Selasa, 26 Januari 2016

Pemberian label miskin sama saja memelihara kemiskinan

Wangiwangi, Sultra (ANTARA News) - Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Daerah Sulawesi Tenggara, Prof Dr Ir H Usman Rianse, MSi mengatakan pemberian label miskin kepada warga tidak mampu oleh negara, sama saja memelihara kemiskinan di negara ini.

"Kebijakan pemerintah memberikan label miskin kepada warga tidak mampu secara ekonomi lalu diberikan bantuan seperti beras miskin, beasiswa miskin dan nelayan miskin, telah membuat warga miskin menikmati kemiskinan," katanya pada rapat kerja nasional Perhepi di Wangiwangi yang berakhir, Senin malam.

Bahkan kata dia, dengan berbagai pemberian bantuan dari pemerintah yang dilabeli dengan kata miskin, telah membuat banyak warga negara ingin menjadi miskin agar bisa mendapat bantuan berlabel untuk warga miskin.

Dampaknya yang lebih jauh upaya pemerintah mengentaskan kemiskikanan tidak pernah tuntas, justeru cenderung bertambah pada setiap tahunnya.

"Melalui berbagai program pengentasan kemiskinan, penduduk miskin di negara ini seharusnya sudah berkurang bahkan habis karena bantuan yang diberikan negara kepada warga miskin sudah cukup banyak," katanya.

Mestinya kata dia negara hadir mengatasi kemiskinan dengan cara memaksa rakyat untuk bekerja keras dengan menyediakan infrastruktur pendukung dari apa yang dikerjakan oleh rakyat agar bisa mendapatkan pendapatan secara memadai.

Dengan begitu ujarnya, tingkat kesejahteraan warga negara bisa berangsur-angsur membaik dari waktu ke waktu.

"Negara yang hadir memaksa rakyatnya untuk bekerja mengatasi kemiskinan sendiri pernah diterapkan di negara China dan negara tersebut sukses mengatasi kemiskinan warga negaranya," katanya.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar