Senin, 05 September 2016

Harga Emas Naik Tipis, Investor Menanti Rilis NFP AS

Harga emas terpantau diperdagangkan naik tipis di sesi Asia pada hari Jumat (02/08) dengan fokus investor ke rilis data dari pasar ketenagakerjaan yaitu Non Farm Payroll AS (NFP). Saat berita ini diturunkan, XAU/USDdiperdagangkan di kisaran level harga 1,313 dolar AS.
Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures untuk pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan tipis sebesar 0.01 persen ke level harga 1,317 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Desember diperdagangkan di level harga 19.04 dolar AS per troy ons, menanjak sebesar 0.51 persen dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 0.21 persen menjadi 2.087 dolar AS per pound.
Selama sesi perdagangan hari Kamis malam kemarin, harga emas menurun ke level terendah dua bulan karena sebagian besar investor menantikan rilis data NFP AS bulan Agustus. Pada sesi sebelumnya, harga emas telah turun cukup signifikan yaitu sebesar 0.39 persen atau sekitar 5.10 dolar AS setelah data employment change ADP AS mencatatkan pertumbuhan.

Investor Fokus Ke Rilis NFP AS

Para investor kini tengah berfokus ke rilis data Non Farm Payrolls AS untuk bulan Agustus. Rilis ini sangat ditunggu-tunggu untuk menilai apakah kondisi perekonomian AS sudah cukup kuat apabila the Fed menaikkan tingkat suku bunganya dalam waktu dekat ini.
Diperkirakan data NFP AS tersebut akan tumbuh sebanyak 180,000, setelah pada bulan sebelumnya bertambah sangat signifikan sebanyak 255,000. Jika laporan data NFP AS bulan Agustus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan maka pandangan kenaikan suku bunga AS pada bulan September ini semakin menguat, setelah adanyakomentar hawkish dari beberapa petinggi the Fed beberapa waktu lalu.
Seperti yang sudah diketahui bahwa logam mulia emas sangat sensitif dengan pergerakan suku bunga AS. Apabila the Fed menaikkan tingkat suku bunganya, mata uang dolar AS akan cenderung menguat. Kondisi tersebut kemudian akan membebani harga emas dan menurunkan minat terhadap emas sebagai aset investasi alternatif.

0 komentar:

Posting Komentar