Rabu, 05 Agustus 2015

Din menginginkan Muhammadiyah mempunyai pabrik farmasi

Makassar (ANTARA News) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menginginkan Muhammadiyah memiliki pabrik farmasi karena organisasi ini memiliki banyak amal usaha berupa rumah sakit.

"Muhammadiyah harus punya pabrik farmasi. Sudah ada tawaran dari Yordania dengan kualitas Amerika Serikat namun harga China," ujar Din ketika memberikan pesan-pesan pada Silaturahim Saudagar Muhammadiyah di Wisma Kalla, Selasa.

Acara yang dibuka Din Syamsudin tersebut menampilkan Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut, Mohammad Nadjikh, Pendiri Wardah Group, Dra Nurhayati Subarkah Apt, Pendiri Margaria Group, Herry Zudianto SE MM, Dirut Kalla Grup, Fatimah Kalla, Dirut Bank Bukopin Syariah, Riyanto.

Selain itu juga menghadirkan Pendiri Ika Muda Grup yang juga Ketua Umum MPP PAN, Sutrisno Bachir.

Din juga memberikan pesan agar antar daerah di Indonesia saling mensinergikan potensi-potensi sumber daya alam yang dimiliki.

"Sulsel surplus beras dua juta ton per bulan. Ini bisa dikirim ke provinsi-provinsi yang masih kekurangan beras," katanya.

Din juga meminta kepada para usahawan Muhammadiyah agar menjemput peluang-peluang di luar ngeri dan tidak menggantungkan pada proyek-proyek APBN.

"Buka jaringan ke Timur Tengah, masuk ke Qatar. Wamenlu Sudan sudah ketemu saya dua kali untuk membicarakan kerjasama. Tembus juga negara-negara lain, Jepang dan Korsel lagi gandrung halal-halal," katanya.

Din menegaskan agar peluang-peluang tersebut dihadapi dengan kerja keras, kerja keras dan kerja tuntas. "Ini untuk umat Islam, kalau tidak akan jadi permainan politik orang lain," katanya.

Sementara itu Sutrisno Bachir mengatakan gagasan-gagasan besar bidang ekonomi susah diwujudkan Muhammadiyah.

"Saya bangga dengan gairah wirausaha anak-anak muda Muhammadiyah atau wiramuda. Mereka inilah yang perlu terus ditumbuhkembangkan," katanya.

Muktamar Ke-47 Muhammadiyah dan Satu Abad Aisyiyah berlangsung di Makassar pada 3 hingga 7 Agustus 2015.

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar