Senin, 29 Juni 2015

Yudhoyono minta mahasiswa RI berkontribusi pada pembangunan

Beijing (ANTARA News) - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta pelajar dan mahasiswa Indonesia di Tiongkok untuk menjalankan studinya dengan baik dan saat kembali ke Tanah Air dapat berkontribusi membangun Indonesia.

"Belajarlah dengan baik, pelajari Tiongkok sebanyak mungkin yang kalian dapat, sehingga saat kembali ke Indonesia, dapat membantu kami membangun Indonesia lebih baik," katanya, saat berdialog dengan mahasiswa di Universitas Tsinghua, di Beijing, Minggu.

Dialog dihadiri sekitar 50 mahasiswa termasuk mahasiswa mahasiswi dari Indonesia. Universitas Tsinghua yang berdiri pada 1911, merupakan universitas terbaik di Tiongkok. Saat ini terdapat sekitar 40mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di universitas tersebut.

Yudhoyono mengatakan generasi muda memiliki peran penting pula dalam mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok.

"Hubungan Indonesia dan Tiongkok , sudah berjalan sangat baik. Terutama sejak ditandatangannya kesepakatan kemitraan strategis Indonesia-Tiongkok pada 2005, hingga ditingkatkan menjadi mitra strategis komprehensif pada 2013," tuturnya.

"Kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi kedua terbesar dunia, didukung militer yang kuat, menjadikan Tiongkok sebagai negara paling berpengaruh di Asia Pasifik. Semua negara seakan bergantung dan ingin bekerja sama dengan Tiongkok, termasuk Indonesia,"kata Presiden keenam RI tersebut.

"Cakupan kerja sama antara kedua negara semakin dalam dan luas, termasuk dalam bidang pendidikan. Makin banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok. Ini menunjukkan minat Indonesia untuk lebih banyak belajar dan menjalin kerja sama dengan Tiongkok," kata Yudhoyono.

Ditambahkannya, bagi Indonesia, jalinan kerja sama dengan Tiongkok telah memberikan dampak sangat positif, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga berdampak kesejahteraan rakyat.

"Hubungan Indonesia dan Tiongkok, akan semakin penting serta saling membutuhkan, melengkapi. Banyak peluang kerja sama yang dapat dibangun serta ditingkatkan antara kedua negara, seperti investasi, energi, agrikultur, dan lainnya," tutur Yudhoyono.

Kerja sama kebudayaan dan pendidikan juga menjadi salah satu bidang yang akan terus berkembang dan ditingkatkan di masa, termasuk dalam pertukaran pelajar serta mahasiswa Indonesia dan Tiongkok.

"Melalui pertukaran, akan meningkatkan pemahaman dan pengertian antara masyarakat kedua bangsa, yang akan memperkokoh hubungan kedua negara di masa datang," kata Yudhoyono, yang pernah mendapat gelar doktor Honoris Causa dari Universitas Tsinghua.

Saat ini jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Tiongkok tercatat sekitar 13.000 orang.


Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar