Selasa, 05 April 2016

Prancis selidiki skandal "Panama Papers"

Paris (ANTARA News) - Pemerintah Prancis, Senin waktu setempat, menggelar penyelidikan awal terhadap penggelapan pajak setelah muncul bocoran jutaan dokumen dari sebuah firma hukum Panama yang mengkhususkan diri menangani perusahaan-perusahaan asing.

Jaksa menyatakan akan membuka penyelidikan itu untuk melihat apakah dokumen-dokumen yang dibocorkan itu ada hubungannya dengan para wajib pajak Prancis yang mengemplang pajak di negeri itu.

Presiden Francois Hollande mengatakan akan menghukum para penggelap pajak dan bersumpah untuk menggelar penyelidikan kepada apa pun petunjuk dari skandal yang dinamai "Panama Papers" itu.

Bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca itu akan menjadi suntikan bagi pemerintah Sosialis Prancis yang tahun lalu sukses menarik lebih dari 12 miliar euro dari para pengemplang pajak.

"Saya bisa menjamin Anda bahwa begitu informasi itu muncul, investigasi akan diluncurkan, semua kasus akan dibuka dan peradilan akan digelar," kata Hollande. "Pengungkapan ini berita baik karena akan meningkatkan pendapatan pajak dari mereka yang melakukan penggelapan pajak."

Pemerintah Prancis menyatakan akan berusaha mencari akses ke dokumen-dokumen bocor itu. Dari 7.800 kasus pajak yang ditangani pemerintah Prancis tahun lalu, 515 di antaranya melibatkan perusahaan-perusahaan yang didaftarkan di Panama.

Bank Prancis Societe Generale mengeluarkan pernyataan bahwa mereka adalah salah satu pengguna jasa firma hukum Panama itu.

SocGen berjanji untuk mematuhi semua ketentuan hukum di negara-negara yang menjadi tempat mereka beroperasi dan akan proaktif memerangi penggelapan pajak, demikian Reuters.

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar