Jumat, 12 Juni 2015

Warna-warni resepsi pernikahan putra Presiden Jokowi

Jakarta (ANTARA News) - Keramaian dan keceriaan meliputi tempat resepsi pernikahan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Selvi Ananda di Gedung Graha Shaba Buana, Solo, Jawa Tengah, Kamis malam,

Datang mengendarai kereta kencana dari kediaman pribadi Presiden Jokowi, mempelai pun kemudian bersanding di pelaminan.

Gibran dan Selvi mengenakan pakaian adat Jawa berwarna hitam, senada dengan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi.

Para pejabat berdatangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla menggandeng istrinya Ibu Mufidah Kalla. Sementara para pembantu Presiden, seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menkumham Yasonna Laoly, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan, dan anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki berdatangan satu per satu.

Para duta besar negara sahabat, para politisi, pimpinan lembaga negara, pimpinan kepala daerah, dan aktivis berbaur dalam keceriaan.

Graha Shaba Buana seolah menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Tempat berkumpulnya beragam pimpinan di negara ini. Tempat bertemunya para politisi. Tidak ada lawan, yang ada keceriaan.

Para petinggi Koalisi Merah Putih, koalisi yang menjadi kompetitor Jokowi, hadir dalam pesta raja dan ratu semalam tersebut. Ketua Umum Partai Geridra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan.

Selain itu, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Boediono. Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, tiba bersama istrinya Siti Ruby Aliya Rajasa.

Anggota DPR DKI Jakarta Haji Lulung, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Kalteng Teras Narang, Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, politisi Golkar Akbar Tandjung dan Fadel Muhammad, serta Ketua DPD Irman Gusman.

Masih banyak pejabat dan mantan pejabat lainnya yang hadir, meski tidak terlihat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden BJ Habibie.

Sedangkan sejumlah tokoh, seperti Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh hadir saat akad nikah.

Sebanyak 200 becak yang disiapkan untuk mengantar para tamu undangan dari tempat parkir di Lapangan Sumber menuju Gedung Graha Shaba Buana, tak mampu melayani seluruh undangan.

Para penarik becak mengenakan lurik (kain dengan motif bergaris-garis kecil) dan blangkon serta kartu identitas yang wajib dikenakan selama bertugas.

"Untuk upahnya sekitar Rp200.000 lebih. Lumayan, sehari dapet segitu, kalau hari biasa dapet Rp20.000 sudah luar biasa," kata Sardi, salah seorang penarik becak.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi termasuk yang tak beruntung karena kehabisan becak.

Yuddy terpaksa berjalan kaki dari lapangan parkir yang letaknya berkisar 200 meter dari gedung lokasi acara. Sementara pejabat lain memilih diantarkan mobil hingga depan gedung resepsi.


Ceria

Keceriaan malam resepsi merupakan kelanjutan dari prosesi sebelumnya. Di gedung itu pula, Gibran dan Selvi mengikat janji pernikahan.

Kereta kencana tidak lepas untuk mengantar kedua insan tersebut. Bila saat menuju tempat akad nikah Gibran berjalan kaki, sementara Selvi menaiki kereta kencana, namun usai akad nikah keduanya berkereta kencana.

Dua kereta kencana dipakai oleh pasangan tersebut. Di saat menuju akad, kereta kencana yang ditarik oleh dua kuda perempuan bernama Aura dan Putri Istana, mengantarkan Selvi Ananda menuju tempat pernikahannya dengan putra Presiden RI Jokowi. Kusir pembawa kereta kudanya, Mas Ngabehi Sunardi Prasetyo.

Kereta kuda ini, menurut Mas Ngabehi Sunardi, milik Jokowi yang turut dipakai saat pelantikan Presiden.

Sedangkan usai menikah, kereta kuda pun berganti. Giliran Agustini dan Srikandi dengan Kusir Mujiono bertugas. Kereta kuda ini mengantarkan pasangan dari Graha Sabha Buana ke kediaman.

Sebagai putra tertua, sesuai adat Jawa, maka prosesi adat "begalan" juga digelar sebelum ijab qabul dilakukan.

Berbagai peralatan rumah tangga yang dibawa dengan pikulan dalam prosesi ini nantinya dibegal (dirampok). Perkakas rumah tangga dalam pikulan dibegal, menjadi rebutan para undangan dan masyarakat.

Tentu saja jumlah peralatan rumah tangga jauh lebih sedikit dibanding para tamunya. Sehingga wajar bila ada yang tidak kebagian.

Karena terlalu antusias, mereka yang tidak kebagian perkakas nekad membawa pulang pikulan yang digunakan untuk membawa peralatan rumah tangga.

Menurut KPA Bambang, begalan memiliki makna simbolik untuk turut membagikan rezeki dan kebahagiaan kepada masyarakat dan tetangga sekitar.


Doa

Pernikahan putra presiden selalu menyedot perhatian masyarakat. Pernikahan putra sulung Presiden Jokowi kali ini pun demikian. Ribuan pasang mata rela untuk melihat dari dekat pernikahan anak Presiden. Sementara jutaan lainnya disuguhi langsung lewat layar kaca sejumlah televisi.

Dalam pernikahan ucapan selamat dan doa terpanjat kepada kedua mempelai. Selain masyarakat, begitu pula para undangan yang hadir.

"Saya doakan kebahagiaan untuk mereka," kata Jusuf Kalla memberikan selamat kepada keduanya.

Kado doa juga dipersembahkan putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, bersama istri Alya Rajasa untuk pernikahan Gibran dan Selvi.

"Karena tidak boleh bawa kado, maka saya bawa kado doa saja," kata Ibas.

Doa menjadi satu-satunya kado bahagia bagi pasangan Gibran dan Selvi dari para undangan. Sebab dalam pernikahan itu, telah disampaikan tidak boleh membawa kado menaati aturan hukum bagi pejabat terkait gratifikasi.

Aturan itu termuat dalam Pasal 12 Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar