Rabu, 04 Mei 2016

Ini mekanisme pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia-Filipina

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kedaulatan masing-masing negara menjadi dasar kerja sama pengamanan wilayah perairan perbatasan Indonesia, Malaysia, Filipina.

"Yang teman-teman harus perhatikan adalah bahwa masing-masing negara berdaulat dan harus menghormati kedaulatan masing-masing," kata Menlu Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta, Selasa malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno untuk menanggapi pertanyaan jurnalis Antara tentang bentuk mekanisme pengamanan perairan perbatasan bersama Malaysia dan Filipina yang akan dibahas dalam pertemuan antara menlu dan panglima militer RI dengan kedua negara tersebut

Menlu Retno atas instruksi Presiden Joko Widoso menginisiasi pertemuan menlu dan panglima militer Indonesia, Malaysia, Filipina untuk membahas upaya pengamanan wilayah perairan perbatasan ketiga negara dan sekitarnya.

"Kita masih negosiasikan bentuknya, negosiasi masih berlangsung terus dan di sana-sini ada sensitivitas," kata dia.

Oleh karena itu, Menlu Retno menegaskan pemerintah Indonesia akan mengupayakan semua negosiasi dijalankan sampai di titik masing-masing negara memiliki kepentingan bersama.

"Tapi sampai di titik yang sama tersebut, kita juga bisa melakukan kegiatan bersama dengan tetap menghormati kedaulatan wilayah masing-masing negara," kata dia.

Pertemuan trilateral menlu dan panglima militer Indonesia, Malaysia dan Filipina pada 5 Mei 2016 akan diawali kunjungan kehormatan kepada Presiden RI Joko Widodo, kemudian dilanjutkan pertemuan tertutup ketiga pihak di Gedung Agung Yogyakarta.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar