Rabu, 27 Januari 2016

Ledakan bom tewaskan 22 orang di pos tentara Suriah

Damaskus (ANTARA News) - Sedikitnya 22 orang tewas akibat dua serangan bom bunuh diri di pos pemeriksaan tentara di pusat Kota Homs, Suriah, Selasa, kata media milik pemerintah setempat.

Dalam sebuah "breaking news", televisi milik pemerintah Suriah tersebut menyebutkan bahwa 100 orang juga mengalami luka-luka akibat ledakan di Al Zahraa dekat dengan Horms, yang telah menjadi sasaran serangkaian serangan bom beberapa waktu sebelumnya.

Gubernur Homs, Talal Barazi, kepada Kantor Berita AFP mengatakan bahwa sedikitnya 19 orang tewas akibat serangan tersebut.

Menurut dia, dua pembawa bom dalam peristiwa itu terlihat berhenti di pos pemeriksaan tentara. Keduanya bersama-sama dalam satu mobil. Salah satu dari pelaku keluar dari kendaraan sebelum seorang lainnya meledakkan bomnya saat masih berada di dalam mobil.

Dalam keadaan kacau akibat ledakan bom pertama dan massa berkerumun, bom kedua diledakaan, kata Barazi.

Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang melakukan pengawasan dari Inggris juga melaporkan ledakan tersebut mengatakan sedikitnya 21 orang tewas, termasuk 13 personel pasukan pemerintah.

Direktur kelompok tersebut Rami Abdel Rahman mengungkapkan bahwa pelaku bom bunuh diri kedua mengenakan pakaian militer.

Homs yang berada di Distrik Al Zahraa menjadi target dalam serangkaian serangan bom sebelumnya, termasuk pada bulan Desember lalu, saat 19 orang tewas dalam beberapa ledakan serentak.

Penduduk Al Zahraa kebanyakan pengikut Alawiyah, aliran minoritas dalam klan yang memerintah di Suriah. Kelompok bersenjata ISIS bertanggung jawab atas pengeboman terdahalu di distrik tersebut.

Kota Homs pernah dijuluki ibu kotanya pemberontak di Suriah yang mengawali protes menentang pemerintahan pada Maret 2011.

Akan tetapi setelah bertahun-tahun terlibat pertempuran dahsyat dan pasukan pemerintah mengepungnya, hampir seluruh wilayah kota sekarang berada di tangan pemerintah, dengan pengecualian Distrik Waer, yang secara bertahap berpindah ke tangan pemerintah berdasarkan kesepakatan dengan pasukan opisisi.

Sampai saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang tersebut.

(UU.M038)


Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar