sebelum berita pukul 6 sore (Rabu 22.00 WIB tadi).

Wilders berkilah tengah membela kebebasan berbicara setelah dua militan melancarkan serangan ke kontes kartun Navi di Texas bulan lalu, sebelum ditembak mati oleh polisi.

"Kebebasan berbicara harus selalu menang terhadap kekerasan dan teror," kata dia melalui siaran itu.

NOS diharuskan oleh Otoritas Media Belanda untuk memberikan slot tayang kepada semua parpol, termasuk Partai Kebebasan (PVV) pimpinan Wilder, untuk pernyataan politik.  Otoritas ini hanya akan mempelajari konten tayangan jika sudah ditayangkan.

Jika hakim ternyata memutuskan konten itu membuat kejahatan karena kebencian maka pihak berwenang akan mencabut hak slot tayang sebuah partai politik selama empat tahun.

Pemimpin Redaksi NOS Marcel Gelauff sudah mencuit akhir pekan lalu bahwa stasiun penyiarannya "tak ada kaitannya dengan siaran partai politik. Kami menayangkan berita, olah raga dan peristiwa."

"Wilders tengah berusaha memprovokasi kami dan kami mengabaikan dia," kata Aissa Zanzen, juru bicara Dewan Masjib Maroko di Belanda kepada AFP.

Kedutaan besar-kedutaan besar Belanda di seluruh dunia sudah diingatkan untuk bersiaga jika kartun Nabi itu jadi ditayangkan karena tayangan itu diperkirakan akan memicu demonstrasi.

Juru bicara Kejaksaan Agung Belanda menyatakan akan menyelidiki jika ada keluhan tentang tayangan itu, demikian AFP.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar