Rabu, 06 April 2016

PLN Palu bantu sewa genset demi kelancaran UNBK

Palu (ANTARA News) - Untuk mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 dan mengantisipasi pemadaman listik dadakan, PLN Area Palu membantu sekolah yang melaksanakan UNBK dalam hal penyediaan dan sewa genset.

Hal tersebut dibenarkan Kepala SMK 3 Palu, Triyono, Selasa bahwa pihaknya diberikan bantuan PLN dalam hal sewa genset selama lima hari, sebesar 50 persen dari total yang dibayarkan.

"Kami menyewa genset dengan kapasitas daya 135 KVA, karena kebutuhan UNBK sebesar 80-90 KVA. Harga sewa genset Rp4,5 juta per hari atau Rp22,5 juta selama UNBK. Yang nantinya setengah dibayarkan PLN, setengah kami bayarkan, ungkap dia.

Pihaknya mengambil alternatif tersebut karena tidak ada jaminan pasti dari PLN untuk tidak memadamkan listrik saat ujian. Sehingga, hasil koordinasi beberapa kali sebelum pelaksanaan ujian hari ini, ditemukanlah kesepakatan seperti itu, Kata dia.

SMK 3 Palu sendiri, kata dia menggunakan 170 komputer, yang terbagi dalam lima laboratorium atau lima kelas ujian. Setiap kelas ujian masing-masing disediakan untuk 30 komputer untuk 30 peserta ujian, dengan dua computer cadangan dan satu server.

"PLN juga menyediakan bahan bakar berupa solar selama pelaksanaan ujian dan teknisi bagi genset tersebut," kata Triyono.

Terpisah Manager PLN area Palu, Emir Muhaimin membenarkan bahwa pihaknya memberikan bantuan genset bagi sekolah yang tidak memiliki genset saja. Untuk sekolah yang memiliki genset, mereka membantu seperlunya saja.

"Jadi tidak semua, kita kan kapasitasnya hanya membantu saja," katanya.

Ditanya soal pembiayaan bersama sewa genset antara PLN dengan sekolah sebesar 50 persen, Emir Muhaimin tidak memberikan kepstian jawaban. Sementara berapa jumlah sekolah yang dibantu PLN untuk berbagi biaya, Emir tidak mengetahui data pastinya.

"Saya lupa pak, berapa yang dibantu, datanya ada di asisten pembangkitan karena mereka lagi bekerja di lapangan," ujarnya.

Yang jelas kata dia, system yang dibangun adalah koordinasi dengan sekolah-sekolah. Kalau sekolah punya genset, pihaknya sebatas membantu petugas untuk mengoperasikannya. Selain itu Genset yang kami dimiliki PLN, ikut distribusikan bagi sekolah yang tidak punya.

"Kalau tidak cukup, terpaksa kami sewa. Tetapi jumlahnya, saya tidak ingat. Tapi prinsipnya tidak ada masalah," kata Emir.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar