Jumat, 20 Mei 2016

Presiden Jokowi tekankan produk tambang perusahaan Rusia bernilai tambah

Sochi, Rusia (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya sejumlah perusahaan Rusia untuk menghasilkan barang tambang yang memiliki nilai tambah.

"Juga ditekankan hasil tambang diproses jadi produk akhir karena dengan produk akhir nilainya lebih tinggi," kata Rini ditemui usai mendampingi Presiden menemui sejumlah pimpinan perusahaan Rusia di Sochi pada Kamis siang.

Menurut Rini, Presiden juga menekankan industri perlu memerhatikan lingkungan dan kegiatan sosial bagi masyarakat di sekitar pertambangan.

Rini memberi contoh yaitu komoditas tambang bauksit nantinya tidak hanya dapat diproses hingga menjadi alumunium, tetapi juga diproses menjadi komponen untuk otomotif.

"Seperti Russal bekerja sama dengan Antam dan Inalum, untuk proses great alumina menjadi alumunium. Tapi presiden tekankan jangan hanya aluminum tapi juga jadi produk akhir," kata Rini.

Hal menarik lainnya, kata Rini, dalam pertemuan itu Presiden juga mendapat keterangan terdapat teknologi baru dari perusahaan tambang dan energi Vi Holding yang dapat memproses nikel dengan harga lebih murah.

"Mereka bangun pabrik pertama di Rusia yang selesai akhir tahun dan akan kita lihat. Kalau itu baik, akan kita manfaatkan untuk Indonesia, karena cost bisa turun sampai 30 persen," jelas Menteri.

Selain perusahaan tambang, Presiden Jokowi juga mendapat pemaparan dari perusahaan transportasi kereta api RZD bahwa perusahaan tertarik membangun kereta api untuk penumpang.

Perusahaan RZD sebelumnya telah melakukan studi dengan Pemda Kalimantan Timur untuk membangun rel kereta api untuk batubara.

"Dengan harga batubara seperti ini, kalau angkat kargo saja, secara kalkulasi ekonomi pembangunan itu, enggak masuk. Mereka harap dapat juga dimanfaatkan jadi kereta penumpang," jelas Rini terkait pertemuan Jokowi dengan Direktur Russian Railways (RZD).

Rini mengatakan pemerintah berencana menindaklanjuti keinginan perusahaan RZD dengan PT KAI.

"Bagaimana kalau PT KAI juga melakukan studi bersama mereka, sehingga dilihat ekonomisnya bagaimana kalau melakukan joint venture bangun itu," jelas Rini.

Jokowi melakukan pertemuan secara "one on one" dengan para pengusaha di Radisson Blu Hotel pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat (14.00 WIB) dengan didampingi sejumlah menteri yaitu Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Para pimpinan perusahaan-perusahaan Rusia yang menemui Jokowi yaitu Direktur Eksekutif Russian Railways Oleg Belozerof di bidang transportasi kereta api, Direktur Eksekutif Blackspace Group Aleksandr Sergeevich Isaev, Direktur Eksekutif En+ Group Maxim Sokov dan Direktur Eksekutif Vi Holding Group Alexander Popov di bidang pertambangan serta energi.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar