Jumat, 04 Desember 2015

FIFA setujui paket reformasi

Zurich (ANTARA News) - Komite eksekutif FIFA menyetujui paket rencana-rencana reformasi pada Kamis yang ditujukan untuk membersihkan badan sepak bola dunia yang dihantam skandal itu, mengusulkan pemeriksaan-pemeriksaan integritas dan pembatasan masa kerja ofisial-ofisial senior dan pemisahan baru terhadap posisi-posisi manajemen dan kebijakan.

Proposal-proposal itu, yang juga meningkatkan perwakilan untuk perempuan, akan dipresentasikan pada Februari di kongres FIFA, yang memiliki kekuatan untuk mengubah statuta-statutanya, lapor Reuters.

Di saat yang sama, komite eksekutif, yang saat ini dikepalai oleh presiden sementara karena skors yang dijatuhkan kepada Sepp Blatter, menunda keputusan untuk proposal kontroversial perihal penambahan jumlah peserta Piala Dunia dari 32 tim menjadi 40 tim.

Ironisnya, pengumuman yang diniatkan untuk membantu FIFA membersihkan diri dibayang-bayangi oleh penahan anggota komite eksekutif Alfredo Hawit dan Juan Angel Napout di hotel mewah di Zurich, tempat mereka menginap, dan berita-berita bahwa para ofisial AS mengeluarkan 14 dakwaan baru terkait korupsi di sepak bola.

Hawit dan Napout, yang merupakan perwakilan kepala konferasi sepak bola Amerika Latin dan Selatan CONCACAF dan CONMEBOL, ditahan oleh polisi Swiss atas permintaan otoritas-otoritas AS dengan dugaan meraup jutaan dolar uang suap terkait hak-hak televisi.

Penangkapan-penangkapan itu merupakan bagian dari serangkaian penyelidikan korupsi yang melebar, setidaknya terhadap Blatter, yang diskors selama 90 hari dan akan digantikan pada kongres di Februari.

Pelaksana tugas Presiden Issa Hayatou mengatakan pekerjaan komite telah selesai menjelang yang direncanakan pada Kamis, di mana kurang dua orang anggota di meja rapat.

"Ajang-ajang ini menggarisbawahi keperluan untuk membentuk program reformasi FIFA yang lengkap pada hari ini," ucapnya kepada para pewarta. "Rekomendasi-rekomendasi ini menandai awal dari perubahan budaya di FIFA. Langkah maju yang besar telah diambil."


Batasi Masa Jabatan

Di bawah proposal-proposal yang diajukan, presiden FIFA dan ofisial-ofisial pemimpin akan dibatasi hanya menjabat selama tiga masa jabatan yang masing-masing selama empat tahun, dan melakukan pemeriksaan intergritas terpusat sebelum menduduki posisi-posisi tersebut.

Batas usia 74 tahun, yang telah diajukan pada rencana delapan poin yang asli oleh kepala komite audit dan kepatuhan Domenico Scala, tidak dimasukkan.

"Kami mencoret pembatasan-pembatasan usia karena hal itu merupakan definisi arbitrer," kata Francois Carrard, kepala Komite Reformasi FIFA, yang menindaklanjuti rencana asli Scala.

Dewan FIFA berisi 36 orang akan menggantikan 25 anggota Komite Eksekutif dan mempersiapkan "arah strategis secara keseluruhan," sedangkan sekretariat jenderal akan mengawasi "tindakan-tindakan operasional dan komersial yang diperlukan untuk mengefektifkan strategi eksekutif."

Scala mengatakan dirinya puas karena komite eksekutif telah bulat mendukung reformasi, terpisah dari pembatasan masa jabatan, namun masih ada yang disoroti olehnya.

"Ini merupakan krisis yang dalam dan akan ada perubahan," ucapnya pada sambungan "conference call." "Sistem-sistem, proses-proses, peraturan-peratuan, program-program kepatuhan, itu adalah hal yang benar - namun Anda memerlukan perubahan budaya."

Di bawah proposal-proposal yang ada, setidaknya akan ada satu perwakilan perempuan di Dewan untuk masing-masing dari keenam konfederasi level benua.

FIFA mengatakan statuta-statutanya akan memasukkan artikel baru yang mewajibkan anggota-anggota federasi untuk menghormati hak asasi manusia, meski tidak menjelaskan bagaimana hal itu akan diimplementasikan.

Jumlah "standing committees" akan dikurangi dari 26 menjadi sembilan, dan salah satunya akan merupakan komite baru yang dibentuk dari perwakilan-perwakilan liga-liga nasional, klub-klub, dan para pemain.

Proposal untuk memperbesar Piala Dunia masih ditahan. "Belum ada keputusan mengenai proposal ini, namun itu akan diperdebatkan lebih lanjut," kata FIFA dalam pernyataannya.

Banyak orang yang terlibat dalam sepak bola meyakini 32 merupakan jumlah partisipan ideal untuk Piala Dunia, dan turnamen yang lebih besar akan lebih sulit diatur dan berpeluang mengalami penurunan kualitas."
(Uu.H-RF/I015)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

0 komentar:

Posting Komentar