This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Tanda Resesi Muncul: Emas Gencar Menguat, Investor Kabur dari Aset Risiko


Equityworld Futures - Hampir sehari setelah melakukan manuver mundur lantaran ketegangan perang dagang yang mulai berkurang, emas bergerak naik dini hari akibat kurva yield terbalik mendorong investor menjauh dari aset risiko dan memasuki logam kuning.
Emas spot, yang mencerminkan perdagangan pada bullion, meningkat $18,51, atau 1,2% pada $1.519,86 per ounce pukul 01.43 WIB ketika yield Treasury 10 Tahun ASjatuh di bawah yield tenor 2 tahun. Itu adalah inversi pertama dari kurva yield sejak tahun 2007 dan meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dunia.
Emas berjangka untuk penyerahan Desember, berdasar data Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX), berakhir naik $13,70, atau 0,9%, pada $1,527.80.
Kontrak emas bulan Desember mencapai tingkat tertinggi enam tahun pada $1.546,10 Selasa lalu sebelum berbalik turun pasca Kantor Perwakilan Dagang AS menunda tarif impor 10% hingga Desember untuk barang-barang seperti laptop, ponsel, konsol video game dan produk buatan Cina lainnya.


Namun pada sesi Rabu, harga emas kembali menguat di tengah kekhawatiran atas potensi resesi global, yang menyebabkan investor bergegas masuk ke logam mulia, yang telah meningkat lebih dari 5% sepanjang bulan Agustus ini.
"Tiga kali terakhir (kurva yield terbalik), resesi AS segera menyusul," 
Yield obligasi 30 Tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sedangkan imbal hasil obligasi 10 Tahun Jerman dan OAT 10 Tahun Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif.
Yield yang rendah memberi keuntungan bagi emas karena mengurangi biaya peluang untuk memiliki logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil. Dengan lebih dari $1 triliun surat utang diperdagangkan secara publik kini bernilai di bawah nol, memiliki emas sekarang menawarkan nominal harga yang cukup besar.
Banyak teori yang menggambarkan mekanisme sebab-akibat antara pembalikan yield dan resesi, tetapi poin utamanya adalah kurangnya kepercayaan terhadap lingkungan tingkat suku bunga yang ada sekarang ini, khususnya bahwa yield tidak akan mampu mempertahankan tingkat saat ini untuk waktu jangka panjang.
Data yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi industri Cina mencapai level terendah dalam 17 tahun, sementara ekonomi Jerman mengalami kontraksi pada kuartal kedua. Analis mengisyaratkan kedua data tersebut sebagai tanda-tanda negatif dari dampak konflik perdagangan, terutama perselisihan antara AS-Cina.
Terlepas dari berita sehari sebelumnya bahwa Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk menunda implementasi tarif atas produk tertentu Cina dari 1 September dimundurkan menjadi 15 Desember, ekonom National Australia Bank(NAB) John Sharma menjelaskan bahwa "sengketa perdagangan masih belum terselesaikan."
Ia menambahkan bahwa risiko kerusuhan sipil yang berlanjut di Hong Kong, tren pertumbuhan global dan setidaknya satu lagi penurunan suku bunga dari Federal Reserve, semua merupakan faktor yang mendukung emas.


Rabu, 14 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Saham Wall Street Berlomba Reli Sambut Penundaan Tarif AS


Equityworld Futures - Keputusan Pemerintahan Trump untuk menunda pengenaan tarif pada barang-barang yang diimpor dari Cina memicu rally besar Selasa waktu setempat yang mengurangi hampir semua kerugian pada hari Senin.
Pemerintah AS menunda pengenaan tarif atas beberapa produk Cina hingga 15 Desember, yang seharusnya memberi banyak waktu bagi para pengusaha ritel mempersiapkan pasokan barang.
"Kami melakukan ini untuk menghadapi musim Natal," jelas Presiden Donald Trump kepada wartawan.
Reli ini mendongkrak S&P 500 melesat naik 1,44%, Dow Jones industrial menguat 1,4% dan Nasdaq Composite melaju hampir 2%.
Indeks Nasdaq 100, yang memiliki konsentrasi di bidang teknologi besar, melonjak lebih dari 2,2%.


Apple (NASDAQ:AAPL), Nike (NYSE:NKE), Microsoft (NASDAQ:MSFT) danCaterpillar (NYSE:CAT ) masuk dalam deretan saham top gainer usai keputusan tersebut.
Penundaan tarif terkonsentrasi untuk berbagai barang yang merupakan produk dengan penjualan besar pada musim liburan belanja, termasuk ponsel, raket tenis, konsol video game, keyboard komputer, alas kaki, dan pakaian.
Gedung Putih telah berjanji untuk memberlakukan tarif pada 1 September mendatang, tetapi pengumuman pada akhir Juli kembali membuat pasar gelisah dan menciptakan pergerakan liar pada harga saham-saham di AS. Tarif sejumlah barang akan dikenakan 1 September, termasuk produk-produk makanan.
Dow meningkat hampir 530 poin sebelum trader melepas posisi long untuk mengunci keuntungan. Selain itu, kekhawatiran bahwa Cina akan mengirim pasukan ke Hong Kong terpantau berdampak kecil terhadap pasar.
Harga minyak mentah melaju tinggi. Namun emas malah balik jatuh.
Tetapi tetap ada kekhawatiran dari pertumbuhan global di kala perselisihan dagang antara Washington dan Beijing terus berlangsung. Investor bisa melihatnya pada spread yang mengecil antara aset sekuritas Treasury 2 tahun dan 10 tahun. Banyak analis percaya bahwa yield obligasi 10 tahun lebih rendah dari imbal hasil 2 tahun (inversi) dan ini merupakan sinyal kuat bahwa resesi akan datang.
Imbal hasil Treasury 10 Tahun ditutup pada 1,702%, setelah jatuh ke tingkat terendah harian 1,618%. Yield Treasury 2 Tahun meningkat menjadi 1,673%, memberi nilai spread menjadi hanya 2,9 basis poin, atau 2,9 per seratus poin persentase.
Saham-saham teknologi, diskresi konsumen, layanan komunikasi (yang meliputi Facebook (NASDAQ:FB) dan induk Google Alphabet (NASDAQ:GOOGL)), termasuk dalam jajaran sektor-sektor terkuat. Emiten Realestat dan utilitas bergerak datar.
Raksasa department store Macy (NYSE:M) dan Briggs & Stratton (NYSE:BGG) berada di antara perusahaan yang melaporkan hasil kuartalan Rabu.
Top Gainer dan Top Loser pada S&P 500
Perusahaan keamanan siber Symantec (NASDAQ:SYMC), Best Buy (NYSE:BBY), Micron Technology (NASDAQ:MU) dan perusahaan ritel Dollar Tree (NASDAQ:DLTR) termasuk di antara pemain S&P 500 terbaik di sesi Selasa.
Perusahaan raksasa Southern Company (NYSE:SO), produsen minyak dan gas Cabot Oil & Gas (NYSE:COG), perusahaan layanan minyak Helmerich and Payne (NYSE:HP) dan pengembang apartemen United Dominion Realty Trust (NYSE:UDR) termasuk di antara pemain S&P 500 terlemah.


Selasa, 13 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : PT Equityworld Futures : Harga Emas Jatuh Dampak Pelonggaran Lebih Lanjut Tak Jelas


Equityworld Futures - Harga emas jatuh di Asia setelah Bank Sentral AS, Federal Reserve, menurunkan suku bunga seperti yang diharapkan tetapi mengisyaratkan bahwa kebijakan pelonggaran lebih lanjut mungkin tidak akan terjadi.

Emas Berjangka untuk penyerahan Agustus berdasar data Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) amblas 1,1% di level $1,4109.50 pada pukul 12.05 WIB.

Semalam, The Fed mengumumkan penurunan suku bunga 25 basis poin, yang pertama sejak krisis keuangan 2008-2009, untuk mempertahankan rekor ekspansi ekonomi AS selama satu dekade.

Namun demikian, The Fed tidak segera mengindikasikan apakah akan menurunkan suku bunga seperempat persen pada bulan September, seperti yang diharapkan banyak pelaku pasar.

BACA JUGA : PT Equityworld Futures : Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Dalam konferensi pers setelah pengumuman penurunan suku bunga, Pemimpin Fed Jerome Powell mengirim beberapa pesan ke pasar dengan mengatakan bahwa ini bukan awal dari siklus pelonggaran yang panjang tapi itu bukan hanya pengurangan satu-satunya yang dilakukan.

Ia juga berjuang untuk menjelaskan perlunya pemotongan ketika perekonomian domestik sedang dalam kinerja terbaik, tetapi menekankan bahwa peningkatan ketegangan perdagangan telah menyebabkan banyak pelaku usaha menunda keputusan investasi.

Pada akhir konferensi, ia mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih banyak cukup terbuka. Namun, ia tidak mengatakan berapa banyak.

Sementara itu, kenaikan dolar AS juga memberikan tekanan pada logam kuning ini. Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya meningkat 0,3%.

Phillip Streible, analis pasar senior di RJO Futures, bahwa harga emas mungkin tetap fluktuatif karena para pedagang masih mencerna semua komentar dari The Fed.

"Jika Anda akan memperdagangkan emas di seputar kebijakan The Fed, Anda lebih baik berpegangan kuat," 

Semuanya terlihat baik-baik saja sekarang tetapi masih ada banyak ketakutan bahwa ekonomi global akan menjadi jauh lebih buruk tahun ini dan itu akan mendukung harga emas.


Equityworld Futures

Jumat, 09 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia


Equityworld FuturesFutures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.517,45 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,53%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emaskemungkinan akan mendapat support pada USD1.448,80 dan resistance pada USD1.522,70.

BACA JUGA : PT Equityworld Futures : Bakal Catat Rekor, Harga Emas Perlahan Naik Lampaui $1500

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,08% dan diperdagangkan pada USD97,352.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September naik 0,91% dan diperdagangkan pada USD17,090 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,04% dan diperdagangkan pada USD2,599 per pon.


Equityworld Futures

Kamis, 08 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Wall Street Rebound, Balas Kerugian Besar Awal Perdagangan

Equityworld Futures - Laporan keuangan Disney meleset dari estimasi pendapatan dan mengungkapkan bahwa sedang mengalami penurunan pendapatan dari kegagalan film box-office "Dark Phoenix," sebuah film yang diwarisi dari merger $71 miliar dengan bisnis studio Fox.
Saham perusahaan anjlok 4,9% dan berkurang sekitar 47 poin. Namun, saham tetap naik 23% untuk tahun ini.
Pergerakan pasar tersebut tiba ketika imbal hasil obligasi jatuh. Yield treasury 10 tahun turun menjadi 1,709% dari hari Selasa 1,739% setelah jatuh ke level terendah 52 minggu pada level 1,595%.
Penurunan suku bunga membantu ETF iShares 20+ Year Treasury Bond (NASDAQ:TLT) mencapai level tertinggi 52 minggu di $143,06. ETF berakhir pada tingkat $140,03, naik sedikit pada hari itu. Tapi ETF telah meningkat 15,2% tahun ini karena suku bunga turun.
Pengurangan suku bunga melukai sektor finansial.
JPMorgan Chase (NYSE:JPM), merosot 2,2%, adalah saham terburuk Dow setelah Disney. SVB Financial Group (NASDAQ:SIVB), induk dari Silicon Valley Bank, anjlok 4,7%. Charles Schwab (NYSE:SCHW) jatuh 4,6%.
Harga minyak terjun hampir 5% dan sekarang turun lebih dari 20% sejak menyentuh puncak di bulan April. Minyak Mentah West Texas Intermediate berjangka jatuh hampir 5% menjadi $50,96 per barel. Minyak mentah Brent merosot 4,6% menjadi $56,22.
Kejatuhan harga minyak memukul sektor energi, terutama saham-saham layanan penyedia jasa minyak seperti Schlumberger (NYSE:SLB) dan Halliburton (NYSE:HAL) dan saham-saham perusahaan eksplorasi minyak seperti Apache (NYSE:APA).
Konteks yang lebih luas dari semua volatilitas ini adalah pertarungan perdagangan antara Tiongkok-AS, yang meningkat ketika Amerika Serikat mengatakan akan memberlakukan tarif 10% bagi produk Tiongkok yang diimpor ke Amerika Serikat. China membalas dengan membiarkan mata uangnya, yuan, melemah ke level 7 terhadap dolar.


Top Gainer dan Top Loser S&P 500
Fleetcor Technologies (NYSE:FLT), yang menawarkan produk pembayaran tenaga kerja seperti kartu bahan bakar; perusahaan asuransi Assurant (NYSE:AIZ) dan perusahaan kesehatan dan farmasi CVS Health (NYSE:CVS) termasuk di antara saham S&P 500 tertangguh pada perdagangan sesi itu.
Perusahaan alat medis ABIOMED (NASDAQ:ABMD), Walt Disney (NYSE:DIS) dan SVB Financial Group (NASDAQ:SIVB) ada di antara emiten S&P 500 tertinggal pada perdagangan itu.
Investing.com - Wall Street menemukan pijakan usai terjun tepat setelah bel pembukaan Rabu, menutup hari sebagian besar dengan bergerak maju.
Dow Jones industrial turun hampir 600 poin pada pukul 20.45 WIB tadi malam, tetapi pulih untuk berakhir hanya 0,1% atau 22 poin. S&P 500 merosot sebanyak 0,2%, atau 56 poin, tetapi kembali untuk menutup perdagangan dengan kenaikan 0,1%. Nasdaq Composite berakhir naik 0,4% setelah jatuh sebanyak 1,3%.
Pasar di seluruh dunia terpukul oleh kekecewaan pendapatan yang mengejutkan dari Walt Disney (NYSE:DIS) dan pemotongan suku bunga yang tak terduga di India, Selandia Baru dan Thailand. Penurunan suku bunga sebagian disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di ketiga negara dan berlanjutnya kekhawatiran tentang dampak dari perseteruan dagang Amerika Serikat-China.
Ketidakpastian yang diciptakan oleh penurunan suku bunga membantu emas berjangka melonjak ke tingkat tertinggi enam tahun di $1519,60 per ounce, meningkat $35,40 atau 2,4%. Emas meningkat 4,3% minggu ini dan 5,7% hingga bulan Agustus. Keuntungan 18,6% untuk emas tahun ini lebih baik daripada keuntungan tahun ini yang dikantongi oleh DowS&P 500 dan Nasdaq Composite.
Saham perusahaan tambang emas beranjak naik, dan ETF SPDR® Gold Shares (NYSE:GLD bertambah 1,5%. Harga naik 16,3% untuk tahun ini, berkat kenaikan 9,2% di kuartal kedua dan kenaikan 5,9% sejauh ini di kuartal ketiga. ETF saham emas berinvestasi langsung dalam aset emas.



Selasa, 06 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Harga Emas Jatuh Dampak Pelonggaran Lebih Lanjut Tak Jelas


Equityworld Futures - Harga emas jatuh di Asia setelah Bank Sentral AS, Federal Reserve, menurunkan suku bunga seperti yang diharapkan tetapi mengisyaratkan bahwa kebijakan pelonggaran lebih lanjut mungkin tidak akan terjadi.

Emas Berjangka untuk penyerahan Agustus berdasar data Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) amblas 1,1% di level $1,4109.50 pada pukul 12.05 WIB.

Semalam, The Fed mengumumkan penurunan suku bunga 25 basis poin, yang pertama sejak krisis keuangan 2008-2009, untuk mempertahankan rekor ekspansi ekonomi AS selama satu dekade.

Namun demikian, The Fed tidak segera mengindikasikan apakah akan menurunkan suku bunga seperempat persen pada bulan September, seperti yang diharapkan banyak pelaku pasar.

BACA JUGA : PT Equityworld Futures : Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Dalam konferensi pers setelah pengumuman penurunan suku bunga, Pemimpin Fed Jerome Powell mengirim beberapa pesan ke pasar dengan mengatakan bahwa ini bukan awal dari siklus pelonggaran yang panjang tapi itu bukan hanya pengurangan satu-satunya yang dilakukan.

Ia juga berjuang untuk menjelaskan perlunya pemotongan ketika perekonomian domestik sedang dalam kinerja terbaik, tetapi menekankan bahwa peningkatan ketegangan perdagangan telah menyebabkan banyak pelaku usaha menunda keputusan investasi.

Pada akhir konferensi, ia mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih banyak cukup terbuka. Namun, ia tidak mengatakan berapa banyak.

Sementara itu, kenaikan dolar AS juga memberikan tekanan pada logam kuning ini. Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya meningkat 0,3%.

Phillip Streible, analis pasar senior di RJO Futures, bahwa harga emas mungkin tetap fluktuatif karena para pedagang masih mencerna semua komentar dari The Fed.

"Jika Anda akan memperdagangkan emas di seputar kebijakan The Fed, Anda lebih baik berpegangan kuat," 

Semuanya terlihat baik-baik saja sekarang tetapi masih ada banyak ketakutan bahwa ekonomi global akan menjadi jauh lebih buruk tahun ini dan itu akan mendukung harga emas.


Equityworld Futures

Senin, 05 Agustus 2019

PT Equityworld Futures : Futures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa


Equityworld FuturesFutures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.448,35 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 1,11%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.412,10 dan resistance pada USD1.458,20.

BACA JUGA : PT Equityworld Futures : Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,10% dan diperdagangkan pada USD98,047.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 0,02% dan diperdagangkan pada USD16,183 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September jatuh 1,97% dan diperdagangkan pada USD2,613 per pon.

Equityworld Futures

Kamis, 01 Agustus 2019

Equityworld Futures : Saham global beragam dalam hangover Fed


Equityworld Futures – Saham global beragam dalam hangover Fed, Setelah Dow turun lebih dari 300 poin pada hari Rabu, penurunan terbesar sejak Mei, sentimen risk-off menyebar ke ekuitas global, mengirim saham Asia ke posisi terendah enam minggu, meskipun Nikkei 225 Jepang mendapat dukungan karena yen jatuh ke dua. tahun terendah terhadap dolar.

Namun saham Eropa tampaknya menyingkirkan kekecewaan mendekati perdagangan tengah hari sebagian karena laba positif dari sektor keuangan. Barclays (LON: BARC), Standard Chartered (LON: STAN) atau Societe Generale (PA: SOGN) semua mencatatkan kenaikan solid setelah hasil.

Baca: PT Equityworld Futures : Dolar AS mencapai level tertinggi 2 tahun setelah Powell

Berjangka AS berjuang untuk pulih, mencatatkan sedikit kenaikan seiring musim pendapatan terus memengaruhi perdagangan. Saham Fitbit (NYSE: FIT) dan Qualcomm (NASDAQ: QCOM) merosot di perdagangan premarket setelah perusahaan mengeluarkan panduan yang mengecewakan.

Verizon (NYSE: VZ), General Motors (NYSE: GM) dan DuPont (NYSE: DD) akan merilis laba sebelum pembukaan, sementara Pinterest (NYSE: PINS) dan Western Union (NYSE: WU) adalah beberapa perusahaan yang melaporkan setelah pasar dekat.

Equityworld Futures
  • Add to Phrasebook
    • No word lists for English -> Indonesian...
    • Create a new word list...
  • Copy

Rabu, 31 Juli 2019

PT Equityworld Futures : Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia


Equityworld FuturesFutures emas lebih rendah pada masa dagang Asia.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD1.429,10 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,04%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.413,65 dan resistance pada USD1.433,90.

BACA JUGA : PT Equityworld Futures : Harga Emas Konsolidasi Jelang Keputusan Rapat Fed

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,02% dan diperdagangkan pada USD97,828.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 0,23% dan diperdagangkan pada USD16,520 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,19% dan diperdagangkan pada USD2,683 per pon.

Equityworld Futures

Senin, 29 Juli 2019

PT Equityworld Futures : IHSG Dibuka Balik Menguat ke 6.336

IHSGEquityworld Futures - Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat. IHSG naik 10 poin atau 0,7% ke 6.336,20, setelah pada perdagangan sebelumnya melemah.
Membuka perdagangan hari ini, ada 126 saham menguat, 74 saham melemah, dan 143 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp376,4 miliar dari 2,3 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 4,18 poin atau 0,42% menjadi 1.013,28, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,09 poin atau 0,16% ke 682, indeks IDX30 naik 2,37 poin atau 0,47% ke 555,57 dan indeks MNC36 turun 10 poin atau 1,8% ke 359,51.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain, saham saham PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) naik Rp72 atau 21,4% ke Rp408, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) naik Rp2 atau 4% ke Rp52, dan saham PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) naik Rp3 atau 2% ke Rp152.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, yaitu saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) turun Rp13 atau 10,08% ke Rp116, saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun Rp16 atau 8,04% ke Rp183, dan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) turun Rp7 atau 5,07% ke Rp131.


Sabtu, 27 Juli 2019

PT EquityWorld Futures : Harga Emas Melemah Jelang Keputusan Bank Sentral Eropa

EquityWorld Futures - Harga emas beranjak mundur di Asia sebelum keputusan bank sentral diumumkan.
Emas berjangka untuk penyerahan Agustus berdasarkan data Comex New York Mercantile Exchange melemah 0,1% ke $1,421.95 pada pukul 12.32 WIB.
Perhatian pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga ECB yang akan dirilis hari ini karena data ekonomi yang lemah termasuk dari Jerman dan Perancis memicu harapan bahwa ECB akan memangkas suku bunga pada pertemuannya.
Bank of Japan (BOJ) dan Federal Reserve A.S. juga akan melaksanakan rapat pada minggu depan.


"Kami memperkirakan BOJ akan menjadi sedikit berpandangan lebih dovish pekan depan dengan mengubah panduan kebijakan ke depan," 
"Kami tidak berpikir BOJ akan mengumumkan sesuatu yang begitu radikal, mungkin karena itu sehari menjelang pertemuan FOMC. Faktor kuncinya adalah dolar/yen.”
Sementara itu, Indeks Dolar A.S. yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya tidak berubah pada 97,460.
Dalam situasi perdagangan China-A.S., para pejabat A.S. dan China akan segera melanjutkan pembicaraan dagang langsung di Beijing minggu depan, ujar Menteri Keuangan Steven Mnuchin.
"Saya akan mengatakan ada banyak masalah," pungkas Mnuchin. "Harapan saya adalah akan ditindaklanjuti dengan pertemuan kembali di Washington D.C. setelah ini dan mudah-mudahan kita akan terus maju."