Jumat, 26 Agustus 2016

Emas Kembali Melemah, Fokus Pada Pidato Yellen

Pada sesi perdagangan New York hari rabu (24/8) malam, harga emas terpantau anjlok cukup dalam. Tampaknya pelaku pasar benar berhati hati menjelang pidato ketua Federal Reserve, Janet Yellen yang dijadwalkan pada hari jumat akhir pekan mendatang.
XAU/USD bergerak mendatar selama sesi Asia tadi dan begitu memasuki sesi New York, kemilau emas meredup dimana sempat menyentuh level terendah harian 1326 dollar AS per troy ounce. Sebelumnya emas masih stabil di kisaran 1336 hingga 1339.
Pelaku pasar begitu menantikan pernyataan Yellen terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve dimana sebelumnya terjadi silang pendapat antara presiden The Fed negara bagian. Investor ingin mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai kapan waktu pelaksanaan hike rate bank sentral AS.

Peluang Rate Hike Meningkat Tajam, Emas Tertekan
Berdasarkan informasi yang bersumber dari indeks Fund Rate Future dari CME grup menunjukan bahwa peluang kenaikan suku bunga pada bulan September melonjak tajam dari 15 persen menjadi 21 persen dalam kurun waktu yang singkat. Selain itu pasar juga masih menaruh harapan kepada The Fed untuk menaikan suku bunga setidaknya pada akhir tahun nanti. Pelaku pasar menyakini peluang rate hike bulan desember mendatang sebesar 50 persen.
Meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September mendatang juga diiringi oleh komentar bernada hawkish dari beberapa pemegang hak suara The Fed beberapa hari belakangan ini. Namun secara keseluruhan pasar masih meragukan langkah berani The Fed untuk menaikan suku bunga pada bulan September karena kondisi perekonomian yang belum begitu solid, ditambah gelojak politik negeri Paman Sam menjelang pemilu pada November mendatang.
Saat ini emas diperdagangkan pada level 1329 dollar AS per troy ounce. Pasar masih menunggu pidato Yellen akhir pekan nanti. Bila ketua The Fed melontarkan pandangan Hawkish maka tidak tertutup kemungkinan emas akan kembali tertekan.

0 komentar:

Posting Komentar