Kamis, 07 April 2016

Usaha pembentukan kantor berita ASEAN dapat dukungan

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Para pimpinan redaksi sejumlah media massa di ASEAN mendukung pembentukan organisasi kantor berita ASEAN.

"Alhamdulillah, hampir semuanya mendukung keberadaan organisasi kantor berita ASEAN," kata Penasehat Senior Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi, disela-sela pelaksanaan Asean Editors Summit 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu.

Meskipun mendapat dukungan, para peserta Asean Editors Summit masih mempertanyakan mengenai teknis pelaksanaannya seperti soal pendanaan, aturan main dan beberapa hal lainnya yang terkait dengan pendirian organisasi tersebut.

"Permasalahan teknis dan lainnya akan kita bahas lagi dalam persidangan yang akan datang di Jakarta. Kami targetkan terlaksana pada bulan Juli atau Agustus," ucapnya.

Dijelaskan, pola kerja sama yang akan dilaksanakan dalam organisasi tersebut diantaranya tukar menukar berita, foto, TV dan lainnya.

Hal senada disampaikan Direktur Pemberitaan ANTARA, Aat Surya Safaat, bahwa dukungan dari peserta pertemuan itu termasuk pihak Bernama yang sepenuhnya mendukung gagasan ANTARA bagi pembentukan organisasi kantor berita ASEAN tersebut.

"Tentu semua ini membawa konsekuensi bahwa ANTARA harus sungguh-sungguh mempersiapkan pertemuan teknis untuk pendirian kantor berita Asean yang rencananya dilaksanakan di Jakarta yang waktunya akan ditentukan kemudian," ucapnya.

Dalam persidangan Rabu (6/4), para peserta telah menandatangani naskah resolusi untuk meningkatkan kerja sama antara media guna mempromosikan identitas, serta kepedulian dan integritas ASEAN.


Peduli MEA
Direktur Pemberitaan ANTARA, Aat Surya Safaat mengatakan organisasi-organisasi media di kawasan ASEAN seperti kantor berita, media cetak, media "online" atau daring dan lainnya diperlukan untuk bersinergi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap sukses Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saling bersinergi merupakan cara terbaik dan efektif dalam menyosialisasikan MEA. Suksesnya MEA harus melibatkan parapihak dalam proses integrasi," ucapnya.

Menurut dia, MEA bukan hanya menjamin integrasi ekonomi 10 negara ASEAN, namun juga mampu mencapai kesejahteraan bersama di kawasan tersebut.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 komentar:

Posting Komentar